14.06.2005

Kritik pelaksanaan hak asasi di Singapura

Oleh: Peter Phillip dari Berlin

(Speakers Corner pojok kecil demokrasi di Singapura
yang dibuat Think Centre.)

Tingginya angka hukuman mati di Singapura, dikritik
oleh organisasi hak asasi Amnesty International.
Sementara itu, kelompok pro demokrasi Think Centre di
Singapura menyatakan, tiga pilar hak demokrasi tidak
berlaku di Singapura.

Dari tahun 1991 hingga 2005 ini, menurut laporan
organisasi pembela hak asasi Amnesty International,
sekitar 400 orang telah dihukum mati di Singapura.
Sebagian besar berkaitan dengan kasus pemilikan
narkotika. Berdasarkan hukum Singapura, barang siapa
terbukti memiliki sedikitnya 10 miligram heroin, tidak
peduli apakah pemiliknya pecandu narkotika atau bukan,
akan didakwa sebagai pengedar narkotika dan dapat
dihukum mati. Amnesty International melaporkan,
berdasarkan perbandingan antara jumlah penduduk
Singapura, yang mencapai sekitar 4 juta orang, dengan
jumlah hukuman mati, secara statistik negara pulau
itu, merupakan negara yang menjalankan hukuman mati
tertinggi di seluruh dunia.

Organisasi non pemerintah-Think Centre di Singapura
menyebutkan, pemerintah Singapura sangat enggan
melaporkan statistik hukuman mati tsb. Ketua Think
Centre- Sinapan Samydorai mengatakan : �Untuk pertama
kalinya, tahun ini pemerintah Singapura melaporkan
jumlah hukuman mati. Latar belakangnya, karena kami
mendesak dihapuskannya hukuman mati. Jika pemerintah
memang tidak bersedia menghapus hukuman mati, kami
menuntut paling tidak jumlah hukuman mati dikurangi�.

Dewasa ini, Singapura merupakan salah satu negara
dengan ekonomi amat kuat di dunia. Akan tetapi, sejak
40 tahun lalu, setelah pemisahan total dari Malaysia,
negara pulau ini tetap diperintah secara otokratis.
Pernyataan demokratis dalam konstitusinya hanyalah
bungkus indah. Namun, para tokoh politik Singapura
amat bangga dengan ulang tahun ke 40 negaranya tanggal
9 Agustus mendatang. Seperti diungkapkan Samydorai, di
negara pulau itu, selama ini tidak ada tiga pilar hak
demokrasi, yakni kebebasan pers, kebebasan
mengutarakan pendapat serta kebebasan berkumpul dan
berserikat.

Para pemikir di kawasan Asia Tenggara, yang tidak
menetap di Singapura, hanya dapat mengritik ironi
kebanggaan para politisi Singapura. Penulis dan
penyair terkemuka dari Indonesia, Goenawan Mohamad
mengatakan: �Apakah anda betul-betul percaya, bahwa
pimpinan di Singapura memiliki minat, membela atau
menghormati hak asasi? Saya tidak yakin. Mereka amat
bangga, dengan apa yang sudah dicapainya. Dan tentu
saja mereka memiliki hak untuk itu. Singapura itu
bersih, tidak ada narkotika, tingkat kejahatan amat
rendah. Rakyatnya amat bahagia. Tentu saja pimpinannya
amat bangga. Dan tema hak asasi manusia, bagi
pemerintah Singapura sejak lama tidak lagi relevan,
selama penduduknya tidak menuntut hal itu�.

Sejak kemerdekaannya 40 tahun lalu, Singapura tetap
diperintah oleh partai yang sama, yaitu �Peoples
Action Party�-PAP, dimana keluarga pendiri Singapura,
Lee Kuan Yew memiliki pengaruh amat besar. Sekarang
yang menjadi PM adalah Lee Hsien Loong anak dari Lee
Kuan Yew. Tidak mengherankan jika media barat selalu
menyindir Singapura adalah sebuah negara monarki, yang
diperintah oleh sebuah dinasti. Lebih jauh Samydorai
mengatakan: �Kaitan antara keluarga Lee dengan
pemerintah, adalah sebuah tema yang tidak akan
didiskusikan secara terbuka. Tetapi saya yakin, tidak
ada rakyat yang menghendaki adanya sebuah dinasti di
Singapura. Sistem semacam itu, tidak akan dapat
bertahan di era demokratis. Bahkan di Singapura,
rakyatnya mungkin juga tidak akan bahagia dengan
sistem dinasti semacam itu�. Mungkin untuk sementara
keadaan ekonomi Singapura yang masih baik, akan
menyangga pilar-pilar demokrasi yang dibiarkan rapuh
tersebut.



                
__________________________________ 
Discover Yahoo! 
Have fun online with music videos, cool games, IM and more. Check it out! 
http://discover.yahoo.com/online.html


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke