14.06.2005

Khasiat teh mencegah kanker

(Daun teh berkhasiat mencegah kanker)

Kebiasaan minum teh bagi warga Asia merupakan tradisi
yang dapat dilacak hingga 5000 tahun ke belakang.
Terutama di China dan India, sejak lama budaya minum
teh dipuji sebagai berkhasiat menjaga mutu kesehatan
yang baik. Kini, penelitian kedokteran modern
menegaskan khasiat teh terutama teh hijau, sebagai
pencegah dan obat beberapa jenis kanker. 

Dipilihnya teh hijau, karena diketahui kadar unsur
aktif anti-oksidan Catechin dalam teh hijau, jauh
lebih tinggi dibanding dalam teh hitam. Penelitian
terbaru menunjukkan, unsur anti-oksidan yang dikandung
daun teh hijau, memiliki efektivitas 90 persen
mencegah kanker prostat pada laki-laki yang memiliki
risiko tinggi terkena kanker tsb.

Kanker prostat, adalah penyakit yang sekarang semakin
sering menyerang laki-laki. Perhimpunan kanker Amerika
melaporkan, setiap tahunnya sekitar 230.000 lelaki
didiagnosa menderita kanker prostat. Namun disamping
kabar buruk itu, juga terdapat kabar baiknya. Yakni,
biasanya kasus kanker prostata diketahui masih dalam
tahap dini. Sekitar 92 persen lelaki yang didiagnosa
mengidap kanker prostat, memiliki harapan hidup hingga
10 tahun mendatang. 

Twtapi kasus itu tetap tidak dapat diremehkan. Seperti
penyakit kanker lainnya, kanker prostat juga dapat
mematikan. Catatan perhimpunan kanker Amerika
menunjukkan, di AS setiap tahunnya sekitar 30.000
orang meninggal akibat kanker prostat. Berdasarkan
statistik, kanker prostat merupakan penyakit kanker
pembunuh nomor dua di kalangan lelaki. Karena itulah,
penelitian pencegahan dan pengobatan kanker prostat di
tahun-tahun belakangan terus digalakkan, terutama
penelitian khasiat anti oksidan dari teh hijau, yang
dikonsumsi secara luas di India, China dan Jepang.

Konsumsi teh dosis tinggi

Seperti ditegaskan oleh tradisi lama di China, India
dan Jepang, terbukti dalam penelitian modern, bahwa
konsumsi teh hijau dalam dosisi tinggi, dapat mencegah
dan bahkan menyembuhkan kanker prostat. Unsur aktiv
yang bekerja sebagai anti-oksidan dalam daun teh
adalah Catechin, sejenis Polyphenol yang tergolong
keluarga senyawa Flavonoid. Catechin merupakan unsur
anti oksidan kuat dengan spektrum luas. Dalam uji
laboratorium, diketahui keampuhan anti radikal bebas
Catechin sekitar 100 kali lipat dari vitamin C, dan 25
kali lipat dari vitamin E. 

Sejak 50 tahun terakhir ini, dikenal apa yang disebut
radikal bebas, yakni sejenis oksigen yang reaktiv,
yang terbentuk dalam proses metabolisme. Unsur radikal
bebas ini, dapat merusak informasi genetika atau
membran sel. Dengan begitu radikal bebas dapat merusak
organ tubuh atau memicu tumbuhnya kanker. Para
peneliti kedokteran juga mengamati, dalam sayuran dan
buah-buahan terdapat unsur yang mampu mencegah dampak
negatif radikal bebas ini. Unsurnya disebut
anti-oksidan, dan biasanya berbentuk vitamin, yakni
vitamin A, C dan E. Walaupun masih terdapat perbedaan
pendapat menyangkut radikal bebas ini, namun
penelitian menunjukkan unsur anti-oksidan alami,
memang memiliki regulasi mencegah dampak negatif
radikal bebas.

Belum lama ini, prof Saverio Bettuzzi dari bagian
biokimia fakultas kedokteran Universitas Parma, Italia
mempublikasikan hasil penelitiannya, menyangkut
khasiat teh hijau untuk pencegahan dan pengobatan
kanker prostata. Dalam penelitian terhadap 62 pria
relawan, yang tergolong kelompok risiko tinggi terkena
kanker prostat, karena sudah didiagnosa mengalami
gejala pra-kanker, Bettuzzi membagi mereka menjadi dua
kelompok. Yakni kelompok ujicoba sebanyak 32 orang,
dan kelompok pembanding sebanyak 30 orang. Kelompok
ujicoba, harus meminum pil yang mengandung 200
miligram Catechin tiga kali sehari selama setahun.
Sementara kelompok pembanding, hanya diberi pil
placebo. 

Dosis Catechin

Dosis Catechin yang diberikan, setara dengan meminum
15 sampai 20 cangkir air teh hijau setiap hari.
Setelah enam bulan dilakukan biopsi, yang diulang
setahun kemudian setelah penelitian usai. Hasilnya
seperti yang telah diduga sebelumnya. Hanya satu orang
dari grup ujicoba, yang kemudian menderita kanker
prostat. Sementara dari grup pembanding, terdapat 9
orang yang kemudian mengindap kanker tsb.

Namun, mengacu pada penelitiannya, Bettuzzi
mengatakan, ia tidak menyarankan dilakukanya
pengobatan sendiri dengan teh hijau, tanpa pengawasan
dokter. Sebab, ia juga tidak dapat menjamin, apakah
teh hijau yang digunakan bebas dari cemaran, seperti
sisa pestisida, mengandung coffein atau bahan cemaran
lain yang berbahaya. Dalam beberapa penelitian
sebelumnya, dilaporkan munculnya dampak sampingan
minum teh, berupa rasa pusing atau diare. Untuk lebih
menegaskan khasiat teh hijau, dalam mencegah dan
mengobati kanker prostat, Bettuzzi juga menegaskan,
diperlukan ujicoba dengan jumlah relawan yang lebih
banyak. 

Hasil penelitian Bettuzzi itu, menegaskan hasil dua
penelitian dengan responden lebih besar, yang sudah
dilakukan di China. Penelitian pertama, melibatkan
sekitar 18.000 responden laki-laki. Hasilnya, mereka
yang tergolong peminum teh, turun risikonya terkena
kanker lambung atau kanker saluran pernafasan sekitar
50 persen, dibanding yang bukan peminum teh.
Penelitian ini, juga memasukan faktor keseharian,
seperti kebiasaan merokok atau jenis makanan, terhadap
khasiat minum teh. Sementara penelitian lainnya di
rumah sakit gigi di Beijing, menunjukkan konsumsi tiga
gram teh sehari, mengurangi risiko pra-kanker pada
mulut dan gusi. 

Walaupun terdapat bukti mengesankan, mengenai khasiat
teh, namun penelitian serupa di Belanda tidak
menunjukkan hasil signifikan. Penelitian terhadap
lebih dari 58.250 pria dan 62.500 wanita yang berusia
antara 55 sampai 69 tahun, menyangkut kaitan minum teh
dengan pencegahan penyakit kanker, tidak berhasil
menemukan kaitan khasiat teh ini. Terlepas dari
penelitian di Belanda, sejumlah hasil penelitian lain,
tetap menunjukkan khasiat teh tsb. Institut kanker
nasional Amerika Serikat, juga melaporkan khasiat
unsur aktif Catechin dalam mencegah kanker dalam uji
laboratorium. Demikian juga berbagai data yang
menunjukkan, mengapa tingkat penderita kanker di
negara-negara dengan tradisi minum teh, jauh lebih
rendah dari di negara yang tidak memiliki tradisi
minum teh, mendukung hasil penelitian terbaru dari
Bettuzzi.  



                
__________________________________ 
Discover Yahoo! 
Get on-the-go sports scores, stock quotes, news and more. Check it out! 
http://discover.yahoo.com/mobile.html


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke