http://www.suaramerdeka.com/harian/0505/31/nas23.htm
Laporan dari Belanda (1)
Di Rotterdam, Anak Muda Mengasah Diri
KESEPAKATAN ORDER: John Hanoch, dari Costa de Sol Trading Belanda
menandatangani kontrak dengan Donie Ardanto dari Merdeka Surya Tama untuk
pembelian pakaian casual dan pakaian pantai yang harus dikirim Oktober
mendatang. (34v) SM/Hendro Basuki
PADA 24-29 Mei, Gubernur Mardiyanto melakukan kunjungan kerja ke Belanda.
Selain meresmikan pusat promosi dagang dan investasi, juga melakukan
serangkaian kunjungan ke pusat pengendalian air, transportasi, dan juga ke
Akademi Militer Breda. Wartawan Suara Merdeka, Hendro Basuki yang mengikuti
kunjungan itu menuliskan laporannya mulai hari ini.
KAMIS, 26 Mei 2005, Hipmi mencatatkan sejarah penting di Rotterdam. Sebuah
pemandangan yang tidak biasa, ketika sejumlah anak muda membuat nota
kesepahaman dengan para pengusaha dari Belanda dan Jerman. Bukan sekadar MoU
biasa, karena disaksikan sejumlah tokoh kunci, seperti Gubernur Jawa Tengah H
Mardiyanto dan Dubes RI untuk Nederland M Yusuf.
Tepat pukul 10.51 waktu setempat di World Trade Center (WTC), Ketua Hipmi BPD
Jateng Kukrit Suryo Wicaksono membubuhkan tanda tangan kesepahaman dengan Ketua
Midden Java Reunie (MJR) Eric Schenkhuizen. Sesaat kemudian, sebagai Ketua
Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) sekaligus Direktur Suara Merdeka
Group, dia membuat nota kesepahaman dengan Ricard Zonnenberg/Kurt Haussmann
dari KBH Engineering, Messerchmittring, Kongbrunn (Jerman).
Selanjutnya ditandatangani kontrak antara John Hanoch dari Costa de Sol Trading
Co dengan Donie Ardono dari Merdeka Surya Tama, kemudian Robert Goldmann dari
Euro-Indo dengan Danny Armananta dari Kriya Gallery.
Episode itu yang menandai awal dibukanya Central Java-Indonesia Trade &
Investment Center (CJITIC). Sesaat kemudian, tepuk tangan membahana di sebuah
ruangan yang tidak terlalu lebar, dan wajah-wajah riang terlihat di sana.
Gubernur Mardiyanto, Dubes M Yusuf, Pimpinan Umum Suara Merdeka Group Ir Budi
Santoso dengan wajah berbinar menebar senyuman. Terlihat jelas, ada kebahagiaan
di sana. ''Iya, semoga tempat ini bisa digunakan bukan sekadar arena untuk
berpromosi, tetapi juga media untuk mengasah diri agar para pengusaha muda
memiliki daya tempur yang hebat dalam perdagangan internasional,'' tutur H
Mardiyanto dalam beberapa kesempatan di sana.
Stimulan
Pembukaan CJITIC itu, memang merupakan fasilitas dari Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah untuk menempati dua ruang di lantai 6 WTC di Beurs Rotterdam. Tetapi
seperti diakui Gubernur maupun Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Drs Yeru
Salimianto MM, dana yang dikucurkan tidak besar. ''Justru ini yang menarik,
stimulan yang tidak terlalu besar tetapi membawa manfaat banyak,'' tutur
Mardiyanto.
Mardiyanto memang dikenal sebagai gubernur yang memiliki komitmen jelas dalam
persoalan perdagangan internasional. Beberapa saat lalu, dia juga membawa misi
dagang ke Italia, Valencia (Spanyol), dan Jerman. Dengan misi dagang itu,
diharapkan mampu membuka lebih baik lagi jalinan perdagangan dengan kawasan
Eropa, terutama untuk produk furnitur dan kerajinan.
Berulang-ulang gubernur mengatakan, memberikan fasilitas kepada anak-anak muda
harus dilakukan, terutama mereka yang memang ingin maju. Sesuai dengan sifat
fasilitasi, dana yang diberikan untuk memotivasi agar mereka bisa berkembang
dengan baik. Ide brilian pengusaha muda untuk mengelola pusat promosi juga
harus didukung semaksimal mungkin. Kenapa? Agar terjadi figur-figur pelaku
bisnis juga bermunculan wajah baru. Yang tua, apalagi yang dituakan harus
memberikan kesempatan bagi mereka mengekspresikan diri dalam perdagangan
internasional. ''Outward looking, melihat ke luar dan bermain di sana harus
dilakukan,'' tuturnya.
Bagi Kukrit sendiri, kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah untuk
mengelola pusat promosi itu, bukan didasarkan atas kedekatannya dengan figur
Mardiyanto, tetapi lebih pada alasan profesionalisme. Sebagai anak muda,
dirinya mencoba menata diri, mempersiapkan diri, mengolah diri untuk tampil
sekaligus berusaha tidak mengecewakan bagi diri sendiri maupun pemberi
kepercayaan.
Pusat promosi di Rotterdam itu, baginya merupakan lembaga bisnis yang harus
dikelola dengan manajemen yang baik. Sebagai investor, dia dan rekan kerjanya
akan tampil maksimal untuk meraih keuntungan. ''Ini lembaga bisnis, dan saya
harus mampu menciptakan keuntungan. Uang yang kami tanam harus pula kembali,''
tuturnya.
Ada Idealisme
Dirinya juga sadar, bukan semata-mata menciptakan keuntungan, tetapi juga ada
idealisme di sana, yakni ikut berperan serta mengembangkan perekonomian Jawa
Tengah. Ukuran keberhasilannya akhirnya juga tidak semata-mata keuntungan,
tetapi seberapa besar kontribusi bagi pengembangan Jateng. Memang terasa lebih
berat karena ada pasal ''ikut serta'' membangkitkan bisnis di Jateng. ''Tetapi,
ini pula yang menjadi kebanggaan saya,'' tuturnya optimistis.
Dipilihnya WTC Rotterdam sebagai pusat promosi karena dinilai strategis. Kota
tersebut, adalah perdagangan yang besar di Eropa. Hampir sebagian besar barang
masuk ke Eropa melewati pelabuhan tersebut. Rotterdam merupakan kota pelabuhan
yang sangat tua, dan perannya dalam mengembangkan perdagangan antarbenua selama
ini sudah teruji.
Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang kira-kira jika diterjemahkan
dalam bahasa Indonesia, artinya ''Perserikatan Perusahaan Hindia Timur'' yang
didirikan 20 Maret 1602 juga ikut mewarnai Rotterdam. Kenapa? Karena VOC
terdiri atas enam bagian (Kamers), yakni Amsterdam, Middleburg, Enkhuizen,
Delft, Hoorn, dan Rotterdam. Delegasi dari perusahaan itu berkumpul sebagai 17
pemegang saham. Tiap-tiap Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam pemegang saham
itu, sesuai proporsi modal yang mereka bayarkan.
Dalam perkembangan kemudian, tahun 1669, VOC merupakan perusahaan pribadi
terkaya yang pernah dilihat dunia karena memiliki lebih dari 150 perahu dagang,
40 kapal perang, 50.000 pekerja, angkatan bersenjata pribadi dengan 10.000
tentara, dan pembayaran dividen 40%. Luar biasa! Tetapi, VOC dicatat buruk di
sini, karena perannya sebagai kolonialis.
Namun, harus diakui, VOC yang memperkenalkan konsep dan praktik perdagangan
internasional pada Nusantara. Seperti yang dikatakan Drs Kwik Kian Gie dalam
sebuah ceramah untuk memperingati 400 Tahun VOC di Den Haag, 20 Maret 2002,
bahwa bukan saja VOC merupakan katalisator dengan dibukanya hubungan Nusantara
dengan dunia barat, tetapi juga pionir dari penjajahan Indonesia oleh Belanda
untuk waktu yang begitu lama.
Sumbangan yang diberikan VOC juga tidak kecil, karena walaupun dalam bentuk
primitif, VOC telah meletakkan landasan untuk sebuah negara modern dengan rumah
tangga yang teratur, seperti pembukuan, catatan harian, pegawai negeri tetap,
pembagian fungsi-fungsi yang jelas, penganggaran, dan sistem perpajakan. VOC
juga mewariskan perseroan terbatas (PT) sebagai badan hukum, sehingga dengan
demikian tanpa itu tidak dapat dibayangkan adanya perekonomian modern.
Nah, Rotterdam sendiri mengambil posisi penting dalam peran VOC ketika itu.
Artinya, kota itu memiliki tradisi panjang dalam perdagangan antarbenua hingga
saat ini. ''Mengambil tempat Rotterdam, bukan asal saja melainkan atas
pertimbangan strategis,'' tutur Kukrit.
Hal sama juga dikatakan Kepala BPM Drs Yeru Salimianto MM yang pernah menjadi
Atase Perdagangan di KBRI Belanda. ''Banyak hal yang bisa dipelajari dari
Rotterdam, dan dengan menempati lokasi di WTC berarti kita berada di jantung
perdagangan dunia,'' ungkapnya.
Pasar Eropa
Mengenai nama Central Java-Indonesia Trade & Investment Center (CJITIC) sendiri
sebenarnya hasil kompromi yang indah antarberbagai pihak. Dengan mencantumkan
nama ''Indonesia'' berarti memungkinkan daerah lain untuk memanfaatkan pusat
promosi itu, tanpa harus membuka kantor sendiri-sendiri. ''Ya, silakan pusat
promosi ini dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk produk-produk kita agar eksis
di pasar Eropa,'' tutur H Mardiyanto.
''Wah, ya syukur, kalau Pak Mardiyanto dhawuh seperti itu. Tetapi, konsentrasi
saya jelas mengoptimalkan dulu produk-produk Jateng tanpa meninggalkan peluang
dari daerah lain,'' kata Kukrit bersepakat.
Bagi Dubes M Yusuf, pembukaan pusat promosi yang bukan semata-mata melayani
Jawa Tengah, begitu penting di Belanda. Hubungan perdagangan Indonesia-Belanda
cukup hangat dan memperlihatkan perkembangan yang positif. Hubungan seperti
itu, akan bertambah hangat manakala dikaitkan dengan kegiatan Midden Java
Reunie (MJR).
''Saya sepakat, manakala MJR itu kemasannya diperluas, bukan hanya turisme
nostalgia, tetapi turisme, bisnis, dan nostalgia. Masa tinggal di Indonesia,
bagi turis Belanda bisa menjadi lebih panjang. ''Silakan, yang tua-tua
nostalgia, tetapi anak-anaknya menjalin hubungan bisnis. Jika ini terjadi, bisa
dalam sebuah keluarga besar datang untuk berbagai kepentingan itu,'' kata M
Yusuf.
Maka, bisa dibayangkan jika semua daerah atau setidaknya beberapa daerah
memanfaatkan pusat promosi itu, dipastikan media itu akan memiliki daya hidup
yang tinggi.
Keberlangsungan CJITIC itu bukan semata-mata ditentukan profesionalisme para
pengelolanya, tetapi juga seberapa besar para pengusaha, asosiasi perdagangan
memanfaatkan kehadirannya.
Untuk lebih memperkenalkan pusat promosi itu, Hipmi akan terus melakukan road
show ke berbagai daerah di Jawa Tengah maupun luar provinsi. Semakin banyak
pengusaha yang tahu lebih mengenai lembaga itu akan semakin optimal
perannya.(34v)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/