--- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Soal kemajuan Jepang ini, saya rasa bukan semata meniru Barat. Dan
> rasanya nggak berkaitan sama sekali dg agama, maksud saya, kalau org
> Jepang religiuspun saya yakin mereka tetap maju. Hal ini banyak
sekali
> dibahas dibeberapa buku dan jurnal, juga seminar. Saya lebih percaya
> kata kuncinya adalah : international trade policy yg kebetulan lagi
> "pas" dg kondisi regional dan international saat itu.
>
> Pada saat Jepang memulai export-oriented policy setelah WW II, saat
> itu negara2 Asia lain jauh lebih terbelakang (Jepang sebenarnya
sudah
> cukup maju waktu sebelum WWII) dan permintaan dunia sedang boom (ini
> kondisi natural setelah habis perang). Amerika meminta Jepang
membuka
> diri, dan terjadilah arus perdagangan besar antara Jepang dan
Amerika.
> Korea mendapat "berkah" ini setelah Jepang yang memimpin didepan
> (ingat teori Flying Geese) memberikan estafet produk2 low-technya ke
> Korea dan kemudian Taiwan karena Jpg sudah beralih spesialisasi ke
> produk high-tech.
> Dari segi human capital, Jepang punya kata kunci: hardwork! Ada
> anekdot disini, orang Jepang tidak akan marah kalau dikatain bodoh,
> tetapi tersinggung jika dibilang pemalas. Kebalikan sama org kita
> yah... pengen serba instan dan malu bekerja keras.
>
> Soal agama, saya lihat mereka kadang2 seperti "kosong", makanya
angka
> bunuh diri sangat tinggi disini (sekitar 30,000 orang pertahun!).
Dan
> agama Islam tumbuh cukup pesat disini walau persentasenya kecil.
Saya
> heran, kenapa banyak orang termasuk Ulil mempertentangkan antara
> beragama dan kemajuan duniawi. Apa pengertian beragama sudah
direduksi
> sedemikian rupa sehingga cuma menjadi acara ritual yang menghabiskan
> waktu dan membuat kita idiot?
>
> Kalau ada teman Japanese yg bertanya pada saya soal Islam, setelah
> saya jelaskan, biasanya dia akan komentar: bagus ya, tetapi taihen
ne
> (berat ya..) terutama karena nggak boleh minum alkohol (sudah gaya
> hidup mereka), harus puasa dan sholat. Makanya saya lihat yang ngaku
> Kristen pun biasanya cuma ditandai dg pake kalung salib dan kegereja
> kalau pas kawinan aja. Yang Buddhist dan Shinto juga ke kuil 1-2
kali
> setahun, biasanya pas tahun baru. Ada yang "mencari" dan
> "mendapatkan", makanya mereka kemudian pindah agama ke Islam atau
> Kristen; ada yg cuek... toh mereka semua tetap pekerja keras.
>
DH: Jepang mereformasi diri jauh sebelum PD II, yakni dibawah kaisar
Meizi. Refoirmasi ini saja takkan berarti apa apa, kalau di Jepang
tak berkembang budaya khas, dengan semangat bushido. Buddhisme
dikembangkan disana dan mendapat wajah khusus, yang dinamakan Zhen
(Tionghoa: Chan).
Berbeda dsengan Tiongkok, yang sangat benci barat, lalu menutup diri
rapat rapat, akhirnya dipaksa dengan meriam oleh barat, maka Jepang
membuka diri (bukan meniru), mempelajari tekhnik pembuatan kapal
perang dan senjata api dari Portugis dan Spanyol. Moral pengorbanan
diri untuk masyarakat mendasari mental bangsa Jepang.
Agama bukan faktor penting. Jepang bangkit karena budaya yang mereka
kembangkan, bukan karena agama mereka. Agama apapun mereka anut
mereka akan tetap bersifat demikian. Jepang Islam akan tetap berbeda
dengan Marokko Islam.
------------------------------------
>
> >
> > Spanyol adalah bgs eropa pertama yang mempratekkan perbudakan,
karena
> > sewaktu spanyol diduduki or dikuasai oleh Arab, maka diadopsi
tentang
> > ajaran perbudakan, pada dasarnya Islam memang mengakui perbudakan
> saat itu.
> >
> >
>
> Bukan Arab asal muasal perbudakan, tetapi perbudakan itu bagian dari
> sistem masyarakat zaman dahulu, bukan cuma di Arab.
DH: sejarah perbudakan sudah tua sekali. Mungkin jauh sebelum masa
Abraham. Praktetk ini sudah dikenal, terutama sebagai akibat dari
peperangan, dimana tawanan diperbudak.
Perbudakan tak ada urusan dengan AGAMA. Tak ada agama yang jelas
jelas melarang perbudakan.
Bahkan, bangsa Amerika yang telah menganut Protestantisme (yang lari
dari Eropa karena penindasan kahtolik) tetap memperbudak orang
Afrika, yang mereka duga lebih rendah dari manusia putih.
Kebudayaan Hindu malah memperkukuh status perbudakan dalam susunan
kasta, yakni paria.
Salam
danardono
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/