--- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> --- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Kalau BUMN seperti Pertamina atau perusahaan lokal
> > seperti Medco, Star, dsb, tentu jauh lebih canggih
> > dari itu.
> > 
> > Kebetulan di milis Ekonomi Nasional yang saya
> > moderate, banyak orang2 dari Pertamina, Petrosea,
> > serta perusahaan minyak lainnya. Jadi saya dapat
> > masukan dari mereka. Bahkan sebelumnya yang melakukan
> > eksplorasi di Cepu adalah PT Humpuss.
> > 
> > Janganlah kita mau jadi antek asing. Lebih baik kelola
> > sendiri kekayaan alam kita hingga hasilnya 100% utuh
> > di tangan bangsa. Kasihanilah rakyat kita.
> > 
> 
> Satu lagi, kalau misalnya Cepu dikasih ke Pertamina, dan misalnya
> ternyata Pertamina tidak mampu mewujudkan janji2 indah yang 
terlanjur
> didengung2kan ini, so what??? (Kumaafkan dikau sayang.... karena kau
> berkulit sawo matang)
> 
> Point saya sebelum ini adalah: Pertamina dan perusahaan domestik
> bersikaplah profesional juga! Paparkan pada publik business-plannya,
> janji2nya, dan SIAP menerima resiko kalau ternyata malprestasi. Ini
> yang saya tunggu, saya bosan dg lip service. Kok disentil dikit 
dengan
> nama Exxon aja semua langsung jatuh cinta pada Pertamina dan amnesia
> atas cacimaki mereka sendiri sebelumnya. 
> 
> Anda tahu kan kalau blok Cepu itu dulunya dipegang Pertamina yang 
pada
> 1990 kemudian (karena "sesuatu") memberikan konsesi ke Humpuss (yang
> milik Tommy Suharto) bersama sebuah perusahaan Australia (Australian
> Ampolex), yang kemudian terbelit utang lalu dijual ke Exxon. Siapa
> yang menjual sahamnya? Humpuss yang punya pribumi itu.
> 
> Pertamina sudah mondar-mandir di Cepu selama 30 tahun, tapi siapa 
yang
> menemukan cadangan eksplorasi ini? Memangnya minyaknya baru nongol 2
> th lalu?
> Dulu perusahaan konsultan tempat saya bekerja tidak mau sama sekali
> mengerjakan proyek2 dari Humpuss. Kenapa? Kapok. Pernah sekali
> dikerjain eh nggak dibayar... siapa berani nagih sampe ke 
pengadilan?
> 
> Semua sayang rakyat, yang tidak sayang rakyat ya koruptor atau
> penjilat itu.
> 
> salam,
> 
> fau

------------------

Ehh iya ya, kata sahibul hikayat, pernah ada sebuah airline milik 
putera raja (bukan bule lho), yang gak pernah bayar bahan bakar 
pesawat ke Pertamina...

Mungkin kapitalis lagi yang salah...

Salam

danardono





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke