--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Sayangnya, anak Indo yang dapat beasiswa suka 'ngemplang'. Ada yang > terus jadi illegal imigrant, ada yang kabur ke negara lain dan banyak > diantara teman-teman saya yang dari pegawai negeri balik ke Indo gak > bisa pake ilmunya ......Cina juga maju pesat dan mulai merajai bisnis > dan industri. Makanya saya tidak heran kalau mereka dapat jatah yang > besar untuk beasiswa, karena memang mereka warganya rajin (ngga > seperti masyarakat Melayu yang hobinya shopping dan foto-foto sambil > arisan), penerima beasiswanya di dukung dan bisa mengimplementasikan > ilmunya (tidak dihambat birokrasi kepegawaian, senioritas dll) dan > posisi Cina sendiri yang menjadi macan Asia. > ------------- > Mau sedikit komentar soal hal ini...ada benarnya juga bahwa banyak > mahasiswa Indonesia yang setelah dapat beasiswa, terus lihat negeri > tuan rumah lebih enak, setelah lulus banyak yang enggan pulang. > Berbagai cara dicoba supaya tetap tinggal dengan satu tujuan: > memperoleh pekerjaan. Fenomena ini jarang saya lihat untuk mahasiswa > dari negara Asia lain seperti Filipina, India, Vietnam dan Cina. >
Apa bukannya mahasiswa Cina dan India yang lebih hebat brain drainnya? Indonesia kalau dihitung kecil persentasenya. Dan setahu saya jarang banget yg menjadi illegal immigrant, biasanya legal, lewat postdoc atau kerja dg memegang visa kerja. Ini saya ambil dari http://www.asiapacific.ca/analysis/pubs/28jun00-shanghai.html ----------------------- Between 1979 and 1998, only about a third of all Chinese students sent overseas by their government have returned to China. The return rate is lowest for students going to the United States, at around 19 percent (Canada's rate is around 50 percent). ----------------------- Filipina juga, saya kenal cukup banyak filipino disini yang setelah selesai kuliah kerja disini padahal dia sebelumnya pegawai negeri. Juga teman2 filipino yg di US, banyak yg nggak balik lagi. Rasanya selama ybs tidak menjadi illegal immigrant atau melakukan tindakan kriminal, negara tempat belajar tidak keberatan. Jatah beasiswa itu biasanya bersifat politis, Jepang perlu "merayu" Cina, maka kuota beasiswanya ditambah. Amerika "kewalahan" atas masuknya keluarga mahasiswa Cina (banyak yg suka membawa keluarga atau teman ke LN untuk nekat mengadu untung), maka diperketatlah pemberian visa buat mahasiswa Cina. Teman2 Uzbekistan dan Kazakhstan biasanya kalau nggak dapat kerja disini selesai kuliah, pulang sebentar kemudian menjadi imigran ke Eropa Barat (biasanya ke Belgium), karena mereka sudah min. master degree holder jadinya lebih gampang cari kerja. > > Namun masalahnya adalah negara kita rugi besar karena Indonesia gak > dapat manfaat karena orang-orang pintarnya malah gak ada di > Indonesia. Saya juga kuatir kalau fenomena ini meningkat, para > pemberi beasiswa akan enggan membiayai mahasiswa asal Indonesia > karena dipikir percuma saja dibiayai kuliah tapi tidak kembali ke > Indonesia. Adik-adik kita nanti akan kesulitan memperoleh beasiswa. > > Jadinya kita rugi dua kali. Sumbangan ilmu gak ada karena orangnya di > luar negeri semua dan jumlah beasiswa menurun. Nah, akhirnya kita > semua juga yang rugi kan? > Sudah hampir nggak ada lagi beasiswa dari negara Indonesia, adanya dari pemerintah atau lembaga dari negara ybs. Masalahnya kalau mahasiswa tidak mempunyai ikatan dinas, ya mau apa? Itu hak mereka. Penerima beasiswa dari Philippines, Korea, Thailand, banyak yang tidak punya ikatan dinas sama sekali, jadi ya banyak yg nggak pulang atau kerja dinegara lain. Kayaknya nggak masalah tuh bagi penerima beasiswa selanjutnya. Dulu prof saya pernah ngobrol sama salah satu menteri Cina, dia tanya: kalau yg pulang cuma 30% apa nggak rugi tuh Cina? Terus jawab si menteri: kalau kita kirim 100 pulang 30, lebih baik kita kirim 1000, kan yang pulang 300. Daripada nggak ngirim sama sekali. salam, fau *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

