--- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Mas Nizam,
> Apakah MNC tsb memaksa pemerintah RI dg ancaman senjata? Sudah
> sifatnya perusahaan2 besar ingin mendapat untung sebanyak2nya. 
Mereka
> kan diawasi oleh pemilik saham yg tersebar dimana2 yg tentunya
> menuntut deviden positif. Dilain pihak, sudah tugasnya pula 
pemerintah
> melindungi rakyatnya dan memilih option yg memaksimalkan nation 
wealth.
> 
> Gak ada gunanya anda memarahi MNC. Kalau mereka penyantun ya bukan 
MNC
> namanya, Oxfam atau Care kali. Makanya pointnya saya (dan juga Pak
> Danar saya kira) adalah kita mesti bisa melihat kesalahan kita
> sendiri. Kalau mau protes, saya lebih suka bilang ke pemerintah buat
> mengawasi dg strict operasional Freeport di Indonesia karena saya
> kuatir dg dampak lingkungannya dan pada saat peninjauan kontrak
> bersikap lebih pintar. 
> Soal Pertamina, kalau mau protes, pertama2 saya protes "demand" thd
> pemerintah kita yg menyebabkan mereka terpaksa memelihara BUMN dg 
cara
> yg tidak sehat demi memenuhi demand ini (menjadi cash cow). Siapa yg
> menuntut "demand"? Saya kira anda bisa menduga lah.. akibatnya
> pemerintah juga terbiasa "demand" kemana2... lingkaran korupsi ini 
yg
> mesti diputus, jadi sistem pengawasan bisa berjalan.
> Saya menunggu BPK mengaudit Pertamina. atau sudah?
> 
> Pemerintah juga adalah cerminan rakyat lho... 
> 
> Satu lagi, saya melihat seringkali ada informasi asimetris dalam
> memandang suatu masalah. Seperti soal Cepu. Adakah yg tau persis apa
> masalah yang dihadapi Pertamina kalau harus mengerjakan sendiri? 
Atau
> apa konsekuensi strategis dan konsekuensi hukum dari mengeksplorasi
> sendiri atau membagi-hasilkannya?
> Kalau KKG, saya kira beliau terlalu politis untuk disebut ekonom 
atau
> akademisi. Omongannya bisa berubah2 dalam sekejap. Bahkan diawal dan
> diakhir tulisannya pun sering tidak konsisten. 
> 
------------------

DH: Satu contoh yang sangat realistis, dari apa yang diajukan oleh 
mBak Fauzi dkk, ialah, ketika bung Karno mencoba meng-go-to-hell-kan 
para Penjajah Ekonomi ini.

Nah, siapa yang menggebuk bung Karno (smash him back)? USA? Tidak kan?
Namun para tuan tuan di MPR yang menghancurluluhkan bung Karno. 
Nasution, Suharto, Adam Malik, jendral2 dari KOSTRAD,tokoh tokoh 
partai Islam, para elite negeri ini para konglomerat...

Termasuk mereka yang kemarin sore masih menyusu pada bung Karno 
memohon restu. Contoh? Ruslan Abdulgani (dan masih banyak yang lain).

Semuanya tuan tuan sawo matang. Bukan bule lho!

Jadi, anda hanya mau menghancurkan sang Penjajah asing? Bagaimana 
dengan mitra mereka yang adikuasa di dalam negeri? Yang seagama 
dengan anda, yang sewarna kulit dengan anda´...

Salam

danardono





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke