http://www.suarapembaruan.com/News/2005/06/07/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Tajuk Rencana I

Sekolah Gratis untuk Siapa?
PEMERINTAH dan Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati 
membebaskan biaya sekolah bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah 
Pertama (SMP). Tahun anggaran 2005-2006 disediakan dana Rp 6,272 triliun dari 
kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). 

Dana tersebut digunakan untuk operasional sekolah sehingga tidak perlu ada 
pungutan kepada orangtua siswa. Ketentuan yang disepakati juga menyebutkan, 
sekolah yang memungut biaya sama atau kurang dari besarnya bantuan operasional, 
nantinya tidak boleh memungut iuran dari orangtua siswa. Sedangkan sekolah yang 
memungut lebih besar dari bantuan diperbolehkan menarik iuran tanpa paksaan. 

ADA dua masalah yang belum cukup jelas dari kesepakatan pemerintah dan DPR 
mengenai hal ini. Pertama, tentang apakah pembebasan biaya sekolah ini akan 
menjadi program yang terus berlangsung, sehingga setiap tahun harus disediakan 
dana operasional. Kedua, bagaimana mekanisme penggunaan dana kompensasi ini 
agar tepat sasaran dan memenuhi rasa keadilan. 

Masalah pertama harus memperoleh kejelasan. Pendidikan merupakan pembangunan 
dan investasi di bidang sumber daya manusia dalam jangka panjang sampai 
terlihat hasilnya. Pembebasan biaya sekolah yang hanya berlangsung beberapa 
tahun atau tidak berkesinambungan, tidak menghasilkan perubahan yang nyata dan 
signifikan dalam perbaikan kualitas SDM. Jika hal ini terjadi, pendidikan 
gratis dengan biaya besar justru memicu pemborosan dana di tengah-tengah 
kehidupan bangsa yang kesulitan anggaran. Juga diperlukan usaha serius mencegah 
kebocoran dan salah sasaran. Korupsi masih menjadi momok yang bisa menggerogoti 
tujuan baik tersebut. Oleh karena itu, mekanisme dan pengawasannya harus lebih 
ketat, sejak perencanaan. 

Masalah kedua patut dicermati, karena semangat mengurangi subsidi BBM dan 
menyediakan dana kompensasi sejak awal dimaksudkan untuk membantu mereka yang 
miskin. Masih ada pertanyaan apa yang dimaksud sekolah gratis, dan tampaknya 
mengarah kepada kucuran dana operasional untuk semua SD dan SMP. Jika itu yang 
dimaksud, berarti dana tersebut dinikmati semua siswa, baik keluarga miskin 
maupun kaya. 

Masalahnya, bisakah dibenarkan dalam kondisi seperti ini orang kaya memperoleh 
dana kompensasi? Lalu apa bedanya dengan subsidi BBM yang oleh pemerintah 
disebutkan, sebagian besar dinikmati kelompok orang kaya? Kucuran dana kepada 
semua sekolah dinikmati oleh semua siswa, bisa membuat dana kompensasi ini 
meleset dari sasaran semula. 

OLEH karena itu, mekanisme dan pelaksanaan ketentuan sekolah gratis ini harus 
diperjelas, dan dibahas dulu lebih rinci. Ada baiknya dipertimbangkan untuk 
melihat kemungkinan bahwa dana kompensasi untuk pendidikan khusus diberikan 
kepada siswa dari keluarga miskin. Sedangkan siswa dari keluarga yang tidak 
miskin tetap membayar iuran secara wajar. Maka, diperlukan standar yang baku 
tentang garis batas miskin dan tidak miskin, sehingga jelas siswa mana yang 
sekolah gratis dan yang tidak. 

Mekanismenya dimulai dengan pendataan secara faktual siswa dari keluarga 
miskin. Proses ini membutuhkan kejujuran dan pengawasan, agar jangan sampai ada 
orang yang mengaku-aku miskin hanya untuk mendapat pendidikan gratis untuk anak 
mereka. Dan, dana untuk siswa yang miskin diserahkan langsung kepada lembaga 
pendidikan dengan ketentuan melarang sekolah memungut segala iuran dari siswa 
tersebut. Untuk semua itu, diperlukan ketentuan-ketentuan yang jelas, yang 
harus dibahas dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan pendidikan. 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 7/6/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke