http://www.suaramerdeka.com/harian/0506/09/nas01.htm
Bom Meledak di Rumah Jibril
a.. Diduga sebagai Bom Jebakan
PERIKSA LOKASI: Sejumlah petugas puslabfor Polri memeriksa tempat tinggal
Abu Jibril alias M Iqbal beberapa saat setelah bom meledak di halaman rumahnya,
di Kompleks Witana Harja, Pamulang, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/6).
Bom yang meledak pagi hari tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. (57t)
JAKARTA - Di tengah kepanikan menghadapi ancaman teror yang disebut-sebut
datang dari kelompok Azahari, Rabu subuh kemarin, Tangerang dikejutkan oleh
ledakan bom. Meskipun ledakan ini tidak menelan korban, namun membuat gempar
dan panik masyarakat sekitar.
Apalagi ledakan itu terjadi di depan rumah kontrakan Abu Jibril di Jalan Bima
Blok C No 106 Kompleks Witana Harja, Pamulang Barat, Tangerang. Abu Jibril
pernah ditahan di Malaysia dengan tuduhan terkait terorisme.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani menyebutkan, pelaku peledakan
di halaman rumah Muhammad Iqbal alias Abu Jibril, adalah "kelompok
avonturir"(kelompok petualang) dan bersifat lokal. Menurutnya, kelompok
tersebut meledakkan bom untuk kepentingan tertentu.
"Karena benci seseorang atau karena tidak bisa membayar utang, dan benci
terhadap kelompok tertentu karena menghina, lalu meledakkan bom," kata Firman
kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (8/6).
Namun demikian, ungkap Firman, polisi tidak mengabaikan kemungkinan ledakan
berkaitan dengan jaringan internasional, nasional, maupun regional. Analisis
itu, menurutnya, berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi dari tetangga
Jibril.
Selama ini, tambahnya, ada "ketidakharmonisan" Abu Jibril dengan lingkungan
sekitar. Misalnya, Abu Jibril tidak melibatkan tetangganya saat mengadakan
kegiatan keagamaan di rumahnya.
Firman menegaskan, tidak sulit membuat bom dan bisa dilakukan oleh semua orang.
"Mereka tinggal beli black powder atau potasium, bisa langsung diledakkan,"
jelasnya.
Pada bagian lain Kapolda Metro Jaya juga mengemukakan, pihaknya masih mengejar
dua pengendara sepeda motor yang diduga meletakkan bom tersebut pada pukul
04.10 WIB, atau 20 menit sebelum meledak. "Kami masih mengejar dua pengendara
sepeda motor itu," katanya.
Namun Firman menolak menyebut bahan yang meledak itu sebagai bom. Alasannya,
ledakan hanya mengakibatkan lubang sedalam 20 cm. Rumput yang terangkat pun
hanya pada kedalaman 5-6 cm. "Dan ada 30 cm lingkungan rumput yang terbakar,"
tutur Firman yang didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar
Tjiptono.
Mengenai barang bukti yang disita, lanjut dia, di antaranya satu plastik kanebo
(alat cuci mobil), beberapa bubuk hitam, sisa-sisa kabel, dan baterai. "Ini
merupakan rangkaian low explosive yang menggunakan timer" ujarnya.
Tentang Abu Jibril, Firman menjelaskan, mengontrak rumah itu untuk dua tahun
sejak akhir 2004 lalu. Dalam kasus ini, polisi sudah meminta keterangan dari
Jibril, keluarganya, dan beberapa tetangga. "Termasuk saksi yang melihat, Edi,
yang buka warung kurang lebih 50 meter di sekitar kejadian," ucapnya.
Radius Ledakan
Sementara itu, sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh aparat kepolisian
menuturkan, ledakan di Jalan Bima Blok C No. 106, Kompleks Witana Harja, Desa
Pamulang Barat, terjadi pukul 04.10 WIB. Ledakannya dilaporkan terdengar hingga
radius 5-6 km.
Ledakan itu terjadi di pekarangan rumah kontrakan yang dihuni Abu Jibril. Ia
pernah ditahan oleh Pemerintah Malaysia dan dihubungkan dengan kasus-kasus
terorisme. Ia juga dikenal sebagai Muhammad Iqbal.
Saksi mengungkapkan, ledakan terjadi ketika penghuni rumah sedang melakukan
shalat Subuh di masjid, tak jauh dari lokasi.
Menurut Budi, warga setempat, ledakan membuat terkejut warga perumahan dan
sekitarnya. Saat itu banyak warga yang belum bangun. Sebagian lainnya
menunaikan shalat di masjid. Ledakan hanya terdengar sekali, dan langsung
membuat panik warga sekitar.
H Abun, warga lainnya mengemukakan, Abu Jibril sudah mengontrak rumah itu
selama enam bulan. "Dia sering memberi ceramah di masjid," ujarnya sembari
menambahkan, ceramah Jibril terkadang sedikit keras dan ekstrem.
Pemasok Militer
Saksi lainnya yang juga tetangga korban, Wiwin Setiawati, mengatakan rumah yang
kini dikontrak Abu Jibril sebelumnya dihuni pemasok peralatan militer. Menurut
tetangga aktivis Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) itu, polisi menemukan
sarung pistol dan sangkur ketika menyisir rumah setelah terjadinya ledakan.
Wiwin menuturkan, barang-barang itu ditemukan di sebuah mobil VW Combi yang
teronggok di pekarangan rumah. Mobil itu, jelas dia, telah ada sebelum Jibril
menghuni rumah dan kemungkinan milik Erwin, penghuni rumah sebelumnya. "Erwin
itu dulunya pemasok peralatan militer," imbuhnya.
Faris, tetangga Jibril lainnya, mengaku cukup akrab dengan Abu Jibril dan
sering mengobrol tentang Alquran di masjid. Ia juga mengaku sering bermain
dengan anak-anak Jibril.
Sementara Siti (20), yang bekerja di rumah tepat di samping rumah Abu Jibril
mengutarakan, sehari-hari rumah itu sepi. Siti jarang sekali melihat penghuni
rumah keluar, termasuk di pekarangan. "Mereka belum lama tinggal disini, baru
sekitar enam bulan, dan saya belum pernah mengobrol dengan mereka," ucap Siti.
Pemeriksaan yang dilakukan petugas dari Laboratorium Forensik (Labfor) sempat
membawa sejumlah barang dari lokasi ledakan. Diantaranya polisi tampak
mengangkut sebuah tas stik golf dan beberapa kertas-kertas ke dalam mobil
Satuan Reserse Kriminal Jakarta Selatan.
Ledakan Jebakan
Irfan Awwas dari MMI menilai, ledakan bom di rumah kontrakan Abu Jibril sebagai
jebakan. Ia menduga peledakan itu lebih dimaksudkan untuk menjebak Jibril.
Sebab, ledakan terjadi di halaman dekat garasi rumah kontrakan.
"Kami mengecam aksi teror ini," kata Irfan yang tengah berada di Polsek
Pamulang, tempat Jibril dimintai keterangan oleh polisi.
Meski ledakan itu terdengar cukup keras, tapi tak ada korban jiwa maupun
luka-luka akibat ledakan tersebut. Rumah di sekitar tempat ledakan pun tak ada
yang rusak.
Abu Jibril alias Muhammad Iqbal adalah pemimpin Majelis Mujahiddin yang pernah
dipenjara tanpa proses peradilan di Malaysia. Ketika itu, ia bersama Kumpulan
Mujahiddin Malaysia (KMM) dituduh hendak mendirikan negara Islam.
Sementara itu, Amerika Serikat menuduh Jibril sebagai Wakil Komandan Jamaah
Islamiyah di Asia Tenggara yang berafiliasi ke Al-Qaeda pimpinan Usamah bin
Ladin.
Saksi Korban
Lebih lanjut Firman Gani mengatakan, status Abu Jibril masih saksi korban.
Masyarakat, diimbau tetap tenang dan jangan panik. Ditambahkan, pihaknya tetap
siaga untuk mengamankan Ibu Kota. Sampai kini, dua pertiga kekuatan Polda Metro
Jaya dikerahkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Menjawab pertanyaan mengenai tersangka peledakan itu, Firman menjelaskan, belum
ada. "Sampai saat ini Polda Metro Jaya belum menangkap seorang pun terkait
ledakan di Kompleks Witana Harja, Pamulang," tandasnya.
Menurutnya, saat ini Polres Metro Jakarta Selatan baru memeriksa Abu Jibril
sekeluarga. Abu Jibril disebut-sebut dekat dengan pimpinan MMI Abu Bakar
Ba'asyir.(bu,sas-48v)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/