----- Forwarded by Carla Annamarie/PRUIDN/IDN/Prudential on 06/13/2005
01:38 PM -----
                                                                           
             "ardin_ambar"                                                 
             <[EMAIL PROTECTED]                                             
             o.com>                                                     To 
             Sent by:                  [EMAIL PROTECTED]         
             [EMAIL PROTECTED]                                          cc 
             groups.com                                                    
                                                                   Subject 
                                       [studi-hukum] OOT: Pria Indonesia   
             06/10/2005 08:25          Cepat Tua..!                        
             PM                                                            
                                                                           
                                                                           
             Please respond to                                             
             [EMAIL PROTECTED]                                             
                groups.com                                                 
                                                                           
                                                                           




Pria Indonesia Cepat Tua..!



Berbagai penelitian menunjukkan, proses penuaan pria Indonesia jauh
lebih cepat dibanding bangsa lain, bahkan juga dengan Rusia yang
selama ini dikenal sebagai country of widows (negara para janda).
Penuaan ini sering kali disertai dengan sindroma PADAM (Partial
Androgen Deficiency in Aging Male) atau andropause-semacam menopause
pada laki-laki-yang mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Demikian disampaikan Prof Dr dr Susilo Wibowo MS Med Sp And dalam
jumpa pers di Gedung Rektorat Universitas Diponegoro, Kamis (4/7). Ia
mengulas materi orasi ilmiah yang akan disampaikan dalam pengukuhan
guru besar terhadap dirinya yang berjudul "Memperlambat Penuaan,
Mencegah PADAM dan Peremajaan Pria" Sabtu besok.

Menurut Susilo, pria memang bisa mengalami menopause akibat penurunan
hormon tubuh yang relatif cepat dan berinteraksi dengan faktor psiko-
sosial. Namun, seperti juga pada perempuan, masalah ini bisa diatasi
dengan terapi sulih hormon.

Saat ini, komposisi wanita dengan pria di Indonesia tanpa pasangan
pada usia di atas 60 tahun adalah 469:100, yang merupakan angka
tertinggi di dunia. Rusia saja hanya 394:100, Jepang 364:100,
Pakistan 357:100, Jerman 305:100, Filipina 258:100, Amerika 218:100,
Cina 193:100, dan India 295:100. "Umur pria Indonesia lebih pendek 7-
8 tahun dibandingkan umur wanita Indonesia," ujar Susilo.

Banyak faktor
Berdasarkan data di negara-negara Barat, sindroma andropause dialami
15 persen pria berusia 40-60 tahun. Bahkan lima persen pria telah
mengalami andropause sekitar usia 30 tahunan.
Faktor-faktor yang mempercepat proses penuaan antara lain faktor
lingkungan dan psikis, genetik, dan organik.

Faktor lingkungan antara lain akibat pencemaran lingkungan, pemakaian
obat-obat/ jamu, pola makan yang keliru, dan stres. Faktor organik
terutama hormonal banyak ditemukan sejalan dengan penuaan, di
antaranya penurunan Growth Hormon (GH), Insulin-like Growth Factor-1
(IGF-1), dan testosteron.

Hormon Dehydroepiandrosterone (DHEA) dan Dehydroepiandrosterone
sulfat (DHEA-S)-hormon yang merupakan salah satu prekusor hormon
testoteron-juga menurun. Penurunan ini dikuti dengan berkurangnya
masa tulang (osteoporosis), kekakuan pembuluh darah koroner,
kegemukan karena berkurangnya kemampuan metabolisme, dan kelelahan.
Penurunan hormon biasanya juga terkait dengan penurunan kekebalan.

Menurut Susilo, pria yang menua dengan sindroma andropause menjadi
mudah lupa, memori berkurang, juga refleks kesiagaan dan kemampuan
olahraganya, kehilangan gairah hidup, merasa kurang energi, lemah,
lesu, insomnia, perlambatan proses berpikir, dan mood-nya tidak
stabil. "Sindrom ini sama dengan keluhan wanita menopause," katanya.

Untuk mengatasinya ada dua proses. Pertama, memperlambat penuaan dan
mencegah sindroma andropause. Kedua, mengupayakan peremajaan dengan
mengembalikan kadar hormon dan memperbaiki kelainan organik.

Namun, upaya peremajaan ini harus didasari oleh pemeriksaan
laboratorik penunjang seperti pemeriksaan fungsi hati, ginjal, dan
prostate specific antigen (PSA). Perbaikan kadar hormon bisa
dilakukan dengan terapi sulih hormon atau yang terbaik dengan
stimulasi produksi hormon. Hormon yang distimulasi adalah GH dan
testosteron endogen. (Gizi.net)


Sumber: Kompas, Jumat, 05 Juli 2002
http://www.kompas.com/kesehatan/news/0207/05/183324.htm


======================================
ardin

solusi total masalah kesehatan anda
http://www.solusidahsyat.com
======================================








Yahoo! Groups Links









***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke