"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" [Al Baqoroh:2]
"Ku tinggalkan 2 perkara, yang jika kamu berpegang pada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat. Yaitu Al Qur'an dan Sunnahku" [Hadits Nabi] Masalahnya bukan otoriter atau tidak. Boleh dikritik atau tidak. Tapi apakah perkataan, tulisan, dan perbuatan kita sesuai dengan Al Qur'an dan Hadits. Untuk apa kalau kita "tidak otoriter", bisa "dikritik" tapi tulisan kita selalu menyalahi Al Qur'an dan Hadits? Kalau soal dunia yang tak ada petunjuknya di Al Qur'an dan Hadits, kita bisa bicara apa saja selama tidak bertentangan dengan yang dua itu. Tapi kalau menyangkut agama Islam, ya harus sesuai dengan aturan Allah (Al Qur'an) dan utusan-Nya (Hadits Nabi). Karena yang punya otoriter menentukan sesat/tidak adalah Allah (yang tertuang dalam Al Qur'an) dan NabiNya (yang tertuang dalam Hadits). Kita merujuk pada dua pedoman itu. Bukan manusia biasa macam Ulil dan teman2nya...:) --- Ikranagara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Maaf, Bung Aris, kalau saya mendapat kesan Anda > tidak mengikuti apa > yang dipostingkan penulis di forum milis JIL. Tapi > mungkin saya > salah, karena saya hanya mengandalkan kepada apa > yang Anda tulis di > sini saja--- maaf. > > Di forum diskusi dunia maya yang diselenggarakan > oleh JIL itu tidak > ada sikap otoriter Ulil seperti yang Anda perkirakan > itu. Di sana > Anda dan siapa saja ditantang untuk berdebat dengan > kritis. Itulah > sebabnya saya ikut dalam milis itu. Banyak perbedaan > antara para > penulis di milis itu, dan semuanya bebas > mengungkapkannya dengan > kadar kekritisan masing-masing. Ulil bukan polisi > yang mengatur > lalulintas percaturan pemikiran lain di luar yang > sudah dikenal > dalam masalah Islam sebagai teks maupun Islam > sebagai prilaku budaya > di dalam masyarakat. > > Hanya orang-orang yang sudah karatan berpegang > kepada pemikiran daur > ulang warisan dari orang tua atau guru ngajinya saja > yang tidak > tahan menghadapi tulisan-tulisan kritis yang ada di > JIL. Misalnya > saja yang terakhir dalam diskusi tentang buku Ibnu > Warraq dan juga > Irshad Manji itu. > > Saya sudah lama di forum itu, dan saya tetap punya > p3endirian yang > banyak berbeda bukan hanya dengan penulis lainnya > saja bahkan dengan > Ulil sekali pun. Berbeda pendapat dan pendirian di > forum JIL itu > ditolerir, dengan catatan pandangan dan pendiriannya > itu boleh > dikritisi oleh yang lain -- suatu tata cara > pergaulan intelektual > yang matang dan dewasa. Kalau belum siap untuk > dewasa dan matang, > memang forum itu meresahkan, apalagi yang tingkat > emosionalnya masih > remaja. > > Saya sarankan agar Anda ikut dalam forum itu agar > paling tidak tahu > apa saja yang dibicarakan dan bagaimana jalannya > perdebatan di sana > sehingga akan kelihatan bahwa Ulil bukanlah pemenang > satu-satunya > kebenaran di sana. Ijtihad itu hak setiap manusia > Muslim. Dan Irshad > Manji mengambil haknya itu sebagai seorang perempuan > yang punya > pandangan feminisme, sehingga dia pun sampai kepada > kesimpulan fatwa- > free, artinya bebas dari kungkungan fatwa siapa pun, > sebab dia > mencari jalannya sendiri di dalam ke-Islam-annya > lewat ijtihad itu. > Otaknya encer dan tinggi mutunya, bahkan > dibandingkan banyak otak > para penulis lelaki di banyak milis yang saya ikut, > selain memiliki > keberanian. Ijtihad memerlukan keberanian dan > keenceran otak! Dan > otak adalah karunia tertinggi yang diberikan Allah > kepada ciptaannya > yang bernama manusia di bumi ini --- Alhamdulillah! > > Ikra.- > > > > > --- In [email protected], aris solikhah > <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Dear All > > Setuju dengan pendapat mas Samsul. Maaf bukan > maksud menggurui, > namun patut juga untuk direnungkan. Kadang kita > nggak setuju dengan > suatu organisasi dan ide-ide yang diusung dalam > kasus ini JIL dan > tokohnya. Namun disadari atau pun tidak kita telah > mengadopsi > pemikiran dan ide-nya secara mentah-mentah. Satu hal > misalnya, > dengan mengatakan jangan membawa penilaian agama > saat mengkritisi > suatu atau segala hal. Itu adalah ciri khas > sekularisasi atau > liberalisasi agama. Untuk kasus JIL tentu pemisahan > agama Islam > dengan aturannya. > > > > Atau tanpa ba bi bu kita mengomentari sesuatu yang > kadang belum > tahu pasti/yakin sebenarnya dalam hukum agama > bagaimana. Jadi mohon > bersama-sama, kita berhati-hati mengomentari > sesuatu. Apapun yang > kita lakukan suatu saat akan dimintai pertanggung > jawabannya. Bisa > jadi komentar kita yang mungkin keliru, kemudian > orang mengikutinya. > Siapa tahu? Maka kita yang jadi promotor dalam > kekeliruan itu. > Terima kasih. > > > > Salam, > > > > A. Solikhah > > > > mohdsyissamsul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > orang kayak ulil nggak perlu ditanggapin apa yang > disampaikannya. > > tapi yang menjadi masalah nanti kalo pendengar dan > pembacanya > malah > > terpengaruh khususnya bagi kalangan awam yang > kurang memiliki > basic > > islam, mereka akan menerima dengan mudahnya karena > kelihatan > seperti > > masuk akal. > > > > --- In [email protected], "Ari Condro" > <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Judulnya rada provok yak ... :)) > > > Tapi dibaca aja dech bagian bagian selanjutnya. > > > > > > salam, > > > Ari Condro > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: "assyaukanie" <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > > Ulil lagi dapat wahyu. Ide-ide brilian terus > muncul dari > kepalanya. > > > Sebagai seorang sahabat, saya cuma bisa > mengamininya. Qad ja'al > haq > > > wa zahaqal bathil...... > > > > > > Luthfi > > > ------- > > > > > > Mengapa Kita Perlu Meniru Barat? > > > Oleh Ulil Abshar-Abdalla > > > Kolom | 31/05/2005 > > > > > > Solusi yang harus ditempuh oleh umat Islam sudah > dicontohkan > oleh > > > Jepang, yaitu meniru Barat, menerapkan > rasionalisasi atas > > kehidupan, > > > dan memodernisir teknik; agama sebaiknya > ditempatkan > > > dalam "sanctuary" yang namanya ruang privat. > Bahwa Barat harus > > ditiru > > > secara kritis itu sudah merupakan kebenaran > dalam dirinya > > (truisme). > > > Jepang pun meniru Barat dengan kritis pula. > > > > > > Tantangan umat Islam sekarang ini persis seperti > yang dihadapi > > Jepang > > > pada abad 18 dulu. Ketika itu, intelektual > Jepang dihadapkan > pada > > > pilihan yang sulit: apakah menerima dan meniru > Barat atau tetap > > > berpegang pada warisan Tokugawa yang menutup > diri total dari > > pengaruh > > > asing. Hashim Saleh pernah menulis mengenai hal > ini di harian Al > > > Hayat. Jepang menempuh jalur "nekad" yang > ternyata benar: > tirulah > > > Barat. Sebagian besar intelektual Muslim selama > peralihan abad > 20 > > > mengusulkan opsi serupa, "tirulah Barat, karena > di === message truncated === Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.nizami.org __________________________________ Yahoo! Mail Mobile Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. http://mobile.yahoo.com/learn/mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

