________________________________________________________
BISIK-BISIK MEDIA: Ada apa di balik keriuhan media massa?
Racikan Jumat, 17 Juni, 2005
 
HIMBAUAN:
Bacalah, dengarlah, tontonlah. Tapi gunakan nalar dan akal sehat Anda: 
Jangan percaya 100% pada media massa. Simak baik-baik, jangan telan 
mentah-mentah apa yang tersaji. Kupaslah, kunyahlah, saringlah, 
dan cermatilah dengan bijak apa yang mereka tuliskan, siarkan, dan
tayangkan.

________________________________________________________
SOROT MEDIA
 
Abdurrachman Mas'ud, anggota KPID Jateng:
Harus diwaspadai media massa yang 'kongkalingkong' dengan para calon
kepala daerah yang ingin memenangi pemilihan. Jika media massa 
dimanfaatkan, akibatnya informasi yang disampaikan tidak seimbang dan 
cenderung mengangkat atau menjatuhkan salah satu calon.
 
Jacob Oetama, presdir KKG:
Media massa seharusnya menjadi lembaga yang tidak hanya organik, melainkan
juga lembaga yang organis - memiliki kehidupan, jiwa, dan semangat. Namun
sebagai lembaga organik, media massa tetap harus memiliki aturan dan
tata kerja yang baik.
 
Karni Ilyas, ketua ATVSI:
Banyak masyarakat mengeluhkan tayangan mistik, kekerasan, dan pornografi
yang dianggap memicu tindak kriminal, tidak mendidik, dan menyesatkan
pemirsa televisi. Namun di sisi lain, banyak juga masyarakat yang 
menggemarinya.
 
_________________________________________________________
ANAKKU
Jakarta
t: (021) 478-64537, 708-08787
f: (021) 470-5079
 
Sebuah titik, koma, dan kurung tutup ternyata bisa dibentuk menjadi
huruf A. Itulah logo majalah ANAKKU yang ingin bersaing dengan
AYAHBUNDA. Mereka mengklaim bahwa seluruh artikel ditulis oleh para 
profesional di bidangnya, dan dengan rujukan yang benar. Alias, isinya
dapat dipertanggung jawabkan. Itu yang mereka janjikan. Mau bukti?
Beli saja ANAKKU edisi terbaru. 

_______________________________________
BISNIS HARIAN
suplemen harian RAKYAT MERDEKA
Jakarta
 
BISNIS HARIAN adalah suplemen ekonomi-bisnis Harian RAKYAT MERDEKA
dan SATELIT NEWS, dengan tiras mencapai 200,000 eksemplar yang didistribusikan 
di Jabotabekpok, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan 
Kalimantan. 
 
BISNIS HARIAN hadir untuk memenuhi keinginan para enterpreneur maupun 
korporasi dalam memaparkan misi, visi, dan strategi usahanya, termasuk 
menjadi medium dalam menerangkan manfaat dan cara penggunaan produk.
 
BISNIS HARIAN layaknya sebuah display usaha yang berjalan, dengan 
bahasa yang mudah dicerna oleh pasar. Dengan fokus rubrikasi yang 
segmented, pesan usaha Anda langsung sampai ke sasaran yang dituju 
setiap hari. Apalagi dengan dukungan distribusi yang kuat 
melalui Rakyat Merdeka Group - Jawa Pos. Benefit ini tidak dimiliki 
oleh banyak koran ekonomi yang sudah ada. Rubrikasi: Mal & Properti, 
Handphone, Komputer dan Elektronik, Otomotif, dan Bursa.
 
Profile Pembaca:
1. Pekerjaan - Profesional: 42%, Wiraswasta: 40%, PNS: 10%, Lain-lain: 8%
2. Jenis Kelamin - Pria: 54%, Wanita: 46%
3. Usia Pembaca - <30: 10%, 30-40: 35%, 40-50: 40%, >50: 15%
4. Konsumsi Pembaca - <Rp 2 juta: 33%; >Rp 2 juta: 67%
 
Segmentasi (target market):
· Pengambil keputusan dari pemula (>usia 36 tahun) hingga pengambil keputusan 
mapan (<usia 50 tahun)
· Pengusaha, pelaku bisnis, dan politisi
 
Info dari Asep Mulyana
_________________________________________________________
INDOSIAR - tv station
Jakarta
 
Ada yang mau ikutan The Apprentice Indonesia? Untuk register online, 
klik:
http://theapprenticeindonesia.com/
 
_______________________________________
MAKASSAR TERKINI - magazine
www.makassarterkini.com
10,000 copies
23 Juli
Jl. Letjen Mappaodang No.8, Makassar
e: [EMAIL PROTECTED]
Printer: CV. Bintang Grafik Komunitama
 
Di kota Anging Mamiri kini hadir MAKASSAR TERKINI, sebuah majalah
kawasan yang didistribusikan secara gratis. Menurut Adhi Santoso,
general manager CV. Makassar Indomedia selaku penerbit, untuk sementara
majalah ini dicetak sebanyak 10,000 eksemplar. Ia berencana, pada
awal 2006 akan meningkatkan tiras menjadi 20,000 eksemplar.  
 
Segmentasi pembaca majalah MAKASSAR TERKINI adalah kaum pendatang, 
masyarakat bisnis, para profesional, serta kaum eksekutif. "Sasaran
utama kami memang kalangan yang berkecimpung dalam dunia bisnis," ujar
Adhi. Dijabarkan Lebih rinci lagi, mereka adalah kelompok 'mature people' yang 
memiliki ciri: kreatif, konsumtif, mobile, komunikatif, menyukai 
hal-hal baru, stylish, technology oriented, dan punya perhatian 
terhadap penampilan. Sedangkan pokok bahasan majalah ini lebih banyak 
mengenai info belanja, hiburan, gaya hidup dan info wisata.
_________________________________________________________
MATRA - magazine
Jakarta
 
Ada kabar teranyar dari MATRA! Edisi Mei 2005 yang digagas Hani Moniaga
ternyata bikin heboh. Selain ramai dibincangkan di milis, beberapa orang yang 
masih
sayang sama MATRA beramai-ramai mengontak Mbak Sri (pemilik MATRA). Mereka tak 
setuju dan amat menyayangkan dengan konsep baru MATRA yang terlalu vulgar.

Buntutnya, dapur MATRA pun geger. Hasilnya, MATRA edisi Juni 2005 tampil lebih
manusiawi. Walau masih ada 'tumpahan' payudara Sarah Azhari yang cukup
menantang di sampul depan, namun tak lagi sevulgar edisi sebelumnya yang 
terfokus pada 'merapi-merbabu' seorang perempuan yang tak jelas jati dirinya. 
Kabar terakhir: Hani 'ditendang' Mbak Sri! Ia pun musti 'menyingkir' dari 
panggung MATRA yang belum lama ia 
jejaki. Bersama Jim Bary Aditya, kabarnya dalam waktu dekat ia akan 
menerbitkan 'majalah lher' yang konon bakal bikin Anda panas dingin -- 
khas Hani Moniaga tentu saja. Anda punya minat untuk bergabung?
 
_________________________________________________________
POSITIVE - magazine
bring your mind to be positive!
Jl. Karang Menur IV no 24, Surabaya
 
#1 Issue >> Surabaya Independent Culture
Bands >> Friday, Superman Is Dead, Pure Saturday, X-Calibour, Jelly, Seurieus
Hot Interview >> PADI, Cathy Sharon
Fashion >> Three Pieces
School Profile >> SMAN 5 Surabaya
Open Mind >> God Rules or Human Rules (sekularisme)
I Love Peterpan, So What?!
Everyday Is a Brand NewDay
Versuz >> Aktivis v Kutu Buku
Film Review >> Sin City
DVD Review >> Video Ready-O
Music Review
Cool Events
Cartoon by Ucup >> Indie Boy dalam cerita... "Sesama Indie"
And More Cool Articles...
Quiz berhadiah 20 kaset X-Calibour dan rilisan Pasukan Record lainnya + 
5 kaos POSITIVE Magazine. Dengerin juga spot radio POSITIVE Magazine 
di Istara FM dan Colors FM mulai 6 Juni 2005.
 
Info dari Diaz Arifin, Surabaya
e: [EMAIL PROTECTED]

_________________________________________________________
TEKNOKRA
UKPM Teknokra
Universitas Lampung
Jl.Sumantri Brojonegoro No.1 Ged. PKM Lt.1, Bandar Lampung 35145
t: (0721) 788-717
e: [EMAIL PROTECTED]
 
UKPM TEKNOKRA akan mengadakan pendidikan jurnalistik mahasiswa tingkat 
pengelola. Pengelola di sini adalah para Pemimpin Umum
pers mahasiswa se-Indonesia. Mereka ingin mendapat masukan dari Anda
mengenai pembicara/fasilitator bidang usaha media massa yang telah 
berpengalaman mengisi acara bidang tersebut di Jakarta atau kota-kota lain.
Tidak menutup kemungkinan, pembicara tersebut pernah aktif juga di pers
mahasiswa dan sampai saat ini masih konsen sebagai pembicara pada bidang
usaha media (iklan, pemasaran, kreatif dll).
 
Tanggapan dari Asep Saefullah - Pena Indonesia, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Seingat saya penjenjangan pendidikan Pers Mahasiswa ini warisan dari 
aturan yang mengontrol kehidupan kampus zaman dulu. Kalau tak salah 
ingat, kategorinya ada tingkat dasar, tingkat lanjut serta tingkat 
pengelola.
 
Saya berpikir penjenjangan itu hanya untuk masalah keberlanjutan proyek 
dalam anggaran Departemen Pendidikan dan Departemen Agama yang 
membawahi berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Kalau diperhatikan, 
penjenjangan itu mirip banget dengan pelatihan kepemimpinan mahasiswa: 
dasar, menengah dan lanjut yang dulu diselenggarakan hampir oleh semua 
kampus.
 
Kenapa pesertanya harus pemimpin umum? Padahal, biasanya pemimpin umum 
itu kuliahnya sudah hampir selesai. Sehingga dia hanya punya sedikit 
waktu untuk menerapakan hasil pelatihan.  
 
Bagi rekan-rekan di Teknokra yang setahu saya rajin menggelar pelatihan 
jurnalistik, saya pikir rekan-rekan sudah tahu materi dan orang-orang 
yang layak ada dalam pelatihan itu. Tapi, dari beberapa pelatihan 
jurnalistik mahasiswa yang saya perhatikan, minim sekali materi 
jurnalisme dasar yang meliputi teknik reportase, penggalian bahan serta 
menulisnya. Pelatihan-pelatihan yang saya perhatikan, selalu menjadi 
arena cuap-cuap para petinggi media. Tapi, calon peserta biasanya lebih 
tergoda mengikuti, jika narasumbernya para selebriti media itu.
 
Beberapa bulan lalu, saya bertemu dengan beberapa pengelola pers 
mahasiswa se-Indonesia. Hampir semuanya mengeluh masalah biaya, 
kaderisasi dan sarana mengasah keterampilan menulis. Saat itu bersama 
Farid Gaban memberi solusi untuk memecahkan masalah yang dialami 
mereka. Namun hingga kita tak ada satupun yang menindaklanjuti tawaran 
Farid Gaban.
 
Usahakanlah topik yang dibahas di pelatihan itu bisa diaplikasikan pada 
lembaga masing-masing. Karena saya berharap, saat saya bertemu lagi 
dengan rekan-rekan pengelola pers mahasiswa, tidak akan muncul lagi 
keluhan yang selalu saya dengar dari berbagai generasinya.
 
_________________________________________________________
CAMPUR SARI
_________________________________________________________
 
DAVID HARYANTO - marketing & communications manager TATV, Solo, Jawa Tengah
[EMAIL PROTECTED]
 
Saya ingin mengganti alamat email yang sekarang terdaftar di milis 
MEDIACARE, yaitu dari [EMAIL PROTECTED] menjadi [EMAIL PROTECTED] Untuk 
data-datanya saya lampirkan.
 
_________________________________________________________
 
ADHI SANTOSO - general manager Majalah MAKASSAR TERKINI, Makassar
[EMAIL PROTECTED]
 
Saya tertarik menjadi member MEDIACARE, sekalian ingin memperkenalkan
majalah MAKASSAR TERKINI. Terima kasih atas kerjasamanya.
 
_________________________________________________________
EMHA FAIQ
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Pada Rabu, 1 Juni 2005 lalu, saya menyaksikan siaran Top Ten News di di 
Metro TV. Salah satu judul beritanya, "Dinilai Menyebarkan Ajaran 
Sesat, Diserbu Warga." Pola seperti ini acap kita jumpai di berbagai 
media. Kesalahan pokok pada kalimat di atas adalah tidak adanya subyek. Para 
pembaca jadi bertanya, siapa yang menyebarkan ajaran sesat dan siapa yang 
diserbu 
warga? Gimana nih?
 
