samudjo:
-------
Saya jadi inget di negeri sendiri Kayaknya sekarang
orang bule sedang menjadi tuan yah? Yang laki-laki
meski pengalaman dan pendidikannya lebih tinggi
harus rela mendapatkan gaji 1/10 s/d 1/5 dari tuannya
Yang perempuan harus memberikan service extra untuk
***************************************************
tetap bertahan pada posisinya; belum lagi para artis
*****************************
yang sedang mode untuk bertuankan seorang bule.
Barangkali memang sudah takdir, selagi jadi mahasiswa
tahun 1978 kami mencoba meruntuhkan orde korup itu,
anda saja berhasil Indonesia mungkin tidak akan mengalami
krisis yang berkepanjangan.
Yang penting apapun status kita sekarang ini, yakinlah
bahwa yang paling mulia di sisi-Nya adalah yang paling
bertakwa.
ihm:
---------
apa yang dimaksud pak samudjo pada aline pertama di atas,
ada kaitannya dengan * industri prostitusi? *. Saya melihat
pembicaraan mengenai *perbudakan* dewasa ini masih sangat
relevan, terutama sebagai upaya dalam mencegah tumbuhnya
*industri perbudakan versi modern*; kaitannya dengan
'human traficking' - terutama sekali yang terkait dengan
industri prostitusi.
alinea terakhir, a 100 % yes, this was exactly what
Qur'an says.
RM Danardono
------------
Mungkin sekali, karena kami, orang Kristen telah
mengambil alih agama kami dari orang kulit putih,
maka kami, tak begitu peka pada kejahatan kemanusiaan
ras kulit putih pada bangsa bangsa berwarna.
Kejahatan rasialisme yang paling dahsyat terjadi di
Eropa dan USA, yang adalah Kristiani.
ihm:
-----
dalam konteks dialog antar ummat beragama,
dalam konteks theologi, bagi Muslim relatif
lebih 'mudah' berdialog dengan ummat Jahudi,
karena sama-sama memiliki konsep 'absolute
Monotheism.'
Sepengetahuan saya, hingga masa konsil Nicea
yang pertama, tahun 325, berbagai aliran
kristen yang ada pd. saat itu dapat dikelompok
kan menjadi 2:
(1) kelompok pendukung ajaran Trinitas
(2) kelompok pendukung ajaran Unitarian
( i.e. that Jesus is *created* by and
hence is *inferior* to God )
<http://en.wikipedia.org/wiki/Unitarian>
Dari proses politik yang berlangsung di sekitar
konsili Nicea, akhirnya kelompok Trinitas lah
yang dominan - dan kemudian didukung oleh kaisar
Konstantin. Hingga saat ini, meskipun minoritas,
gereja-2 yang menganut ajaran Unitarian masih
ada. Pertanyaan saya apakah pada kelompok-2
gereja *non-european*, seperti yang ada di
Syria, Lebanon, dan Mesir, ajaran Unitarian
ini juga terwakili?
R.M. Danardono:
--------------
Karena Kitab Perjanjian lama, yang adalah Kitab Suci
orang Yahudi, menjadi bagian dari Kitab Suci kami,
maka, kamipun berpegangan pada kisah didalamnya,
bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa terpilih. Ini
sudah menanamkan benih perbudakan baru, bahwa
manusia tak sama di muka Tuhan.
ihm:
----------
Hmmm, komentar menarik. Sebagian Muslim (dengan
suatu pemahaman Quran versi mereka) juga
mengatakan bahwa bangsa Jahudi itu di satu sisi
mrpk. bangsa yang terpilih, tetapi di sisi lain
juga bangsa - karena kesalahan yang mereka lakukan -
kemudian di'murkai' oleh Tuhan.
Saya sendiri memandang timbulnya serta perkembangan
agama itu sebagai semacam proses evolusi. Dalam
konteks agama-2 Ibrahimiyah (Jahudi-Kristen-Islam),
bangsa Israil secara kebetulan dijadikan 'prototype'
pertama oleh NYA, untuk menerima pesan dan risalah
NYA. Tetapi pesan ini memang akhirnya ditujukan
agar disebarkan kepada semua manusia. Agama Islam
memandang Ibrahim, Musa, Isa (a.s) dan Muhammad
(saw) semua adalah God's messengers yang sebetulnya
membawa pesan yang sama - yang pada akhirnya -
ditujukan kepada semua manusia.
bangsa Israel hanya merupakan bagian dari proses
'evolusi' agama itu ...
R. M. Danardono:
----------------
Perbudakan, dilakukan oleh hampir setiap bangsa, dari
setiap agama, dan merupakan corak tiap budaya. Mungkin
hanya dikalangan budaya Aborigin tak ada perbudakan.
Tetapi merekalah yang dimusnahkan oleh orang kulit
putih, yang adalah Kristen
ihm:
----
Kalau membaca kisah-2 Wild-West nya Karl May, suku-2
Indian Amerika utara yang 'primitif' juga mengenal
kata 'budak' atau 'memperbudak' musuh yang dikalahkannya
di dalam pertempuran; jadi barangkali ini memang merupakan
perilaku yang agak universal.
ambon:
------
Pak Hadinoto,
Barangkali Anda lupa bahwa dalam gereja terjadi
reformasi, malah sekarang ada itu aliran yang
namanya "teologi pembebasan". Dikalangan Islam
pun ada arus demikian, cuma saja belum seberapa
kuat, hanya berkisar dikalangan akademis belum
berakar rumput.
ihm:
---
kalau yang dimaksud bung ambon adalah reformasinya
Protestan: Luther, Calvin, saya melihat itu tidak
dengan sendirinya atau dengan serta merta membawa
establishnya nilai-nilai 'ideal' masyarakat modern
seperti :
egaliteran, HAM, interfaith tolerance, etc. Masih
butuh proses yang lama dan panjang, berabad-abad
sesudah momen reformasi gereja (1500 an).
Beberapa contoh yang mendukung sanggahan saya, a.l.:
=> Sebagian buku tulisan Luther mengandung ajaran
yang (untuk jaman sekarang) dapat dikategorikan
sebagai * anti-semetic *. Sebagain orang malah
menilai, buku * Mein Kampf * nya Hitler itu
inspired oleh (bagian-2 tertentu) ajaran Luther
tersebut <?>.
=> John Calvin di Swiss sempat berperan mendukung
pemerintahan yang untuk 'standar' saat ini dapat
dikategorikan sebagai pemerintahan 'teokrasi',
atau 'semi teokrasi'.
Di lingkungan Calvin, paling tidak masih sempat
terjadi 'pengadilan inkuisisi' versi Protestan,
mengadili seseorang yang dituduh melakukan Heresy
(perdukunan), dan kemudian dijatuhi hukuman mati.
=> Dibandingkan ajaran Luther, dugaan saya ajaran
Calvin lebih lebar pengaruhnya, karena menyebar
ke Inggris => British Empire => America.
Timbulnya kelompok puritan di Inggris biasanya
di atributkan kepada Calvin. Kelompok puritan ini
kalau menggunakan bahasa sekarang mungkin bisa
disebut sebagai kelompok 'fundamentalis.'
Sebagian kelompok protestan puritan ini pada awal
kolonialisasi benua Amerika juga ber emigrasi ke
Amerika (tepatnya di New England/Maryland?), me
numpang kapal *Mayflower* yang terkenal itu ...
(1650):
<http://www.thirdway.org/files/world/mayflower.html>
tidak kalah menariknya membaca kasus mirip 'inquisition'
versi protestan Puritanis ini yang terjadi di New England,
tepatnya di desa Salem, Massachussets (1692). Kasus ini
berkenaan dengan ditangkapnya beberapa orang di desa itu
yang dianggap 'dukun/tukang tenung/santet', berkenaan
dengan menyebarnya suatu penyakit di desa itu.
<http://religiousmovements.lib.virginia.edu/nrms/salem.html>
di dalam pengadilan ini, orang-orang yang dituduh dukun
tenung/santet itu kemudian dijatuhi hukuman mati. Ini
menggambarkan masih kentalnya kepercayaan kepada 'takhayul'
dari para Puritanis tsb. yang seharusnya bertentangan
dengan semangat 'purity' mestinya.
Dalam setting perkembangan agama Protestan di Amerika,
lawan dari para puritan ini adalah para 'Quackers' yang
dipandang lebih 'modernis', rasional, dan egalitarian.
=> Beberapa fakta sejarah di masa lalu juga menunjukkan
bahwa protestan tidaklah berarti serta merta lebih
'egalitarian'/HAM oriented belief dibanding gereja
Katolik. Di dalam kasus perbudakan di benua Amerika misalnya:
(*) di Amerika selatan/latin yang sebagian besar merupakan
koloni Spanyol, gereja Katolik mempunya wewenang
untuk ikut 'mengontrol' penggunaan tenaga budak.
Usaha-2 pertanian/plantation di Amerika latin awalnya
merupakan state enterprise (dilakukan oleh negara).
Karena gereja katolik juga mempunyai share kekuasaan,
gereja katolik juga ikut mengawasi perlakuan kepada
para budak yang menjadi tenaga kerja enterprise ini.
Hasilnya, para budak di Amerika latin - menurut sebuah
buku sejarah Amerika - mendapat perlakuan yang relatif
lebih manusiawi.
Sementara itu, di Amerika Utara (bagian selatan),
usaha-usaha perkebunan(plantation) dilakukan oleh
individu-2 pengusaha. Yang berlaku adalah nilai-2
individualisme. Akaibatnya Petani (US) Southerner
merasa mempunyai hak yang hampir mutlak terhadap
budak-budak yang dimilikinya, hampir tidak ada
kontrol pihak lain mengenai hal ini.
***
Soal Arus 'Teologi Pembebasan' saya rasa perlu didudukkan
pada asal-usul istilah ini. Setahu saya ini muncul di
kalangan komunitas katolik di Amerika Latin, yang prinsipnya
menuntut agar gereja lebih memperhatikan aspek-2 *keadilan
sosial*. Vatikan nampaknya bersikap agak 'cautious', karena
gerakan ini dikhawatirkan dipengaruhi oleh ajaran Marx.
Di Islam, orang bisa menggali ajaran-ajaran yang berkenaan
dengan keadilan sosial. Islam tidak menganut kapitalisme,
juga tidak menganut Marxisme. Dalam hal keadilan sosial,
saya melihat tidak ada atau tidak banyak konflik/benturan
internal, juga tidak masalah kalau mau di selaraskan dengan
ideologi nasional (Pancasila, UUD-1945).
***
Kalau yang dimaksud bung ambon adalah paham 'liberalisme'
yang nampak mencuat di sebagian kakalangan Ummat Islam,
ya menurut saya perlu selektif - melihat apa / topik apa
yang mau di liberalisasi.
Kalau soal perbudakan misalnya, yach tidak perlu lagi
diliberalisasi - wong di jaman ini, theoretically sudah
tidak ada perbudakan lagi = tidak ada budak lagi.
Sementara itu agama Islam, sepanjang yang saya tahu
hanya mengakui adanya 'status budak' jika itu berasal
dari tawanan perang. Selain itu ada larangan tegas
( ada hadits Qudsi ) untuk memaksa atau memperlakukan
seorang merdeka sebagai budak.
Soal tawanan perang, melalui PBB/Geneva bisa saja dibuat
kesepakatan, semua tawanan perang akan diperlakukan
secara manusiawi, tidak akan diperbudak. Hal seperti
ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam, karena
Islam waktu itu hanya "membolehkan" tawanan perang
dijadikan budak, tetapi tidak ada yang "mengharuskan".
Sementara itu nabi juga telah memberi contoh dalam beberapa
kasus membebaskan tawanan perang.
= ihm =
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/