--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Iya Mbak, Hukum tegak dan kemapanan ekonomi bisa mengurangi
> kriminalitas bagi orang normal yang tidak mabok. Kalo orang dah
> mabok, sulit sekali berfikir secara normal biar dikasih kesempetan
> 1000x mikir...:-). Makanya kita perlu mendukung niat pemerintah
> untuk membuat undang2 pornografi dalam langkah penegakan hukum. Moga-
> moga ya Mbak, hukumnya tegak...:-)
>
> Kejahatan pelecehan seksual dan pemerkosaan yang akibat alcohol ini
> tidak dibahas oleh doctor Soe Tjen Marching. Spt yang mbak
> ceritakan, anggota parlemen yang bisa dikatakan 'pendidikan' cukup,
> ekonominya cukup, ngerti hukum, masih saja melakukan pemerkosaan krn
> mabok. Kenapa negara maju tak melarang alcohol juga ya? Apa karena
> ini merupakan devisa negara?
>
Hehehe.. iya ya, buat mikir mesti waras dulu ya.
Tapi yang lucu disini, orang mabok jarang banget melakukan kejahatan.
Kalau saya pulang jam 12 malam Jumat, kereta pasti penuh sesak dan bau
alkohol luar biasa, sampe pusing. Cuma tidak pernah (sepanjang yg saya
dan teman2 saksikan selama ini) ada yang berantem atau melakukan
pelecehan seksual. (moga2 sampai kapanpun saya nggak pernah
menyaksikannya).
Walau mabok, terhuyung2, atau bahkan muntah2 di jalanan, mereka
biasanya tidak memperdulikan orang lain, meski ce jalan sendirian
dijalanan sepi. Makanya ada yg bilang si anggota parlemen tsb sedang
tidak mabok, cuma "kebablasan", mungkin dia pikir itu ce prostitute
(soalnya lagi berdiri sendirian didaerah yg terkenal dg night-life),
padahal dia lagi nunggu co-nya yg sedang nelfon bbrp meter dari dia.
Dia nggak memperkosa, tetapi memegang.
Saya nggak bilang kalau alkohol itu tidak berpengaruh negatif. Jarang
ada kasus, tetapi bbrp kasus tsb-pun umumnya terjadi dibawah pengaruh
alkohol terutama ditempat2 yang bahkan "orang nggak mabok pun mungkin
susah berpikir waras" apalagi yang mabok :D
Paling sering kasus sexual harassment adalah di pub, karena budaya
orang sini minum2 tiap weekend, termasuk grup2 seminar di kampus
(nggak kebayang ya kalau di indonesia). Dulu ada prof yang memeluk
mahasiswinya pas lagi acara minum2 bareng di pub, trus di sue, dan
prof tsb dipecat dg tidak hormat dari kampus. Mungkin orang jepang
self-control-nya kuat, jadi walau mabok jarang yg kebablasan (kali
selalu ingat2 nanti bisa jobless seumur hidup).
Saya sangat setuju kalau di Indonesia peredaran alkohol itu dibatasi
lokasinya dan pembelinya. Apalagi di Indonesia banyak orang kurang
kerjaan yg tukang nongkrong dan minum, akhirnya melakukan tindakan
kriminal.
wassalam,
fau
ps. minum alkohol itu sudah bagian dari gaya hidup dan budaya di bbrp
negara (terutama negara 4 musim), jadi kalau dihapuskan berat
tentangannya. Untung profku anti alkohol, jadi mau party kemanapun,
paling tidak saya punya teman yg non-alcoholic drinker. :D
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/