Masih ada hubungannya dengan TNI. Menyusul suksesnya ujicoba roket di daerah Jawa Barat, mudah-mudahan daya jelajah roketnya bisa di tambah terus-menerus. Sedikit demi sedikit, perlu ditambah terus, 100 KM terus 200 KM,.., dst. --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0506/11/sh02.html > > > > Mabes TNI Larang Wiranto ke Komnas HAM > > > Jakarta, Sinar Harapan > Pertemuan secara rahasia antara Jenderal TNI (Purn) > Wiranto dengan Tim Penyelidik Komisi Nasional Hak > Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk kasus penghilanggan > orang secara paksa pada periode 1997-1998, dilakukan > di luar kantor Komnas HAM. Alasannya, Wiranto tidak > diizinkan oleh Markas Besar Tentara Nasional > Indonesia (Mabes TNI) datang ke Komnas HAM. > Hal tersebut dikemukakan Samsuddin, salah satu > Anggota Tim Penyelidik Komnas HAM untuk kasus > penghilangan orang secara paksa ketika dihubungi SH, > Sabtu (11/6). > Dia mengatakan, larangan Mabes TNI terhadap Wiranto > tersebut dikarenakan masih ada perbedaan penafsiran > hukum atas penyelidikan kasus tersebut. Sejauh ini, > Mabes TNI masih berpendapat Komnas HAM tidak dapat > melakukan penyelidikan terhadap perkara yang terjadi > sebelum lahirnya UU No. 39/1999 tentang HAM. > Sementara itu Wiranto sendiri bersedia datang ke > Komnas HAM. "Latar belakang pertemuan itu, karena > oleh Mabes TNI tidak dibenarkan datang ke Komnas > HAM. Dia sendiri ingin datang. Tetapi kalau datang > akan menimbulkan perasaan yang tidak enak dengan > Mabes TNI. Sehingga akhirnya diambil jalan tengah, > ketemu di suatu tempat," kata Samsuddin. > > Menurut Samsuddin, dalam pertemuan itu tim tidak > dapat mengorek keterangan yang berkaitan dengan > substansi permasalahan. Namun demikian, Samsuddin > menilai bahwa kesediaan Wiranto untuk bertemu dengan > anggota tim penyelidik merupakan sebuah sikap yang > positif. > > "Saya menghargai kesediaan Pak Wiranto bertemu kami, > walau tidak bicara masalah substansi. Ini sebuah hal > yang positif. Dalam pertemuan itu, Pak Wiranto juga > bilang kalau Mabes TNI OK saya datang," paparnya. > Terkait dengan hal tersebut, Kepala Badan Pembinaan > Hukum (Kababinkum) Mabes TNI, Mayjen TNI Yohanes > Sukiman yang dihubungi secara terpisah mengatakan, > pihaknya sebagai penasihat hukum yang memberikan > pendapat sesuai dengan hukum yang berlaku. > Menurutnya, panggilan yang dilakukan Komnas HAM > tidak sesuai dengan prosedur hukum, karena Komnas > HAM tidak boleh berlaku surut. > > Selain itu, kata Sukiman, Wiranto juga tidak pernah > menyampaikan keinginannya untuk datang. > > "Saya tidak pernah dengar seperti itu. Kalau beliau > mau datang yang silakan. Tapi sikap saya sebagai > penasehat hukum tetap seperti itu. Panggilan Komnas > tidak sesuai dengan prosedur hukum. Kalau sudah > sesuai peraturan kita tidak keberatan. Contohnya > kasus Timtim dan Priok," katanya. > Sedangkan Wiranto sendiri, sampai berita ini > diturunkan tidak bisa dihubungi karena telepon > selulernya tidak aktif. > > Panggilan Paksa > Sementara itu, terkait masalah rencana pemanggilan > terhadap mantan Pangdam Jaya Letjen TNI Sjafrie > Sjamsoeddin dan mantan Komandan Jenderal Komando > Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Letjen (Pur) TNI > Letjen Prabowo Subiyanto, Samsuddin mengaku tim > penyelidik telah mengirimkan surat pemanggilan > kedua. Namun, hingga kini mereka belum memberikan > respon. > > Dia menambahkan, jika dalam pemanggilan kedua mereka > tidak datang, tim penyelidik akan melakukan > pemanggilan ketiga. Jika panggilan ketiga tersebut > juga tidak dhiraukan, kata Samsuddin, tim penyelidik > akan mengajukan upaya paksa melalui pengadilan. > "Kita lihat dulu apakah dalam panggilan kedua datang > atau tidak. Kalau tidak datang kami akan panggil > sekali lagi, dan jika itupun tidak dihiraukan kita > akan lakukan tindakan sesuai dengan hukum mengajukan > upaya paksa," paparnya. > > Anggota tim dari unsur masyarakat, Esther Indah > Yusuf terkait dengan kasus tersebut kemarin juga > mengatakan, tim penyelidik akan memanggil beberapa > anggota Polri pada Senin (13/6). Menurutnya, sikap > polri dalam kasus ini lebih kooperatif. Polisi > memperkenankan personelnya datang ke Komnas HAM. > "Empat personel polisi dipastikan datang Senin > (13/6) nanti. Polisi sangat kooperatif, berbeda > dengan TNI," katanya di Komnas HAM, Jumat (10/6). > Empat orang polisi itu, jelas Esther, berpangkat di > bawah komisaris besar. Saat kejadian, mereka adalah > orang yang menerima penyerahan para korban yang > diculik. (ina) > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > __________________________________ Discover Yahoo! Use Yahoo! to plan a weekend, have fun online and more. Check it out! http://discover.yahoo.com/ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

