Refleksi: Ular dalam agama Semit disimbolkan sebagai iblis, karena menyuruh Hawa untuk mengajak Adam makan buah, entah buah apa, tak diketahui, tetapi untung bukan durian atau cempeda atau leci maupun pisang. Sehubungan dengan artikel dibawah ini dimana minyak ular dipakai untuk pengobatan. Apa komentar Anda kalau dibilang iblis menyembuhkan penyakit kusta? :-))
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/02/0109.htm Soebandhot Usir Kusta dari Tubuh Sang Ibu SUATU ketika di akhir tahun 2002, Soeba Soebandhot (55) terhenyak alang kepalang begitu mendapat telefon dari keluarga di kampung halamannya, Ds. Kagok Kec. Slawi Kab. Tegal Jawa Tengah. Sang ibu, Karti (70-an) mengidap penyakit "aneh". Bermula dari gatal-gatal, kulit sang ibu tiba-tiba melepuh layaknya tersiram air panas. Tak sebatas itu, suhu tubuh Karti pun seketika menjadi tinggi sekali. "Semula, kami mengira, ibu hanya menderita penyakit kulit biasa. Akan tetapi, lama-kelamaan, ibu kelihatan semakin menderita. Kulit melepuh yang semula cuma ada di kaki, menjalar ke seluruh tubuh," kenang Soeba ketika ditemui "PR" di kediamannya, Jalan Cipaganti (kini Jalan R.A. Wiranatakusumah) Bandung, Selasa (31/5). Dalam keadaan begitu, imbuhnya, suhu tubuh Karti tak kunjung turun. Khawatir akan hal itu, Soeba memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. "Benar-benar mengkhawatirkan pokoknya. Apalagi, mengingat usia ibu yang memang sudah tidak muda lagi. Makanya, kemudian kami memutuskan untuk membawa ibu ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat," katanya. Bagai tersambar petir di siang bolong. Karti divonis dokter di puskesmas mengidap penyakit kusta. Tentu saja, Soeba merasa tak percaya akan vonis tersebut. "Lingkungan di kampung kami sebenarnya jauh dari kotor. Jadi, ketika mendengar vonis tersebut, kami tak lantas percaya. Memang, dulu, pernah tercatat ada seorang warga di desa kami yang menderita penyakit tersebut, tetapi sudah lama meninggal," tutur ayah 3 anak tersebut. Berbekal rasa penasaran, Soeba kemudian membawa sang ibu kepada seorang dokter (umum). Kembali, vonis serupa diperolehnya. Namun demikian, Soeba masih belum percaya akan apa yang saat itu dialami oleh sang ibu. "Terakhir, kami membawa ibu kepada seorang dokter spesialis kulit di Kota Tegal. Rupanya, vonis yang sama kami peroleh. Ibu memang menderita kusta. Sejak itu, kami mulai 'menerima' penyakit ibu," ungkap anak pertama dari 2 bersaudara itu. Kendati "menerima" kehadiran penyakit di tubuh sang ibu, Soeba dan adiknya tak lantas berpasrah. Sejumlah usaha dilakukan agar penyakit di tubuh sang ibu "minggat". "Oh, iya. Dokter spesialis kulit yang kami temui tak memberikan obat apa-apa untuk menyembuhkan penyakit yang diderita ibu saya. Katanya, belum ada obat untuk itu. Ibu hanya diberikan vitamin," ucapnya. Hari berganti hari, keadaan sang ibu belum juga menunjukkan tanda-tanda akan membaik. "Borok" di sekujur tubuhnya semakin menjadi-jadi. "Saya kembali ke Bandung. Sementara, perawatan ibu saya serahkan sepenuhnya kepada adik dan keluarga di kampung. Kendati demikian, saya tetap "buka mata buka telinga" siapa tahu ada informasi berguna tentang 'obat alternatif' yang bisa menyembuhkan penyakit ibu," ujarnya. Pucuk dicinta ulam tiba. Beberapa waktu kemudian, kata dia, ada seorang teman yang menginformasikan bahwa penyakit sang ibu bisa disembuhkan dengan minyak ular. "Saya mendapat informasi bahwa minyak ular itu dapat dibeli pada sebuah toko yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman. Ternyata, harga untuk satu botol kecil (seukuran wadah film) Rp 35.000,00. Sementara, kan saya membutuhkan banyak," kata Soeba. Mulanya, tak ada efek apa-apa pada kondisi perekonomian Soeba. Namun, setelah berbulan-bulan, mahalnya harga obat mulai terasa di kehidupan Soeba sekeluarga. Apalagi, di Bandung, dirinya hanyalah seorang pembantu rumah tangga. "Karena tidak punya uang sama sekali, dalam jangka 2-3 bulan kami tak bisa memberikan minyak ular kepada ibu. Omong punya omong, orang-orang kampung ternyata punya obat alternatif, yakni parutan biji pala. Caranya, biji pala (secukupnya) diparut hingga menjadi bubuk. Kemudian, bubuk itu dicampur dengan minyak goreng yang belum dipakai (minyak lentik). Lalu, ramuan tersebut dibalurkan ke seluruh tubuh," tandasnya. Perlahan-lahan, ketika menyempatkan diri untuk menyambangi, keadaan sang ibu mulai membaik. "Borok" di sekujur tubuh mulai mengering. "Saat kembali ke Bandung, saya bertemu seorang teman dan kemudian memberikan minyak ular secara gratis. Dia produksi sendiri minyak ular tersebut dan ternyata berasal dari daging ular sanca yang digoreng. Akhirnya, kami kembali bisa mengobati ibu dengan menggunakan minyak ular," tukas Soeba. Sejalan dengan itu, sempat juga Soeba membeli "pil ular" pada sebuah toko dan kemudian diberikannya kepada sang ibu. "Alhamdulillah, perlahan tapi pasti, keadaan ibu kembali seperti semula. Ibu yang tadinya hanya bisa berbaring, mulai bisa duduk, berdiri, dan kemudian beraktivitas sebagaimana biasanya. Bahkan, bulan Februari 2005 lalu, beliau sudah bisa menghadiri upacara pernikahan salah seorang anak saya di Bandung," tuturnya. (Hazmirullah/"PR")*** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

