At 11:46 PM 6/21/05 -0700, you wrote:
>Bismillahirahmannirahim, Mohon direnungi dan dipahami dengan pelan dan
>hati-hati.
>
>Membahas aturan Allah hendaknya selalu harus dikaitkan dengan
>keimanan. Selintas HAM dan demokrasi adalah sesuatu yang indah yang harus
>dijunjung tinggi. Hak azasi manusia dan demokrasi adalah produk buatan
>manusia. Manusia begitu lemah, terbatas, dia tak bisa menjangkau apa yang
>terbaik buat kehidupannya. Begitu pula aturan yang dia buat amat lemah dan
>penuh kekurangan. HAnya aturan dari pencipta-Nya manusia, pemilik bumi dan
>seluruh yang ada di mayapada yang sempurna. Sang Penciptalah yang paling
>tahu apa kelemahan dan kekurangan manusia. Oleh karena itu aturan dari
>Allah sangat sempurna dan sesuai. Mungkin jika menuruti perasaan terasa
>berat dan tak manusiawi. Namun penuh dengan manfaat yang kadang
>pembuktiannya perlu berabad-abad lamanya, baru terasa. Ini membuktikan
>pula keterbatasan manusia menjangkau manfaatnya. Kita menaati aturan Allah
>bukan karena manfaatnya tapi karena Allah memerintahkan demikian dan yakin
>semua aturan dari Allah bermanfaat.
>
>KArena HAM dan Demokrasi adalah buatan manusia maka dia seperti pisau
>bermata dua. Tergantung siapa yang berkuasa saat itu. TAk ada standar
>kebenaran baku setiap manusia. Satu sisi suatu perbuatan, kadang disebut
>melanggar HAM dan di sisi lain orang bilang tidak melanggar HAM dan
>demokrasi. Banyak contoh di sini yang paling terlihat adalah Amerika. Atas
>nama HAM dia invasi IRAk dan Afganistan. Katanya demi menyelamatkan mereka
>dari rezim otoriter. Satu sisi Atas nama HAM Amerika membunuh, menyiksa
>dan membunuh penduduknya. Ini bukan sentimen tapi realitas.
>
>Sekilas pula, hukuman cambuk terasa berat bagi peminum khamer (minuman
>keras dll), pezina yang belum nikah, dan orang yang menuduh orang
>baik-baik sebagai pezina.
>Tapi sungguh itulah aturan dari Allah.
>
> Kenapa harus takut jika kita tak melakukan semua itu. Selain itu,
> sebenarnya hukum uqubat islam untuk menyeret orang dihukum cambuk itu tak
> mudah seperti sekarang. Butuh saksi langsung di kejadian perkara. Saksi
> itu benar-benar melihat dengan mata kepala sendiri dan bersumpah atas
> nama Allah. Tidak seperti sekarang, camera, teleconference, rekaman,
> gambar bisa menjadi bukti kuat. Jika bukti tak memenuhi persyaratan dan
> orang yang dituduh bersumpah dengan atas nama Allah maka dia seketika itu
> juga bisa bebas. Kebalikannya, seseorang bisa datang ke pengadilan dan
> mengaku atas nama Allah tiga kali melakukan hal tersebut, tanpa saksi
> maka dia bisa dihukum sesuai hukuman yang berlaku dalam islam.
>
>Memang agak gampang, tapi bukankah balasan Allah nanti itu lebih kekal dan
>keras. Sepahaman aris, hukuman berlandaskan syariat islam kurang sempurna
>dan tak bisa terlaksana dengan baik kecuali umat Islam bersatu dan
>bernaung di negara islam alias khilafah. Jadi saat ini kita tak bisa
>berhukum dengan hukum islam karena institusinya tak ada. Berarti juga
>banyak sekali aturan dalam Al Quran yang tak terlaksana atau dilanggar.
>Dan banyak pula orang yang sebenarnya melakukan perbuatan dosa tak bisa
>tertebus dosanya (wallahu'alam bishawab-keculai Allah berkehendak). Hukum
>dalam islam seperti mas Arcon katakan berfungsi sebagai preventif dan
>penebus dosa. Oleh karena itu, setiap individu muslim hendaknya berupaya
>untuk bagaimana daulah ini ada. Jadi jangan takut pula jika daulah
>berdiri, akan banyak tangan terpotong, orang dicambuki dll. Kalau dia tak
>mau mengaku maka tak ada yang bisa dihukum. Keimanan dialah yang akan
>berbicara.
>
>Daulah islamlah yang juga akan mengkoordinir zakat (maal dan fitrah),
>infak, shadaqah dll dari seluruh warga negara islam dunia (di dalam negara
>islam status non muslim dan muslim sama haknya, dan non muslim beribadah
>sesuai dengan agamanya- hanya aturannya saja dengan islam). Coaba kita
>bayangkan betapa besarnya dana tersebut. Zakat mal saja -bila sudah jatuh
>nisab 80 dinar atau setara 8 juta per tahun (anggap 1 gram emas sama
>dengan 100 ribu)- berapa uang yang terkumpul. Tugas daulah juga yang akan
>mendistribuskan ke setiap pelosok negeri. Alamat impian layaknya Umar bin
>Abdul Aziz dimana tak akan ditemukan orang miskin akan terwujud.
>
>Dengan keyakinan aris, jika boleh memilih sesoleh apapun orang yang
>memimpin negeri Indonesia, kita akan tetap terpuruk. Karena sistemnya tak
>sempuna, buatan manusia. Menurut aris pak SBY dibanding presiden terdahulu
>nggak terlalu buruk amat. Usaha dia patut diacungi jempol hanya saja
>selain orang-orang disekitar dia kurang kompak satu visi, sistem yang dia
>jalankan tak sesuai dengan agama yang dia anut. Maka dia akan mengalami
>split personality.
>
>Bila ukuran materi menjadi standar kebangkitan dan kemajuan, maka memang
>Barat bisa dibilang maju. Namun saya tak setuju, di barat nilai-nilai
>islam diterapkan. Karena kebangkitan manusia itu diawali perubahan
>pemikiran dia yang membentuk persepsi dan kesadaran kemudian melahirkan
>perbuatan dan tingkah laku sesuai dengan pemikiran dia. Kalau umat islam
>ingin bangkit maka dia harus selalu berpikir islamid alam menyingkapi
>setiap persoalan yakni segala-sesuatu distandarkan dengan keimanan dan
>aturan Allah. Sedangkan materi, peradaban dan teknologi itu merupakan
>dampak atau sebuah konsekuensi alami dari kesempurnaan penerapan pemikiran
>islam tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, sekuat apapun umat
>islam mengejar Barat tanpa menerapkan islam secara totalitas maka akan
>terus ketinggalan bahkan makin tertinggal.
>
>Orang barat berhasil sukses karena dia malah ndak begitu peduli dengan
>agamanya (sekuler). Karena dalam agamanya tak ada aturan tentang kehidupan
>selengkap dan rinci dalam islam. Sungguh naif kalau kemudian seorang
>muslim lebih memilih Atas nama HAM dan Demokrasi, kemudian melanggar
>aturan Allah.wallahu'alam bishawab
>
>Salam,
>Aris
>
=========
mbak, mohon pahami juga pelan-pelan dan hati-hati...
jangan terburu-buru merayakan hukuman cambuk di malaysia
terhadap peminum bir sebagai kemenangan "moralitas" atau
kemenangan atas "ditegakkannya hukum tuhan"....
hukuman cambuk di malaysia (juga singapura) adalah peninggalan
penjajah inggris.... di masa penjajahan, hukuman cambuk adalah
hal yang lazim.... penjajah belanda di indonesia dulu juga
menerapkannya....
saudara-saudara kita yang bekerja sebagai kuli kontrak di
perkebunan-perkebunan belanda biasa menerima hukuman cambuk
bila dianggap melakukan kesalahan.... banyak buku atau romah
sejarah yang menceritakan kisah-kisah pedih itu....
tentang malaysia, anda tahu sekarang negeri jiran itu telah
berkembang begitu maju....? malaysia menjadi permata di asia
tenggara, dan mestinya juga menjadi kebanggaan puak melayu dan
penganut islam....
kebetulan tiga pekan lalu saya berkunjung ke kuala lumpur selama
seminggu.... disana saya menyaksikan kuala lumpur yang begitu
modern dan kosmopolit... kalau kita duduk di kafe, kita akan mendengar
aneka bahasa bersliweran di telinga kita... ada bahasa melayu,
india, cina, inggris, dan berbagai bahasa eropa lainnya....
mbak, kafe-kafe di kuala lumpur lumrah menyediakan minuman
beralkohol.... minuman beralkohol sama sekali tidak dilarang....
tapi kalau anda sampai mabuk, akan lain lagi ceritanya.... kalau
anda mabuk dan mengemudi mobil dan polisi melihat mobil anda
sempoyongan, polisi akan langsung menyetop.... mereka membawa
alat untuk alcoholic test.... kalau terbukti kandungan alkohol anda tinggi,
anda akan mendapat hukuman mulai dari denda sampai kurungan...
hukuman cambuk pada kenyataannya sangat jarang diterapkan....
di masa mahathir muhammad, pemerintah malaysia pernah ingin
menerapkan hukuman cambuk buat para koruptor/penjahat kerah
putih, tapi rencana itu tak pernah terlaksana....
anda tahu siapa yang kerap menjadi korban hukuman cambuk di
malaysia...? orang-orang kecil.... sekarang ini yang paling sering
terkena hukuman cambuk adalah para tki, saudara-saudara kita
yang mencari nafkah di negeri jiran itu....
itu kenyataan di malaysia yang sistem dan penegakan hukumnya
jauh lebih baik ketimbang indonesia.... kenyataan ini bukankah
jauh berbeda dengan prinsip hukum islam yang menekankan
keadilan....?
tengoklah aceh yang sudah mulai menerapkan hukuman cambuk....
yang pertama-tama akan menjalani hukuman adalah pencuri-pencuri
kecil.... mungkinkah koruptor besar seperti abdulah puteh terkena
hukum cambuk....?
jadi, saya tak mau ikut-ikutan merayakan kemenangan "moralitas" itu
diatas penderitaan orang-orang kecil.... seolah-olah menegakkan hukum
tuhan padahal sesungguhnya mengolok-oloknya....
saya juga tak mendukung sistem khilafah, dengan alasan seperti pernah
diposting oleh bung ari condro.... hanya satu-dua kalifah yang baik,
dari masa khilafah itu.... selebihnya....? tak lebih dari tiran, atau paling
bagus pemimpin mediocre saja....
saya lebih tak mendukung lagi sistem khilafah lewat jalur keturunan....
hehmmm, enak orang yang jadi kalifah pertama dong, setelah itu
anak keturunannya berturut-turut otomatis akan menjadi kalifah juga....
salam,
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/