Sebenarnya apa bener budaya telanjang itu dari Barat? Apa bener kita meniru dari Barat? Apa bukan kita yang punya budaya telanjang kayak gitu?
Telanjang seperti apa sih yang mau diomongin? Telanjang dalam arti harfiah, tak pakai sehelai benangpun di badan? Menurut saya nggak ada korelasi yang jelas antara ketelanjangan dan pemerkosaan. Pemerkosaan itu kan tabiat, yang sulit diatasi bahkan sejak zaman jahiliyah. Yang bisa dilakukan cuma membuat undang-undang yang melindungi kaum hawa dari pemerkosaan. Jangankan memperkosa, nyolek aja kalo perlu dihukum seberat-beratnya. Itu namanya pelecehan atas hak asasi orang lain, melecehkan harkat dan martabat perempuan. Kecuali dilakukan suka sama suka, itu lain lagi persoalannya. Kalau ada yang berpikir ketelanjangan bisa menurunkan kasus pemerkosaan, itu artinya menyalahkan perempuan atas kasus pemerkosaan. Seolah-olah orang-orang memperkosa karena perempuan pelit, membuat laki-laki penasaran, dan membuat hasrat terpendam. Orang masih berpikir, bahwa terlalu sering melihat paha akan membuat laki-laki kebal. Atau memang begitu? Kalau begitu saya setuju dengan mbak Lina, mari kita telanjang saja bersama-sama. Mitos seperti ini tidak juga hilang, meski sudah berulangkali dibantah tapi ternyata masih juga ada. Soal pedalaman, pemerkosaan lebih sedikit? Kata siapa? Kuatnya posisi laki-laki terhadap perempuan yang membuat perempuan tidak berdaya di wilayah pedalaman. Jadi, meski kita bis amenyebut sebagai pemerkosaan, perempuan disana tidak akan berani menyebutnya demikian, karena bisa-bisa malah kena getahnya. Papua? Kasus HIV/AIDS di Papua no 1 di Indonesia. Sebentar lagi mungkin orang Papua akan punah karena HIV/AIDS, yang sebagian besar ditularkan oleh perilaku seks bebas. Apa orang Papua meniru budaya Barat? Boro-boro TV, sekolah aja belum tentu ada. Setuju lagi dengan mbak Lina. _________________________________________ rahadian p. paramita at http://prajnas.blogspot.com See the truth and the truth shall set you free. Date: Tue, 07 Jun 2005 03:31:49 -0000 From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Meniru Budaya Telanjang - Re: Re: Mengapa Kita Perlu Meniru Barat? (lagi2 si ulil..) ya udah..kita telanjang aja semua, biar gak ada perkosaan...:-))) Kalo dipedalaman gak ada perkosaan karena mereka memang gak kenal kata itu, mereka cuma tau (mungkin) free sex...he..he... Free sex merekapun bukan karena meniru budaya barat. Gitu aja deh. Gak tau sih gimana suku pedalaman itu membuat peraturan untuk kaumnya sendiri. gaptek! wassalam, [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

