Zionis juga pak... khan yg jelek2 'produksi' zionis.. ;op.
Biasa.. zionis, si kambing hitam.... :op

BTW, gerakan macam apa itu zionisme..??

Sejauh yg saya tahu, Zionisme itu gerakan bangsa Yahudi dari Eropa, Asia
dan Amerika untuk kembali ke tepi sungai Sion, it's mean tanah palestina
skr.
Gerakan ini dimulai abad 19 dan makin gencar stlh bangsa Yahudi disiksa
Nazi Jerman. Bangsa Yahudi bertekad mendirikan negara Israel di tanah
Palestina.
Ada yg punya info lebih lengkap?

La, kalo tujuannya ke tanah Palestina, tapi nyasar sampe Hindia Belanda,
apa nggak sama dg dari Jkt mau ke Bandung lewat Jayapura dulu, mendarat di
Surabaya, trus jalan darat lewat Yogya trus ke Bandung...??

Satu lagi! Apa benar ada ritual Yahudi yg memanggil setan??
Apa tdk bisa membedakan, mana penyembah setan, mana ajaran Yahudi??

Untuk bangsa Yahudi, Ahli sihir aja harus dihukum mati, apalagi
para pemanggil setan..?? Bukankah bangsa yahudi penganut Monotheisme??
Bukankah 90 % nabi dlm Alquran itu orang Yahudi dan beragama Yahudi kala
itu
(Islam belum lahir)?? ini fakta sejarah, lo!

Saya sedih dan kasihan... saudara/i Muslim emosinya selalu
disulut dg hal spt ini.. sesuatu yg hal yg tdk produktif...

Daripada selalu cari kambing hitam Yahudi dan Zionisme, dari
ketidakberdayaan
mari kita benahi bangsa kita supaya jadi bangsa yg terpandang....

Jangan jadi korban permainan politik bangsa asing, entah itu Yahudi, Cina,
Arab, Amerika dlsb....jangan mudah tersulut emosi, (yg diharapkan mereka)
hanya krn seagama, senasib, dlsb... atau permainan politik 'orang lokal'
untuk kepentingan kelompoknya sendiri...

Semoga bangsa ini mengalami pencerahan.....!



Salam,

Arriko I


==========
Message: 5
   Date: Sun, 12 Jun 2005 01:16:43 +0200
   From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Melacak Zionis di Indonesia

Refleksi: Apakah terorisme dan busung lapar juga gara-gara si zionis?



http://www.sabili.co.id/telut-e24thXII05.htm


Melacak Zionis di Indonesia


Zionis-Yahudi mengakar kuat di Indonesia. Melalui antek-anteknya yang ada
di Indonesia, mereka berhasil menguasai sektor ekonomi, terutama bidang
perbankan dan merasuki budaya Indonesia.

Sejak mencuatnya kasus grup band Dewa yang diprotes lantaran menginjak-
injak karpet bermotif lafaz Allah saat manggung di salah satu stasiun
televisi, obrolan seputar Yahudi, Zionis dan Freemasonry makin rame.
Apalagi, pentolan Dewa, Ahmad Dhani, selama ini kerap dijumpai mengenakan
kalung Bintang David, simbol Zionis-Israel.

Untuk mengetahui lebih dalam jaringan kaum yang dikutuk Allah SWT itu,
berbagai kalangan menggelar berbagai forum diskusi dan dialog tentang
Zionis-Yahudi. Selasa (31/5) lalu, misalnya, Kajian Islam Cibubur Pesantren
Tinggi Husnayain, Pimpinan KH A Cholil Ridwan menggelar sebuah diskusi yang
bertajuk "Bahaya Gerakan YAHUDI di Indonesia".

Ridwan Saidi, salah seorang pembicara dalam dialog itu, mengaku prihatin
dengan kondisi umat saat ini. Sebab, banyak umat yang masih tidak percaya
gerakan Zionis-Yahudi. Bahkan sebagian kaum Muslimin memandang tudingan
gerakan Zionis-Yahudi sebagai sesuatu yang mengada-ada. Padahal, dampak
dari gerakan Zionis ini sangatlah merugikan kaum Muslimin bahkan umat
manusia.

"Siapa bilang tidak ada gerakan Zionis-Yahudi di sini. Ada dong, sebab
akarnya terlalu kuat di Indonesia. Mereka masuk sejak zaman Hindia
Belanda," ujar pria yang puluhan tahun meneliti dan mengkaji gerakan
Zionis-Yahudi itu.
Benarkah akar Zionis-Yahudi begitu kuat di Indonesia? Apa saja indikasi dan
buktinya? Memang, tak mudah melacak jejak gerakan berbahaya ini di
Indonesia. Apalagi selama ini, Zionis-Yahudi, memang gerakan tertutup.
Aktivitas mereka berkedok kegiatan sosial atau kemanusiaan. Namun sasaran
dan tujuannya sangat jelas: Merusak kaum lain.

Ibarat orang yang sedang buang angin dengan pelan: tercium baunya, tapi tak
nampak wujudnya. Tidak mudah mengendus dan mendeteksi mereka. Namun dengan
membuka-buka catatan sejarah, kabut dan misteri seputar jaringan
Zionis-Yahudi di Indonesia akan terbuka lebar.

Gedung dan bangunan ternyata tak hanya memiliki estetika, namun juga
menyimpan sejarah peradaban, tak terkecuali gerakan Zionis-Yahudi di
Indonesia. Dari sejumlah dokumen sejarah, tidak sedikit gedung-gedung yang
berdiri dan beroperasi saat ini yang ternyata dulunya pernah menjadi pusat
pengendali gerakan Zionis-Yahudi di Indonesia.

Satu di antaranya adalah gedung induk yang saat ini dipakai pemerintah
untuk kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jalan
Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam buku "Menteng Kota Taman
Pertama di Indonesia" karangan Adolf Hueken, SJ, disebutkan, awalnya gedung
yang kini berperan penting merencanakan pembangunan Indonesia itu adalah
bekas loge-gebouw, tempat pertemuan para vrijmetselaar.

Loge-gebouw atau rumah arloji sendiri adalah sebuah sinagog, tempat
peribadatan kaum Yahudi. Dulu, kaum Yahudi memakainya untuk tempat
"sembahyang" atau "ngeningkan cipta" kepada Tuhan. Karena tempat itu sering
dipergunakan untuk memanggil-manggil roh halus, maka masyarakat Indonesia
sering menyebut loge sebagai rumah setan.

Sementara Vrijmetselarij adalah organisasi bentukan Zionis-Yahudi di
Indonesia (Dulu Hindia Belanda). Ridwan Saidi dalam bukunya "Fakta dan Data
Yahudi di Indonesia" menuliskan bahwa pimpinan Vrjmetselarij di Hindia
Belanda sekaligus adalah ketua loge.

Vrijmetselarij bukanlah organisasi yang berdiri sendiri. Ia merupakan
bentukan dari organisasi Freemasonry, sebuah gerakan Zionis-Yahudi
internasional yang berkedudukan di London, Inggris. Pada tahun 1717, para
emigran Yahudi yang terlempar ke London, Inggris, mendirikan sebuah gerakan
Zionis yang diberi nama Freemasonry. Organisasi inilah yang kini
mengendalikan gerakan Zionis-Yahudi di seluruh dunia.

Dalam kenyataannya, gerakan rahasia Zionis-Yahudi ini selalu bekerja
menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik, ekonomi dan
sosial negara-negara yang di tempatinya. Mereka ingin menjadi kaum yang
menguasai dunia dengan cara merusak bangsa lain, khususnya kaum Muslimin.

Mereka sangat berpegang pada cita-cita. Tujuan akhir dari gerakan rahasia
Zionis-Yahudi ini, salah satunya, adalah mengembalikan bangunan Haikal
Sulaiman yang terletak di Masjidil Aqsha, daerah Al-Quds yang sekarang
dijajah Israel. Target lainnya, mendirikan sebuah pemerintahan Zionis
internasional di Palestina, seperti terekam dari hasil pertemuan para rabbi
Yahudi di Basel.

Seperti disinggung di atas, gedung Bappenas memiliki sejarah kuat dengan
gerakan Zionis-Yahudi. Tentu, bukan suatu kebetulan, jika lembaga donor
dunia seperti International Monetary Fund (IMF) yang dikuasai orang-orang
Yahudi sangat berkepentingan dan menginginkan kebijakan yang merencanakan
pembangunan di Indonesia selaras dengan program mereka.
Satu per satu bukti kuatnya jejak Zionis-Yahudi di Indonesia bermunculan.
Jejak mereka juga nampak di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat dengan
berbagai gedung pencakar langitnya. Menurut Ridwan Saidi, semasa kolonial
Belanda, Jalan Medan Merdeka Barat bernama Jalan Blavatsky Boulevard. Nama
Blavatsky Boulevard sendiri tentu ada asal-usulnya. Pemerintah kolonial
Belanda mengambil nama Blavatsky Boulevard dari nama Helena Blavatsky,
seorang tokoh Zionis-Yahudi asal Rusia yang giat mendukung gerakan
Freemasonry.

Siapa Blavatsky? Pada November 1875, pusat gerakan Zionis di Inggris,
Fremasonry, mengutus Madame Blavatsky-demikian Helena Balavatsky biasa
disebut-ke New York. Sesampainya di sana, Blavatsky langsung mendirikan
perhimpunan kaum Theosofi. Sejak awal, organisasi kepanjangan tangan
Zionis-Yahudi ini, telah menjadi mesin pendulang dolar bagi gerakan
Freemasonry.

Di luar Amerika, sebut misalnya di Hindia Belanda, Blavatsky dikenal
sebagai propagandis utama ajaran Theosofi. Pada tahun 1853, saat
perjalanannya dari Tibet ke Inggris, Madame Blavatsky pernah mampir ke Jawa
(Batavia). Selama satu tahun di Batavia, ia mengajarkan Theosofi kepada
para elit kolonial dan masyarakat Hindia Belanda.

Sejak itu, Theosofi menjadi salah satu ajaran yang berkembang di Indonesia.
Salah satu ajaran Theosofi yang utama adalah menganggap semua ajaran agama
sama. Ajaran ini sangat mirip dan sebangun dengan pemahaman kaum liberal
yang ada di Indonesia.

Menurut cerita Ridwan Saidi, di era tahun 1950-an, di Jalan Blavatsky
Boulevard (kini Jalan Medan Merdeka Barat) pernah berdiri sebuah loge atau
sinagog. Untuk misinya, kaum Yahudi memakai loge itu sebagai pusat kegiatan
dan pengendalian gerakan Zionis di Indonesia. Salah satu kegiatan mereka
adalah membuka kursus-kursus okultisme (pemanggilan makhluk-makhluk halus).


"Jika saat ini saham mayoritas Indosat dikuasai Singtel, salah satu
perusahaan telekomunikasi Yahudi asal Singapura, maka itu sangat wajar.
Sebab dulunya Indosat adalah sinagog dan kembai juga ke sinagog," ujar
mantan anggota DPR yang pernah menginjakkan kakinya ke Israel tersebut.
Di sepanjang Jalan Juanda (Noordwijk) dan Jalan Veteran (Rijswijk) jejak
Zionis-Yahudi juga ada. Dalam sebuah artikel di sebuah media massa yang
terbit di Jakarta, sejarawan Betawi Alwi Shahab menyebutkan, pada abad
ke-19 dan ke-20, sejumlah orang Yahudi menjadi pengusaha papan atas di
Jakarta. Beberapa di antaranya bernama Olislaegar, Goldenberg dan Ezekie.
Mereka menjadi pedagang sukses dan tangguh yang menjual permata, emas,
intan, perak, arloji, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya. Toko mereka
berdiri di sepanjang Jalan Risjwijk dan Noorwijk.

Masih menurut Alwi, pada tahun 1930-an dan 1940-an, jumlah orang Yahudi
cukup banyak di Jakarta. Bisa mencapai ratusan orang. Mereka pandai
berbahasa Arab, hingga sering dikira sebagai orang keturunan Arab. Bahkan
Gubernur Jenderal Belanda, Residen dan Asisten Residen Belanda di Indonesia
banyak yang keturunan Yahudi.

Yahudi di Batavia memiliki persatuan yang sangat kuat. Setiap hari Sabtu,
hari suci kaum Yahudi, mereka sering berkumpul. Tempatnya di gedung yang
kala itu terletak di sekitar Mangga Besar, Jakarta Barat. Di gedung itu,
seorang rabbi, imam kaum Yahudi, memberikan wejangan dengan membaca Kitab
Zabur.

"Merantau" sudah menjadi tradisi hidup kaum Zionis-Yahudi. Tidak ada daerah
yang tidak mereka rambah. Di luar Jakarta, kaum Yahudi menetap di daerah
Bandung, Jawa Barat. Pengamat Yahudi asal Bandung, HM Usep Romli
mengatakan, mereka masuk Bandung sejak tahun 1900-an. Untuk meredam
resistensi masyarakat Bandung, mereka masuk melalui jalur pendidikan dengan
berprofesi sebagai guru. Kebanyakan dari mereka adalah pengikut aliran
Theosofi, kaki tangan gerakan Freemasonry internasional. Tempat kumpul
mereka berada di sebuah rumah yang terletak di dekat Jalan Dipati Ukur.
Masyarakat menyebut rumah itu sebagai rumah setan.

"Dulunya, kawasan Dipati Ukur adalah tempat tinggal orang-orang Belanda dan
tempat berkumpulnya kaum terpelajar, baik dari Belanda maupun pribumi.
Itulah kenapa jika ditengok kawasan Dipati Ukur saat ini, banyak sekali
berdiri lembaga-lembaga pendidikan, termasuk Universitas Padjajaran
(Unpad). Namun saya tidak tahu di mana tepatnya markas kaum Theosofi
tersebut," ujar Usep.

Pada dasarnya, mereka tidak mengalami kesulitan menjajakan pemahamannya
karena berpenampilan lembut, sopan dan ramah. Karenanya banyak masyarakat
yang simpati dan tertarik dengan mereka. Sampai-sampai banyak masyarakat
mengultuskan ucapan dan ajaran mereka, hingga mengikuti ritual agama
Yahudi. "Tanpa disadari ajaran Zionis masuk ke hati dan pikiran masyarakat
Bandung dan tumbuh menjadi suatu ajaran yang kuat," tandas Usep.

Khusus di Surabaya, kaum Yahudi membentuk komunitas sendiri di beberapa
kawasan kota lama, seperti Bubutan dan Jalan Kayon. Di Jalan Kayon No 4,
Surabaya, hingga kini berdiri sebuah sinagog, tempat peribadatan kaum
Yahudi. Selama ini gerakan mereka tidak mudah terdeteksi masyarakat karena
mereka berkedok yayasan sosial dan amal. (Baca: Kamuflase Kaum Yahudi di
Surabaya).

Panah beracun Zionis-Yahudi terus dilepaskan dari busurnya dan terus
mengenai sasarannya. Setelah menunggu satu dekade, kini mereka sedang
memanen buahnya. Melalui antek-anteknya di Indonesia, kaum Zionis-Yahudi
"menyetir" dunia politik, sektor ekonomi, terutama bidang perbankan dan
jaringan telekomunikasi.

Transaksi saham menjadi modal ampuh mengendalikan Indonesia. Singtel,
perusahaan telekomunikasi milik orang Yahudi yang berkedudukan di Singapura
misalnya, tahun lalu, berhasil menguasai kepemilikan PT Indosat,
sebagaimana diungkapkan Ridwan Saidi . Mereka berhasil menjadi pemegang
saham terbesar dan berhak mengatur arah policy Indosat ke depan. Komunikasi
Indonesia, melalui Indosat misalnya, dalam kendali Yahudi?

Hal serupa terjadi dalam dunia pemberitaan. Bhakti Investama, sebuah
perusahaan yang sebagian sahamnya milik George Soros, seorang Yahudi yang
pada tahun 1998 mengacak-acak ekonomi Indonesia. Dengan membeli saham, dia
mulai memasuki industri media di Indonesia Ritel juga menjadi sasaran utama
mereka. Philip Morris, sebuah perusahaan rokok dunia milik seorang Yahudi
asal Amerika menguasai kira-kira sembilan puluh persen saham perusahaan
rokok PT Sampoerna. Ia pun berhak mengendalikan bisnis perusahaan rokok
ternama di Indonesia itu.

Bidang budaya tak luput dari garapan mereka. Untuk menjauhkan Islam dari
agamanya, mereka masuk ke dalam kebatinan Jawa. Kuatnya akar Freemasonry
dapat dilihat dari mantra-mantra memanggil roh halus atau jin yang memakai
bahasa Ibrani, bahasa khas kaum Yahudi.

Bau Zionis-Yahudi juga tercium tajam di dunia perjudian. Dadu yang sering
dipakai dalam permainan judi bermata hewan Zionis. "Ini fakta. Oleh sebab
itu saat menerima laporan dari bawahannya tentang kuatnya akar
Zionisme-Yahudi di Indonesia, Hitler, pemimpin NAZI langsung mengirim
pasukannya ke Hindia Belanda untuk memerangi mereka," ujar Ridwan.

Jelas, gerakan Zionis-Yahudi bukanlah gerakan fiktif atau mengada-ada. Ia
benar-benar nyata dan terus akan bergerak sampai cita-citanya tercapai:
Menguasai dunia. Oleh sebab itu, kaum Muslimin harus terus memperkuat diri
dengan Islam. Tidak boleh lengah atau lalai sedikit pun. Tetap waspada,
jangan mudah termakan dengan pikiran atau paham bebas, dan rapatkan
barisan, adalah modal kuat melawan mereka. Dan, tak kalah pentingnya,
adalah memperkuat dan mengembangkan jaringan dan gerakan yang sedang kita
bangun!

Rivai Hutapea



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke