Saya dan beberapa teman aktif membina kaum dhuafa di lima wilayah Jakarta. Kami membuat sebuah yayasan Al-mustadh'afiin di Jakarta, sebuah yayasan yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan dan sosial.Daerah binaan kami terdapat di pinggiran rel kereta api Stasiun Kota, belakang stasiun Tanjung Priok, kampung nelayan Cilincing, Pinggir rel Tanah Abang, Cipinang Besar Selatan,Belakang kampus Mpu Tantular Jaktim, Depok dan Cimanggis.
Mayoritas warga yang kami bina adalah kaum dhuafa yang bekerja sebagai pemulung, pengemis, pedagang kecil, tukang semir, pengamen, dll. Program kami adalah memberikan beasiswa sekolah untuk anak-anak dhu'afa, menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis, pemberian santunan, pemberian gizi gratis, pengajian keislaman, pembinaan anak jalanan dan lain-lain. Selain itu, di setiap wilayah binaan kami juga didirikan Sekolah TK/TPA, untuk memberikan pendidikan keislaman sejak dini. Sekolah ini kami usahakan gratis. Untuk tim pengajar, kami merekrut para mahasiswa atau orang-orang yang benar-benar ikhlas ingin menolong saudara kita. Karena, untuk honor pengajarpun, kami terkadang harus membayar nunggak. Anda tahu, berapa honor yang kami berikan? Seratus lima puluh ribu rupiah! Ini tentu tidak sebanding dengan jerih payah mereka dalam mengajar dan membina anak-anak tersebut. Untuk menunjang pembiayaan, kami bekerjasama dengan beberapa instansi dan para pengusaha muslim sebagai donatur. Ada yang donatur tetap, ada yang insidentil. Diperlukan kerja keras dan niat yang ikhlas untuk membina saudara-saudara kita ini. Terus terang, sejak tahun 1987, berdirinya yayasan ini, tidak sepeserpun pengurusnya menerima gaji atau honor. Bahkan terkadang, kami harus mengeluarkan uang untuk biaya operasional. Kami menyadari, ini adalah kerja dakwah dan kemanusiaan.Dalam bekerja, kami mempunyai keyakinan "Setiap orang berhak mendapat penghidupan yang layak dan sejajar dengan sesamanya". Bagi Saudara-saudara yang berkenan ingin mengetahui lebih dalam Yayasan yang kami bina, bisa menghubungi Telpon Yayasan al-Mustadh'afiin di no : 021-85903445 atau 0818-08508064 (Arta). Bagi Anda yang ingin mengetahui daerah binaan kami, kami siap mengantar ke lokasi-lokasi dhuafa yang menjadi binaan kami. Program jangka pendek yang sangat mendesak bagi kami adalah penyediaan sarana dan prasarana untuk program belajar mengajar yang kami geluti. Juga mungkin buku-buku dan seragam sekolah untuk tahun ajaran baru. Kami juga berniat untuk memperbaiki sebuah musholla sederhana yang kami bangun di wilayah Cipinang Besar Selatan, Jaktim, yang juga berfungsi sebagai TK/TPA. Yayasan kami terdaftar secara resmi di Departemen Sosial dan dilengkapi dokumen operasional yang resmi. Salam, Arta Ketua Departemen Pendidikan --- aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tragedi yang memilukan hati, Saya dua kali baca baik > di indo pos dan warta kota. Puisi Faiz sangat > mengaduk-aduk perasaan. Mengharukan dan memilukan. > Mungkin juga cerita-cerita serupa akan jauh banyak > sekali. Layaknya gunung es.................. > > --- Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > -----Original Message----- > > From: > > Sent: > > To: > > Subject: Puisi Faiz untuk "pemulung naik KRL untuk > > mengubur anaknya" > > > > > > > > Puisi Faiz untuk "pemulung naik KRL untuk mengubur > > anaknya" > > > > Puisi karya Abdurahman Faiz > > KISAH DARI NEGERI YANG MENGGIGIL > > (Abdurahman Faiz, 7 Juni 2005) > > (untuk adinda: Khaerunisa) > > > > Kesedihan adalah kumpulan layang-layang hitam > > yang membayangi dan terus mengikuti > > hinggap pada kata-kata yang tak pernah sanggup > > kususun > > juga untukmu, adik kecil > > > > Belum lama kudengar berita pilu yang membuat > tangis > > seakan tak berarti > > saat para bayi yang tinggal belulang mati > dikerumuni > > lalat karena busung lapar > > > > : aku bertanya pada diri sendiri benarkah ini > > terjadi di negeri kami? > > Lalu kulihat di televisi ada anak-anak kecil > memilih > > bunuh diri > > hanya karena tak bisa bayar uang sekolah > > karena tak mampu membeli mie instan > > juga tak ada biaya rekreasi > > > > Beliung pun menyerbu dari berbagai penjuru > > menancapi hati mengiris sendi-sendi diri > > sampai aku hampir tak sanggup berdiri > > > > : sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri > > benarkah ini terjadi di negeri kami? > > > > Lalu kudengar episodemu adik kecil > > Pada suatu hari yang terik > > nadimu semakin lemah > > tapi tak ada uang untuk ke dokter > > atau membeli obat > > sebab ayahmu hanya pemulung > > kaupun tak tertolong > > > > Ayah dan abangmu berjalan berkilo-kilo > > tak makan, tak minum > > sebab uang tinggal enam ribu saja > > mereka tuju stasiun > > sambil mendorong gerobak kumuh > > kau tergolek di dalamnya > > berselimut sarung rombengan pias terpejam kaku > > > > Airmata bercucuran peluh terus bersimbahan > > Ayah dan abangmu akan mencari kuburan > > tapi tak akan ada kafan untukmu tak akan ada > > kendaraan pengangkut jenazah > > hanya matahari mengikuti memanggang luka yang > > semakin perih > > tanpa seorang pun peduli > > > > : aku pun bertanya sambil berteriak pada diri > > benarkah ini terjadi di negeri kami? > > > > Tolong bangunkan aku, adinda > > biar kulihat senyummu > > katakan ini hanya mimpi buruk > > ini tak pernah terjadi di sini > > sebab ini negeri kaya, negeri karya. > > Ini negeri melimpah, gemerlap. > > Ini negeri cinta > > > > Ah, tapi seperti duka > > aku pun sedang terjaga > > sambil menyesali > > mengapa kita tak berjumpa, Adinda > > dan kau taruh sakit dan dukamu > > pada pundak ini > > > > Di angkasa layang-layang hitam > > semakin membayangi > > kulihat para koruptor menarik ulur benangnya > > sambil bercerita tentang rencana naik haji mereka > > untuk ketujuh kalinya > > > > Aku putuskan untuk tak lagi bertanya > > pada diri, pada ayah bunda, atau siapa pun > > sementara airmata menggenangi hati dan mimpi. > > > > : aku memang sedang berada di negeriku > > yang semakin pucat dan menggigil > > (Abdurahman Faiz, 7 Juni 2005) > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > "Bangkitnya manusia, karena pemikirannya" > Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, > umat dan seorang individu dari satu keadaan ke arah > yang lebih baik > > > > > > > __________________________________ > Discover Yahoo! > Get on-the-go sports scores, stock quotes, news and > more. Check it out! > http://discover.yahoo.com/mobile.html > __________________________________ Discover Yahoo! Find restaurants, movies, travel and more fun for the weekend. Check it out! http://discover.yahoo.com/weekend.html *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

