--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kepada bung Danar, Fauziah, dan ibu Is Moritis,
> Memang koruptor adalah musuh bangsa. Meski demikian,
> kita juga tidak bisa menutup mata dengan musuh bangsa
> lainnya, yaitu penjajah ekonomi yang menguras kekayaan
> alam bangsa Indonesia.

DH: Musuh bangsa yang anda maksudkan, adalah musuh kemanusiaan. Jadi 
juga musuh bangsa Mesir, Honduras, Peru, Togo, Austria, Inggris dll.
Penjajah ekonomi tidak bernegara, mereka ADA di-mana m,ana, dan 
beroperasi di-mana mana. Menghisap di-mana mana. Dari Mexico sampai 
Tajikistan, dari Somalia sampai ke Nepal..

Pengurasan kekayaan alam terjadi di-mana mana. Jadi, perjuanghan 
melawan penjajah ekonomi harus dilakukan di-mana mana. Juga rakyat 
Amerika menjadi korban pemerasan penjajah ekonomi yang sama.


> 
> Kita tidak boleh melupakan berapa ribu trilyun
> kekayaan alam kita berupa minyak, gas, emas, tembaga,
> dsb dikuras oleh Multi National Company.
> 
DH: Multi berkerja di-mana mana, dan selalu mencoba menguras di-mana 
mana. Hanya di negara negara maju, mereka tak mampu terlalu serakah 
memeras, karena rambu rambu hukum sangat ketat. Social control 
berjalan rapi. Juga negara sangat maju seperti Austria, Swiss, 
Denmark terancam diperas kalau tak ber-jaga jaga.

HANYA: dinegara negara terbelakang termasuk Indonesia, pimpinan 
bangsa, membuka pintu lebar lebar dan berkoalisi terang terangan. 
Kalau tidak, darimana kekayaan yang tak terhingga dari keluarga 
keluarga di Indonesia, yang satu generasi sebelumnya, masih merupakan 
keluarga setengah miskin seperti rata rata bangsa kita. Sebutkah 
nama, semua sama caranya.

  
> Jadi kita bukan cuma harus memerangi koruptor, tapi
> juga harus melawan penjajahan ekonomi (neo
> imperialisme kata Bung Karno) oleh asing. Kita harus
> bangkit dan mandiri mengelola kekayaan alam kita
> (mimpi kali ye?:). Lima juta balita katanya terancam
> busung lapar. Apa kita diam saja melihat para penjajah
> ekonomi menguras kekayaan alam kita?
> 
DH: Penjajah ekonomi selalu ada. mereka yang memiliki kapital. Tanpa 
kapital ini tak ada investasi, tanpa investai, kita tambah melarat. 
Mengelola alam kita sendiri TANPA alat alat modern dan kapital 
raksasa HANYA mimpi. Lihatlah Saudi Arabia dengan minya yang 
membanjir itu, takkan diwujudkan menjadi kekayaan cash, tanpa 
perusahaan raksasa yang kita namakan penjajah ekonomi. Rakyat Saudi 
mandiri? Come on. never happens.

Bung Karno sendiri menjual bangsa dengan pembelian persenjataan 
melalui kredit yang tak pernah kita mampu lunasi! Dia go to hell kan 
USA dkk, tapi memeluk penjajah ekonomi lain. Tidakkah koruptor 
koruptor kita muncul dibawah pemerintahannya?

Ini bukan masalah, yang menjadi masalah ialah, bagaimana elite kita 
sendiri menjual kita!

> Ini bukan masalah agama, tapi masalah bangsa.

DH: Agama tak pernah menjadi masalah. Tetapi menguras harta bangsa 
sambil mengaku beragama (rajin sholat, naik haji, puasa, dll), ini 
yang paling sadis. Lalu amanat Allah disimpan dimana? 

Salam

Danardono










***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke