Saya dan beberapa teman membuat sebuah LSM yang salah
satunya menyelenggarakan pendidikan TK/TPA di beberapa
wilayah miskin di Jakarta. Kami merekrut tenaga
pengajar dari para mahasiswa dan lulusan PGTK untuk
mengajar anak-anak dhuafa. Mungkin tidak separah di
Bumi Ayu, yang hanya dibayar 10.000 perbulan.
Guru-guru kami di bayar 100.000 s/d 150.000 perbulan.
Kalau di hitung-hitung, gaji ini lebih kecil ketimbang
PRT atau Office boy. Uang 100.000 ribu di Jakarta,
apalagi untuk kebtuhan satu bulan, itu memang tidak
memadai.

Kami sudah berusaha meminta kepada para orang berduit
untuk peduli terhadap nasib guru-guru ini. Tapi
kepedulian mereka masih sangat minim. Entah, mungkin
mereka lebih enjoy menghabiskan uang berartus-ratus
ribu atau jutaan dalam satu malam dengan nongkrong di
kafe atau sekadar dinner!

Kalau sekarang ada ribut-ribut soal dana abadi umat,
saya setuju, koruptor duit jamaah haji tersebut di
hukum seberat-beratnya, kalau perlu di hukum mati.
Karena kita tahu, dana tersebut digunakan untuk
kemaslahatan umat. Seharusnya, mereka tidak menunggu
umat meminta, tapi pro-aktif turun ke masyarakat,
lihat itu masjid-masjid yang mau rubuh,
madrasah-madrasah yang sudah reot atau guru-guru agama
yang tidak sejahtera dll.



--- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> http://www.suaramerdeka.com/harian/0506/22/pan07.htm
> 
> 
>       Ada Honor Guru TK Rp 10.000/Bulan
> 
> 
>       BUMIAYU - Honor guru TK di Kabupaten Brebes
> ternyata masih ada yang Rp 10.000/bulan. Kenyataan
> itu terjadi di TK Muttaqin Desa Kaligadung,
> Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
> 
>       Di TK yang tempatnya menebeng gedung SD desa
> setempat itu, salah seorang gurunya berhonor Rp
> 10.000/bulan. 
> 
>       Sementara itu di sejumlah TK lain, kondisinya
> hampir tidak jauh berbeda. Misalnya di TK Masitoh
> Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu. 
> 
>       Pengajar di sekolah itu menerima honor Rp
> 25.000/ bulan. Di Desa Pamijen, radlatul atfal
> (sekolah setingkat TK) memberi honor pengajarnya Rp
> 75.000 per bulan. 
> 
>       Dengan gaji sebesar itu, tuntutan yang harus
> diberikan guru jauh melebihi kewajiban. "Setiap
> pukul 07.00, kami harus sudah siap menunggu
> anak-anak datang," ujar Siti Asiyah, pengajar di
> Radlatul Atfal Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.
> 
>       Dalam ruang kelas, para pengajar dituntut
> membimbing dan menanamkan nilai dasar pembiasaan
> kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan. 
> 
>       Jika dilihat dari waktu kerja, tugas mereka
> memang relatif singkat karena hanya sampai pukul
> 10.00. 
> 
>       Namun, waktu yang dihabiskan untuk
> menyelesaikan semua pekerjaan di sekolah bisa sampai
> pukul 13.00. 
> 
>       Selain memberesi ruang kelas siswa, mereka
> masih harus mengantar para siswa ke luar gedung
> sekolah hingga dijemput orang tua masing-masing.
> 
>       Siti Asiyah mengemukakan, sebenarnya Pemkab
> memberikan subsidi kepada para guru TK melalui
> tunjangan Rp 100.000 per bulan. Tunjangan diberikan
> secara rapel per semester. Namun, jumlah itu dinilai
> masih jauh dari standar layak. "Penghasilan mereka
> hanya sekitar Rp 5.000/hari," ujar dia.
> 
>       Salah seorang guru TK di Dukuhturi mengaku
> tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan yang mereka
> terima. "Pekerjaan ini kami lakukan sebagai
> panggilan jiwa saja. Jika melihat honornya, kami
> malu menyebutkan," ucap dia. Meski tidak memungkiri
> sering memikirkan nasibnya, dia tetap ikhlas
> membimbing anak-anak.
> 
>       Jutaan Rupiah 
> 
>       Kepala Dinas P dan K Kecamatan Bumiayu Drs
> Sartono mengakui, kesejahteraan guru TK masih jauh
> di bawah standar kesejahteraan. 
> 
>       Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena
> masalah honor merupakan urusan sekolah bersangkutan.
> Peran Pemkab hanya sebatas bidang teknis pendidikan.
> 
> 
>       Dia menyebutkan, perhatian Pemkab dalam bentuk
> tunjangan hanya sebagai insentif. Saat ini, Pemkab
> belum mampu memberikan bantuan dalam jumlah memadai.
> Hal ini karena kondisi keuangan daerah belum
> memungkinkan. (H16-17j) 
>      
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke