Dengan tarif sekarang saja, ada ibu bunuh diri di Cengkareng gara2 diancam listrik di rumahnya akan diputus gara2 pembayaran oleh petugas PLN. Kemudian di Majalaya (/Majalengka?), PLN akan bekerjasama dengan Kejaksaan menagih sekitar 2000 keluarga yang menunggak.
Jika benar TDL akan dinaikan, akan lebih banyak keluarga yang menderita serta banyak perusahaan yang akan tutup. Pengangguran akan bertambah. Kenaikan TDL mungkin diharuskan, agar PLN bisa untung dan menarik bagi para investor. Apakah ini adalah kebijakan para ekonom neoliberal di pemerintahan SBY yang selalu mengusung isyu privatisasi? --- Eddy Satriya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Duh..saya sungguh menangis, teringat cerita seorang > saudara saya di Nurul > Fikri-Depok yang berkisah bahwa tetangganya tanpa > mau mengganggu orang lain > telah "nekat" membawa / memanggul mayat isterinya > untuk dimakamkan di > kampungnya sekitar Solo hanya dengan mengendarai > motor..karena keterbatasan > biaya untuk ambulan. > > Duh ..saya juga lagi berkabung, gak tahulah dari > mana memulai lagi. Tadi > pagi saya dengar di radio masalah PLN (hanya salah > satu contoh)...yang mau > menaikkan TDl, terus terlintas..apakah PLN atau BUMn > pada umumnya harus > untung banyak? GImana kalau banyak BUMN yang tidak > perform di"down grade" > aja dari PT menjadi PErum atau kalau perlu > Perjan...biar direksi nya juga > ikut prihatin, bukan foya-foya seperti sekarang, > sementara > rakyat...menrintih menjerit. > > Salam prihatin, > > Eddy Satriya > Email: [EMAIL PROTECTED] > Website: www.geocities.com/satriyaeddy ; > Blog: eddysatriya.blogspot.com , > spaces.msn.com/members/kritikaku > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A > Nizami > Sent: Tuesday, June 07, 2005 3:31 PM > To: [email protected]; > [email protected]; lisi; > sabili; yisc_al-azhar > Subject: [LISI] Akibat Privatisasi: Pemulung Bawa > Mayat Anaknya > > Sedih juga melihat sebagian rakyat kita yang miskin > mati karena busung lapar atau karena tidak mendapat > layanan kesehatan seperti cerita di bawah ini. > > Menurut saya, ini tak lebih karena sistem ekonomi > yang > memanjakan kelompok konglomerat dan Multi Nasional > Company, terutama untuk sektor publik dan > pertambangan. Akibatnya, keuntungan perusahaan dari > eksploitasi kekayaan alam kita yang seharusnya masuk > ke kas negara untuk memakmurkan rakyat, jatuh ke > segelintir konglomerat dan pengusaha asing. > > Sebagai contoh, blok minyak Cepu yang dikabarkan > punya > cadangan migas senilai 2 milyar barrel atau sekitar > Rp > 1000 trilyun, diserahkan ke perusahaan asing. > > Lebih dari 60 trilyun rupiah diberikan setiap tahun > ke > kapitalis lewat bunga SBI/Obligasi negara serta para > spekulan valas untuk "menstabilkan" nilai rupiah > karena sistem "floating rate". > > Pelayanan kesehatan atau usaha mensejahterakan > rakyat? > Urutan ke berapa ya? > > PEMULUNG NAIK KRL BAWA MAYAT ANAK DIAMANKAN POLISI > > > - TEBET - Seorang pemulung panik karena tidak punya > uang sewa ambulans untuk mengubur jenazah anak > perempuannya yang meninggal karena muntaber. Ia > nekat > membopong mayat balitanya untuk > dimakamkan di Bogor dengan menumpang KRL di Stasiun > Tebet Jakarta Selatan, pemulung itu diamankan ke > kantor polisi, Minggu siang. > > Kisah mengharukan ini menimpa Supriono,38, bapak dua > anak. Putri bungsunya yang meninggal dunia pada > Minggu > pagi (5/6) bernama Nur Khoirun Nisa, berusia 3 tahun > 2bulan. Melihat anak kesayangannya meninggal, pria > yang biasa mencari barang bekas di kawasan Menteng, > Jakarta Pusat, menjadi sedih. Supriono pun nekat > membawa jenazah putrinya untuk dimakamkan didekat > rumah temannya di Bogor, tetapi menyewa ambulans > atau > mobil untuk membawa mereka ke Bogor, juga butuh > biaya > yang tidak sedikit. > > Bersama Nurizki Saleh,6, anak pertamanya, ia > memutuskan pergi ke stasiun KA Tebet dengan tujuan > Bogor. Tubuh kaku Nur Khoirun Nisa yang memakai kaos > bergambar Dora diselimuti lalu digendong pakai kain. > Di Stasiun Tebet, calon penumpang yang saat itu > sedang > menunggu kedatangan kereta api tidak menaruh rasa > curiga terhadap Supriono. Heboh pun muncul saat > seorang pedagang teh botol yang hendak naik kereta > api > secara tak sengaja melihat wajah Nur Khoirin Nisa > dibalik gendongan kain. > > Anak bapak sakit kok ditutupin pakai kain, kata > penjual teh botol. Dengan polosnya, Supriono mengaku > kalau anaknya sudah meninggal. Mendengar jawaban > itu, > pedagang teh botol kaget dan ia langsung berteriak > mayat, ada orang membawa mayat, dalam waktu singkat, > puluhan calon penumpang di Stasiun KA Tebet pun > geger. > > > Seorang warga menghubungi Polsek Tebet, Supriono > yang > merasa dirinya tidak bersalah akhirnya dimintai > keterangan di Polsek Tebet. kepada petugas, duda > yang > megaku mendapat penghasilan Rp.10.000 per hari dari > usahanya memungut barang bekas itu berterus terang > bahwa anaknya meninggal karena muntah berak. Tapi > saya > tidak punya uang untuk menguburnya. Jenazah anak > saya > mau dimakamkan di Bogor, kata Supriono. > > Dijumpai di RSCM, pria in menambahkan, kedua anaknya > itu merupakan buah pernikahan dengan Turiyem. Karena > tidak kuat hidup miskin, Turiyem mengajukan cerai. > Anak-anak ikut sama Supriono. Takdir rupanya > berkehendak lain, putri pertamanya meninggal akibat > sakit. > > http://www.poskota.co.id/poskota/headline_contents.asp?id=5295&file=index > > Bacalah artikel tentang Islam di: > http://www.nizami.org > > > > __________________________________ > Discover Yahoo! > Use Yahoo! to plan a weekend, have fun online and > more. Check it out! > http://discover.yahoo.com/ > > > > ====================================================================== > Lingkar Ilmuwan Sosial Indonesia (LISI) adalah forum > untuk menggagas dan > mempertukarkan ide baru serta mengembangkan ilmu > pengetahuan sosial. Dalam > LISI, topik-topik diskusi ditinjau dan dianalisis > dari beragam perspektif > yang memungkinkan proses pendidikan dan pembelajaran > kolektif yang mendukung > kemajuan anggota dan masyarakat Indonesia umumnya. > ====================================================================== > 1. Untuk berhenti berlangganan, kirimkan e-mail > kosong ke: > [EMAIL PROTECTED] > 2. Untuk berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: > [EMAIL PROTECTED] > 3. Untuk menghindari penyebaran virus, pengiriman > attachment file > tidak dimungkinkan, kecuali via moderator. > 4. Bahasa Resmi dalam LISI: Bahasa Indonesia dan > Bahasa Inggris. > 5. Netters LISI diminta sebisa mungkin menghindari > "posting a la chating". > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.nizami.org __________________________________ Discover Yahoo! Get on-the-go sports scores, stock quotes, news and more. Check it out! http://discover.yahoo.com/mobile.html *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

