--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ----------------------
>
> DH: Dalam setiap malapetaka, sangatlah menggiurkan mencari sasaran
> untuk disalahkan.
>
> Mengatakan, semata AS yang bertanggung jawab, adalah simplifikasi
> proses ekonomi, yang akan sangat mengaburkan mata kita.
>
> Ini tak berarti, bahwa memang MNC dari AS dan negara negara industri
> lainnya (juga Uni Eropa) turut menyebabkan malapetaka global ini.
>
> Saya sengaja pakai kata "turut", sebab kalau kita tilik, dengan
> seksama, peran pimpinan negara negara miskin sendiri dalam
> MEMISKINKAN negerinya, tak kalah dahsyatnya.
>
Tepat sekali Pak Danar.
Kalau kita mau marah, marahlah secara proporsional. Artinya sesuai dg
kesalahan masing2.
Kalau ada anak busung lapar, kita marahin MNC, mereka paling bilang:
emangnya kita departemen sosial dan kesehatan RI?
Menurut saya: kesalahan utama adalah pada pemerintah dan rakyat
(termasuk saya) sendiri. Seperti kata Pak Danar, kita kurang bersih
(dari korupsi dan dosa sosial), kurang bekerja keras, kurang hemat,
kurang disiplin, kurang perencanaan.
Salah satu pangkal bencana ini adalah korupsi: dia menghisap insentif
orang2 jujur dan disiplin sehingga ikut2an melenceng. Melemahkan otak2
strategis untuk membangun bangsa. Semua terbengkalai, karena lingkaran
setan korupsi ini.
Saya juga marah ke Amerika, tapi bukan karena busung lapar, melainkan
politik perdagangan luar negerinya thd Indonesia sering tidak fair,
pembelaannya yg bias thd bbrp kasus yg melibatkan perusahaannya vs.
pemerintah Indonesia, dsb.
Tapi seharusnya pemerintah kita lebih pinter, nggak nyerah dibawah
tekanan. Ini bisa, buktinya kasus kontrak penjualan listrik dari IPP
yg dulu ketinggian bisa diperbaiki sampai ke nilai yang wajar.
Mestinya pinter2 ini ke banyak hal lainnya.
Juga, selain memarahi pemerintah, sewajarnya juga kita memuji untuk
prestasinya walau kecil. Jadi kita sama2 coba perbaiki sistem "reward
and punishment" yang sudah lama nggak jalan di Indonesia.
Jangan pernah puji/kagum pada orang2 yg kaya karena korupsi atau
pinter mencari shortcut dari prosedur yg sebenarnya, dan jangan lupa
memuji orang2 yg disiplin dan bekerja keras, sekecil apapun hasilnya
atau kekayaannya.
just my two-cent,
fau
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/