Wah, nambah rame nich diskusi di milis beasiswa@

salam,
Ari Condro

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>

Dear all,
Soal brain drain, saya pikir  apakah seseorang yang menerima beasiswa
kembali ke Indonesia atau tidak bisa dilihat dari beberapa segi. Ada
beberapa hal yang harus jadi pertimbangan

1. Membangun itu tidak selalu harus dari dalam negeri. Saya ingat pak Arif
Budiman pernah mengatakan hal ini, dan dia benar. Buat seorang seperti pak
Arif, dia lebih baik di luar, karena di luar negeri dia justru bisa lebih
mempromosikan Indonesia.

2. Lihat bidang ilmu masing-masing. Kalau misalnya ambil bidang yang
kira-kira tidak berguna di Indonesia, ya tinggal saja di luar negeri. Kalau
misalnya seperti teman saya yang ambil nano biologi. Lha kita mikro biologi
saja belum tersentuh, apalagi nano biologi. Atau ada juga teman saya ambil
bidang maskulinity and gay studies. Lha wong kita feminisme saja belum
terbahas koq mau membahas maskulinitas.

3. Lihat apa yang akan kita capai ke depan. Ini agak egois memang. Saya
lihat kakak ipar saya, lulusan luar, 12 tahun bekerja sebagai dosen gajinya
1,7 juta, sekarang hidupnya rutin, tiap hari ngajar. Kalau dia tinggal di
Australia misalnya, gajinya minimal 60 ribu dollar. Sekarang katakanlah gak
usah lihat gaji, lihat untuk pengembangan dirinya, sebagai dosen di luar
negeri harus terus berkarya, disini yang penting absen

4. Lihat kondisi di Indonesia. Ibaratnya, kalo di Amrik itu adalah istilah:
Like a rat leaving a sinking ship. Kalo kondisinya memang sudah tidak bisa
ditolong, buruan dech keluar dari situ.

Terus terang, saya bukan orang yang setia kepada negara. Alasan saya banyak:
1. Hidup saya di Indonesia miskin. Bapak saya terlalu jujur sebagai ABRI.
Sedemikian miskinnya saya, sampai saya beasiswapun harus yang full, gak bisa
parsial. Makanya saya dulu terpaksa melepas fulbright di University of
Hawaii Untung terus keterima Ausaid.

2. Pemerintah kita brengsek. Saya sering sirik sama temen-temen bule saya.
Kita dulu ada kuliah internship, magang di negara manapun kita mau.
Teman-teman Amerika saya untuk sekolah ngutang sama negaranya, boleh dicicil
semaunya. Saya mesti kembang kempis banting tulang buat biaya internship
saya di Thailand. Belum lagi kalau saya mengajar saya lihat murid-murid saya
sejahtera, sarana sekolah lengkap, hal yang saya tidak terima waktu saya 12
tahun sekolah di Indonesia.

Jadi kalau ada yang mau mengutuki saya karena saya mati-matian mau migrasi
ke negeri orang (harap diingat seingin apapun saya keluar dari Indonesia,
saya menolak untuk menjadi asylum, illegal imigran atau kawin kontrak,
meskipun kesempatan itu ada) karena saya pikir, hidup saya di Indonesia
susah koq. Saya banyak kehilangan hal karena saya orang Indonesia.
Perhatikan bahwa sebagai warga negara kita itu obyek pemerasan pemerintah.
Keluar negeri bayar, kita bayar pajak yang gak pernah ketahuan kemana
uangnya, saya tinggal di kota dengan angka polusi tertinggi ketiga di dunia,
saya tidak bisa mengembangkan ilmu saya dll. Bagaimana mungkin saya bisa
mengembangkan diri, buat riset dll, kalau untuk bertahan hidup saja saya
harus kerja di 3 tempat?

Kebetulan saya banyak menangani masalah sosial dalam keluarga dan terutama
KB di China. Jadi saya selalu bilang kepada setiap orang yang tanya kenapa
saya mau tinggal di luar negeri karena Indonesia katanya butuh lebih banyak
orang seperti saya yang mau kerja di LSM (saya sekarang di Aceh), jadi dosen
dll. Negara kita itu sudah terlalu banyak penduduk, jadi saya mau mengalah,
ijinkanlah saya pergi, untuk mengurangi beban penduduk yang harus ditopang
negara ini.

PS. Saya ini laki-laki lho! Banyak orang tulis email ke saya, semuanya
mengira saya perempuan
Anggiet





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke