http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-376%7CX
Senin, 30 Mei 2005
Korupsi Membuat Perempuan Semakin Menderita dan Miskin 
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com-Jakarta.Korupsi yang terjadi dalam suatu negara, membuat 
posisi perempuan dan anak-anak semakin menderita dan miskin. Sejumlah peristiwa 
yang menyedihkan seperti busung lapar pada anak-anak di Lombok � NTB yang telah 
merenggut nyawa sebagian anak-anak tidak berdosa atau tingginya tingkat 
kematian bayi dan ibu di Indonesia yang masih banyak terjadi di Indonesia 
adalah fakta yang jelas menunjukkan bagaimana kemiskinan di negara kita cukup 
memperihatinkan. Sungguh ini suatu kondisi yang ironis, dimana Indonesia yang 
terkenal kaya dari sisi sumber daya alamnya ternyata sebagian besar rakyatnya 
masih miskin. 

Kondisi yang tragis dan ironis itu mungkin tidak pernah terjadi, jika tingkat 
korupsi di Indonesia tidak tinggi, karena faktor penyebab terjadinya kemiskinan 
yang signifikan adalah korupsi. Melalui kemiskinanlah sejumlah dana pembangunan 
dan pengentasan kemiskinan menjadi tidak bermanfaat dan tidak tepat sasaran. 
Demikian pendapat yang disampaikan oleh Emmy Hafid, Sekjen Transparency 
International Indonesia dalam acara seminar sehari �Peran Perempuan dalam 
Gerakan Anti Korupsi� yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan 
Perempuan yang bekerjasama dengan KOWANI, Dharma Wanita Persatuan, Dharma 
Pertiwi, Tim Penggerak PKK Pusat dan BMOIWI di gedung Dharma Wanita Pusat, 
Jakarta, Senin, (30/05/05). 

Tujuan seminar ini adalah untuk menggalang potensi kaum perempuan untuk menjadi 
agen pemberantasan korupsi dan berperan dalam perbaikan moral bangsa. Dalam 
konteks itulah seminar ini juga menjadi ajang untuk mengemukakan perspektif 
kaum perempuan dalam upaya penanggulangan amsalah korupsi. Selain Emmy Hafodz, 
seminar ini juga menghadirkan DR.Imam B Prasojo, (sosiolog) dan DR. Arief 
Rahman salah seorang tokoh pendidikan. 

Menurut Emmy, untuk masalah korupsi, Indonesia adalah salah satu negara dan 
bangsa yang paling korup di 146 negara di dunia. Ejak Indeks Persepsi Korupsi 
di perkenalkan oleh Transparansi Internasional tahun 1995, nilai IPK Indonesia 
tidak pernah melebihi angka 3, dari rentang nilai 1 � 10, dimana angka 10 
menunjukkan negara paling bersih dari korupsi. Bahkan sejak tahun 1998, nilai 
Indonesia tidak pernah melebihi 2 dan selama 4 tahun terakhir, secara konsisten 
berada di bawah angka 2. 

Menurut Emmy, tingkat korupsi di Indonesia tinggi karena korupsi sudah merasuk 
ke dalam gaya hidup sehari-hari, sehingga kita merasa bahwa korupsi itu normal, 
biasa saja dan tidak aneh, karena itu bagian dari gaya hidup. Emmy mencontohkan 
kasus korupsi yang sedang dialami oleh KPU. Menurut Emmy, bahwa dana taktis 
yang dikumpulkan dari rekanan bukanlah monopoli KPU, tetapi hampir semua semua 
instansi pemerintah melakukannya. Honor yang diterima anggota dan staf KPU juga 
hal biasa dilakukan oleh pegawai negeri. Hadiah berupa uang dari kontraktor dan 
supplier instansi pemerintah kita anggap wajar dan sudah seharusnya dan 
dikatakan tidak masuk dalam kategori suap apabila itu diberikan sebagai ucapan 
terima kasih dan secara ikhlas. Jadi menurut Emmy, hal-hal yang dianggap normal 
dalam masyarakat kita adalah hal-hal yang salah dalam hukum dan etika 
pemerintah yang baik. 

Upaya untuk meminimalisir terjadinya tindakan korupsi adalah dengan membangun 
sistem integritas nasional sebagai kerangka pemberantasan korupsi. Korupsi 
dapat diberantas apabila sistem nilai masyarakat yang bermartabat (anti 
korupsi) menjadi fondasi yang kuat, yang meningkatkan kesadaran masyarakat 
tentang anti korupsi. Setiap elemen masyarakat menurut Emmy seharusnya menjadi 
lingkaran-lingkaran kebajikan untuk membangun integritasnya menerapkan sistem 
pencegahan korupsi, sehingga secara bersama-sama seluruh elemen masyarakat 
membentuk sistem integritas nasional, yang merupakan sistem harkat dan martabat 
bangsa. Sementara itu keluarga adalah salah satu kelompok terkecil dimana 
sistem nilai masyarakat mulai dibentuk. 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke