Refleksi: Katanya gara-gara DPR kurang bersidang atau juga bersidang tetapi tak tahu apa yang dibicarakan maka timbul busung lapar di pusat kekuasaan dan kekayaan negara.
SUARA PEMBARUAN DAILY Sejumlah 8.455 Balita di DKI Alami Gizi Buruk JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menemukan sekitar 8.455 balita menderita gizi buruk. Padahal, tahun 2005 ini, Pemprov DKI Jakarta mengucurkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk menyubsidi kesehatan keluarga miskin (Gakin). "Pemprov perduli pada kesehatan masyarakat. Warga Jakarta yang tidak ber-KTP DKI pun akan kita bantu. Tapi memang, prosedur pemberian bantuannya berbeda dengan yang ber-KTP DKI," tegas Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso di Balaikota, Jumat (10/6). Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes DKI Jakarta dari Posyandu di seluruh Jakarta, dari 8.455 orang balita di DKI Jakarta yang menderita gizi buruk itu, dua orang di antaranya sempat dirawat di rumah sakit dan empat orang lagi hingga kini masih menjalani rawat inap. Soalnya, selain karena menderita gizi buruk, keenam Balita ini juga menderita kekurangan kalori sehingga lemas. "Data itu kami peroleh dari Kartu Menuju Sehat (KMS) yang dilaporkan Posyandu di seluruh Jakarta. Berdasarkan laporan yang kami terima, diketahui bahwa balita-balita tersebut kekurangan berat badan dan status kesehatannya di bawah garis merah," jelas Kepala Dinkes DKI Jakarta, dr Chalik Masulili. Meski demikian, Chalik mengatakan, balita penderita gizi buruk itu tidak dapat disamakan dengan penderita busung lapar (marasmus kwashiorkor). Pasalnya, penderita busung lapar tidak hanya memiliki berat badan yang kurang, tapi juga kekurangan kalori (marasmus) dan protein (kwashiorkor). Dia menegaskan, hingga saat ini di Jakarta belum ditemukan adanya penderita busung lapar atau pun penderita kekurangan protein. "Saat ini di Jakarta baru ditemukan penderita kekurangan kalori, seperti yang dialami oleh keenam balita tersebut," katanya. Chalik menegaskan, seluruh balita yang sudah positif dinyatakan menderita gizi buruk tidak menderita kekurangan kalori atau pun protein. Sebab, mereka menderita gizi buruk karena menu makanan yang dikonsumsinya tidak memenuhi unsur empat sehat lima sempurna, atau karena pola makannya yang tidak memenuhi standar. Maksudnya, kata dia, jika seharusnya seseorang makan sebanyak tiga kali sehari, maka karena faktor ekonomi orang tuanya yang lemah, balita-balita tersebut hanya makan dua kali sehari. "Atau lebih banyak mengemil makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan," imbuhnya. Dia mengatakan, untuk balita-balita yang mengalami kekurangan gizi tersebut, Dinkes memberikan bantuan berupa makanan tambahan, seperti kudapan atau makanan jajanan berkalori dan berprotein tinggi selama 90 hari, melalui Posyandu. Sementara itu, data yang dimiliki Dinkes DKI Jakarta mengenai jumlah balita di Jakarta berbeda dengan data yang berhasil dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS menyatakan, jumlah balita di DKI Jakarta sekitar 887.049 orang. Tapi, saat Dinkes melakukan survey menjelang imunisasi polio 31 Mei lalu, jumlahnya 923.029 orang. (Y-6) Last modified: 11/6/05 http://www.suarapembaruan.com/News/2005/06/11/index.html [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

