Dear friends; Bahwa ayat-ayat Tuhan di dalam Qur'an itu semua sahih dan sesuai dengan yang diterima Nabi, dan tidak ada campurtangan atau perobahan dari manusia, itu semua jelas dan benar adanya. Allah sendiri mengatakan akan melindungi kesucian ayat-ayat-Nya, bukan?
Tapi ada satu masalah yaitu menyangkut penyuntingan Al Qur'an itu sampai menjadi mushaf seperti yang kita kenal sekarang, yaitu dimulai dengan Surat Al Fatihah itu. Padahal yang pertama diterima oleh Nabi adalah yang dimulai dengan kata "Iqra!" itu. Ayat-ayat pertama ini dimasukkan ke dalam Surat ke-96 bertajuk 'Alaq. Yang juga menarik untuk diperhatikan adalah, dua Juz terakhir (29 dan 30) berisikan ayat-ayat yang diterima Nabi di Makkah. Itu artinya, kalau mau disusun secara kronologis maka Suat Al 'Alaq itu diletakkan yang pertama, bukan Surat Al Fatihah. Memang, Al Fatihah juga diturunkan di Makkah, tapi jelas turunnya setelah Al 'Alaq. Pertanyaannya: apakah penyuntingan mushaf seperti yang ada sekarang ini tidak boleh diartikan bahwa Al Qur'an yang kita kenal sekarang ini sudah diarahkan makna/tafsirnya oleh penyunting mushaf ini? Apakah penyuntingan seperti ini belum boleh disebut sebagai "sudah ada campur-tangan manusia" di dalam mushaf Qur'an yang ada sekarang ini? Karena, kita semua suah tahu, dalam melakukan penyuntingan maka si penyunting sudah melakukan tafsir atas makna teks yang disuntingnya itu, yaitu disesuaikan dengan pendapatnya atau pandangan hidupnya yang mau tidak mau punya kadar subyektif. Sedikit kilas balik. Nah, ketika saya menunaikan ibadah haji pada 1995, diantara kenalan-kenalan baru dari bangsa dan negara lain, maka yang paling intensif prgaulan saya adalah dengan dua orang dari India. Yang satu adalah seorang dosen yang sedang memperdalam Ilmu Ekonomi di London, satunya lagi seorang tua (pantas sebagai ayah saya) yang sudah beberapa tahun bermukim di Makkah. Yang tua itu sedang melakukan riset Asbabunnuzul, dengan tujuan untuk menyusun Qur'an yang ayat-ayatnya dilengkapi dengan penjelasan tentang peristiwa yang terjadi pada saat ayat-ayat itu turun, sehingga makna kontektual dari ayat-ayat itu menjadi jelas. Selain itu dia juga berniat menyusun ayat-ayat itu sesuai dengan urutan kronologis turunnya ayat-ayat itu. Maka dia berharap akan melahirkan sebuah Qur'an yang ayat-ayatnya disusun secara kronologis dan dilengkapi dengan apa yang terjadi pada saat ayat-ayat tersebut diterima Nabi. Jadi, bisa diharapkan dari membaca karyanya itu nanti pembaca akan mendapatkan riwayat hidup Nabi sejak pertama kali menerima ayat "Iqra!" tadi sampai beliau wafat, selain ayat-ayat Tuhan yang diturunkan lewat Nabi. Sayangnya saya tidak berhubungan kembali dengan kedua orang India itu sekembali saya dari Makkah, karena saya langsung mengurusi Festival Istiqlal --- saya kebagian ngurusi Seni Pertunjukan Islam. Maka saya tidak tahu lagi perkembangan risetnya itu. Tapi memang saya pernah mendengar sudah ada Qur'an yang disusun secara kronologis sesuai kapan turunnya ayat-ayat itu, dalam bahasa Inggeris. Hanya saja sampai sekarang saya belum pernah menemukannya sendiri. Jadi, saya tidak tahu apakah itu Qur'an hasil susunan kenalan saya orang India pada saat saya menunaikan haji pada 1995 itu. Tapi usahanya itu bagi saya menarik sekali! Apalagi ketika itu dia memberikan contoh bahwa pemakaian jilbab itu sebenarnya tidak beda maksudnya dengan pakaian seragam untuk bisa dikenal dengan tujuan bisa dilindungi kalau ada yang mengganggunya di jalan terutama pada malam hari. Jadi, tidak ada larangan perempuan keluar ke jalan pada malam hari. Dan tujuan pakai jilbab agar bisa dikenali dan bisa dlindngi oleh pria Muslim. Nah, apakah dengan pakai jilbab tujuan itu bisa dicapai? Di zaman Nabi, di Madinah yang kampung kecil lagi ketika itu, masih mungkin. Tapi kalau di Jakarta yang ramainya ribuan kali dibandingkan Madinah, dan tindak kejahatan terhadap penduduknya tinggi, maka memakai jilbab tidak akan menolong, bukan? Maka menurut kenalan saya itu "jilbab" zaman sekarang adalah "belajar bela diri" seperti "silat, kongfu, karate" untuk perempuan Muslimah kalau mau aman di jalan pada malam hari di kota besar. Buah fikirannya ini prnah saya sebarkan nkepada banyak rekan saya, dan ada yang bukan hanya mengiyakan, tetapi mempraktikkan sehingga puterinya yang masih SMA disuruh berlatih bela diri, dan tidak usah pakai jilbab. Nah, menarik sekali buah fikir kenalan saya dari India itu, bukan? Ikra.- --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau orang islam percaya, Kitabnya adalah ditulis langsung oleh > Allah, > > ya monggolah. Non Islam, mungkin tersenyum senyum, tapi tak usah > > mendebatnya. > > > > Salam tanpa repot > > > > Danardono > > Gitu aja kok repot. > > Sedikit ralat, KitabNya ditulis manusia. ato KitabNya "ditulis" > langsung oleh Allah. Sama saja dengan Umat KRisten yang berpendapat > Injil ditulis atas bimbingan Roh Kudus...jadi kebenarannya terjamin... > > Penulis-penulis AlQur'an jelas siapa nama-nama mereka dan bagaimana > akhlak mereka (bisa dipelajari), namun sedikit sekali umat Islam > mengatakan penulis2 tersebut dalam bimbingan Allah SWT untuk menjamin > kebenaran AlQur'an. Penulis Injil kebanyakan tak dikenal, jadi perlu > kalimat 'bimbingan roh kudus' untuk menjamin kebenarannya. Sayapun > tersenyum karena dalam pikiran saya ini berarti menaruh beban berat > kepundak roh kudus...:-). > > KitabNya "ditulis" langsung oleh Allah ...karena ada yang mempercayai > bahwa AlQur'an telah ada di lauful mahfudz sebelum diturunkan kebumi. > Tapi terus terang saya belum mendalami hal ini meskipun dalam pikiran > saya bisa saja demikian karena ini ilmu metafisika... > > wassalam, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