Tanggapan dari Euis Damarwati
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Kesalahan, kekeliruan atau kecelakaan tersebut tentu sudah mereka sadari.
Namun lagi-lagi soal keterbatasan ruang, waktu atau salah edit bisa
jadi mereka kambing hitamkan. Maklumlah. Bagaimana ini rekan-rekan dari
TV Metro? Tentu punya jawaban yang mangkus.
_________________________________________________________ 
KURNIA JR. - Majalah TEMPO, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Tak jarang kita baca kalimat semacam ini di media massa:
"Tubuh memar ternyata tak hanya risiko petinju, tapi juga seorang 
bintang film."
 
Perhatikan pemakaian "tak" di situ. Seharusnya yang dipakai adalah 
"bukan". Kesalahan seperti ini relatif kerap terjadi di koran dan 
majalah, terutama ketika kata tersebut disusul oleh kata "hanya"---
banyak penulis terpeleset di situ. 
 
Rasanya kita perlu mengingat kembali bahwa secara sintaksis "tak" 
dan "bukan" memiliki tempatnya sendiri-sendiri, dan perlu hati-hati 
ketika menyusun kalimat.
 
Tanggapan dari Rizal Koto
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Benar sekali. Namun pasangannya bukan "tapi", melainkan "melainkan". 
Jadi, "Tubuh memar ternyata bukan hanya risiko petinju, melainkan juga 
seorang bintang film". Ya, kan?
 
Tanggapan dari Radityo Djadjoeri
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Bung Rizal Koto benar, jadi saya tak perlu lagi menanggapi bahasan utamanya.
Di emailnya, bung Kurnia di TEMPO menulis "di situ". Menurut saya lebih tepat
"disitu" - tanpa spasi. Karena kalau ditulis "di situ" bisa bermakna "di 
danau". 
Contohnya Situ Lembang yang ada di kawasan elit Menteng, dan situ-situ 
lainnya yang bertebaran di seantero Jawa Barat. Kesalahan ini -- setali tiga
uang dengan "ke situ", "di sana", "ke sini", "ke sana" -- masih sering
saya jumpai di berbagai media cetak. Bukankah mustinya "kesitu", "disana",
"kesini", dan "kesana"?
 
_________________________________________________________
LISA H. SARDJITO - CCHQ, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Please be informed that all of CCHQ email addresses changed to [EMAIL PROTECTED]
Example of our previous email addresses: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED] changed to:  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED]

The previous email addresses will no longer active. Our website address is 
www.cchq.net
 
_________________________________________________________
B. SUFENI S. - Gema Nada Pertiwi, Jakarta
e: [EMAIL PROTECTED]
 
Perkenalkan saya Sufeni dari PT Gema Nada Pertiwi (recording company).
Mau minta info nih. Saya mau pasang video klip di TV. Kira-kira di
stasiun mana saja ya (selain di Global TV)? Boleh minta cp masing-masing?
Kebetulan lagi mau promo lagu anak-anak, pop, dan dangdut campursari.
 
_________________________________________________________
INFO
 
Anda punya info terbaru? Ingin kasih komentar tentang kiprah media 
massa dan komunikasi pemasaran, atau geliat para awaknya? Kirimkan 
ke: [EMAIL PROTECTED]
Klik: http://mediacare.blogspot.com
Milis: http://www.yahoogroups.com/mediacare/subscribe
Email: [EMAIL PROTECTED]
Moderator: [EMAIL PROTECTED]
Hotline: 0817-9802250
 
TERIMA KASIH
Terima kasih untuk moderator milis apakabar, bizzcomm, communications 
indonesia, fhm, fpk, flp, guyub-bahasa, iperhumas, jurnalisme, kritik-iklan, 
mediacare, musyawarah burung, orangmedia, komunitas pantau, pasar opini, 
pr-society-indonesia, pr jakarta, sastra-pembebasan, tv watch indonesia, 
wartawan,  wartawan gaul, wartawan indonesia, wartawan jakarta, dan lainnya 
yang tak dapat saya sebutkan satu persatu.
_________________________________________________________


Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
                
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke