--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> 
> 
> > Takdir dalam Bahasa Al-Quran
> >  
> >Dengan demikian, menjadi jelaslah kiranya bahwa adanya takdir 
tidak
> menghalangi manusia untuk berusaha menentukan masa depannya
> sendiri, sambil memohon bantuan Ilahi
> 
> ------------------------
> Disatu fihak, takdir dapat dipahami sebagai "parameter" yang 
terlebih > dahulu ditentukanNya, sebagai batas batas apa yang 
manusia lakukan.
> 
> Katakanlah kelahiran. Tetapi bagaimana dengan kondisi kelahiran 
itu > sendiri? karena manusia belum mampu menentukannya sendiri. 
Sebagai > anak pemulung, dapatkah ia berkehendak lain? Haruskah dia 
lahir > sebagai anak pemulung?

Lina:
Karena manusia BELUM mampu menentukannya sendiri, tentu saja dia 
menjadi TIDAK bisa berkehendak lain. Dia disebut anak pemulung, 
karena memang bapaknya seorang pemulung. Itu memang tak bisa diubah 
bukan? meski kemudian dia menjadi seorang Presiden kemudian, tetap 
saja bapaknya pemulung.

Saya teringat ada hadist yang mengatakan,"semua manusia terlahir 
suci, namun ortunya lah yang menjadikannya Islam, Kafir, atau 
Majusi" (cmiiw)...Sangat berat ya menjadi ortu itu ya?
> 
Mbah:
> Lihatlah kematian. Mungkin sekali, bilamana manusia mati, sudah 
> ditakdirkan, menurut Islam. Namun, bagaimana pula dengan 
kondisinya? > Seseorang yang mati sebagai perampok atau dihukum mati 
karena > narkoba. Tak dapatkah dia hindarkan? Dapatkah dia memilih 
cara atau > dasar kematiannya?

Lina: Mati sudah ditakdirkan: artinya kadar hidupnya udah sampe situ 
saja. Sunatullah mengatakan kalo kamu perampok, kamu akan mati:
a) dipenjara, b) digantung, c)... d)...Kalo kamu mau merubah, rubah 
lah jangan jadi perampok...
> 
Mbah:
> Secara falsafah: dimana mulai dan dimana berakhir kehendak bebas 
> manusia?

Lina: dimulai ketika manusia sudah akil baligh dan berakhir ketika 
sudah pikun...

Mbah:
> Demikian pula, memilih agama. Seseorang memilih, atau mewarisi 
agama > Islam. Kehendak sendiri atau takdir? Yang lain, seorang 
anggauta suku > diatas gunbug tinggi di Papua. Dapatkah dia memilih 
kepercayaan lain, > karena hidup terpencil diatas gunung di Papua?

Lina:
Takdir yang bisa dirubah...:-) karena sunatullah mengatakan kamu dah 
diberi otak untuk berfikir dan memilih. Seperti pengalaman Umar bin 
Khattab itu,"aku menghindari takdir yang ini dan memilih takdir yang 
itu"...:-)

Mbah: 
> Bagaimana dengan partner kita yang kemudian cerai? Takdir? 
dapatkah > dihindari?

Lina:
he..he...ini kembali ke soal jodoh (sayangnya cak huttaqi gak bisa 
terima imil dari ppindia). Menghindari takdir yang A memilih takdir 
yang B. Dahulunya sudah tertulis disono bahwa takdir kamu, kalo kamu 
kawin sama A kamu..akan begini. kalo kamu kawin ama si B..kamu akan 
begono. Sayangnya kita tak bisa ngintip takdir kita yang dah ditulis 
disono.

Kalau orang bercerai, sering dikatakan begini,"memang cuma sampe 
disini jodoh sampeyan sama dia"...:-)
> 
> Mungkin eyang Shihab dapat menjawabnyà?

Eyang Shihab cuma bilang gini:

Yang jelas, Nabi dan  sahabat-sahabat  utama  beliau,  tidak
pernah  mempersoalkan takdir sebagaimana dilakukan oleh para
teolog itu. Mereka sepenuhnya  yakin  tentang  takdir  Allah
yang   menyentuh  semua  makhluk  termasuk  manusia,  tetapi
sedikit  pun  keyakinan   ini   tidak   menghalangi   mereka
menyingsingkan   lengan  baju,  berjuang,  dan  kalau  kalah
sedikit pun mereka tidak menimpakan kesalahan kepada  Allah.
Sikap  Nabi  dan  para sahabat tersebut lahir, karena mereka
tidak memahami ayat-ayat Al-Quran secara parsial: ayat  demi
ayat,   atau  sepotong-sepotong  terlepas  dari  konteksnya,
tetapi memahaminya secara utuh, sebagaimana  diajarkan  oleh
Rasulullah Saw.
 
> Salam
> 
> Danardono

wassalam,




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke