--- In [email protected], Danardono HADINOTO
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
>
> ikutan ah...
> tapi Mbah..kalo sang Surya lagi bete, dia juga suka gak nongol.
> Ngambek sama sang Mendung. Bahkan Sang Surya harus redup ketika
Sang Malam datang....he..he...
>
> DH: ah yang betiiil. Surya mana bisa bete? Dia nongol tepat waktu
(emang kereta api telat melulu?). mendung yang nutupin mata kita,
tapi sinarnya sampai ke kita, kalau nggak..wah udah mati kita semua.
> Sang Malam? Kita yang berputar memalingi Surya, Surya mah tetap
disana.
LD:
Nah. Itu kan sinarnya bukan surya nya. Itu kan sifatNya bukan
wujudNya. Suatu waktu surya itu akan mati begitu ada perintah dari
Nya sedang Dia tak pernah mati.
>
> Tuhan gak bisa dianalogikan dengan apapun,
> gak bakalan cocok: Yang Maha Pencipta dianalogikan dengan
ciptaannya.> Kecuali sifat-sifatNya...
>
> DH: Sang Pencipa menciptakan semua, Surya hanya contoh kecil dari
sang pencipta. Tapi inipun sudah cukup untuk bayangkan omnipotens
dan omnipresensNya.
LD:
Surya hanya contoh kecil dari 'tanda-tanda' kekuasaanNya. Nyatanya
Nabi Ibrahim as tidak dapat mengambil pelajaran dan bayangan yang
digambarkan diatas dalam membayangkan Tuhan.
> Mbak Fau, 'menunggangi' dan 'memuliakan'...memang bergantung dari
> sudut pandang...
>
> DH: bagaimana sudut pandang? kalo sang kekasih ada diatas, masak
ia sekaligus dibawah?
LD:
Sudut pandang orang yang memandangnya. Semisal Amrozi, ada yg
memandangnya sebagai orang gila yang menunggangi agama or Tuhan.
Tapi ada (paling gak si Amrozinya sendiri) yang memandang dirinya
sebagai memuliakan agama dan Tuhan.
>
> Kalo orang mengatasnamakan agama, itu berarti orang yang beragama.
> Soale kalo orang yang gak beragama gak bisa mengatasnamakan agama.
> Begitu juga orang yang bertuhan dan yang tidak bertuhan...he..he...
> Orang beragama yang mengatasnamakan memang harus berhati-hati,
> karena harus mempertanggungjawabkannya nanti.
>
> DH: Kalo orang beragama dan mengatasnamakan agama, padahal dia tak
berbuat mulia, ya repot lahh. mendingan yang tak mengatas namakan
apa apa dan siap siapa tapi mulia..
LD:
Setuju.
>
> Itulah kasih
> sayangNYa: menunda hukumanNya di hari nanti. Kebayang gak ya kalo
> semua hukuman harus diberikan pada saat manusia kualat sama Tuhan??
> Hukuman ada yang diberi didunia dan ada yang ditunda nanti di
> akherat. Masalahnya, apakah kita peka terhadap hukumanNya yg
> diberikan didunia ini...??
>
> DH: ini bukankah hanya bayangan manusia? Manusia terbiasa,
disekolah dirumah dikantor polisi dihadapkan pada hukuman. Perlukah
sang Pencipta menghukum? Sesuatu yang sangat kecil mungil tak
berarti?
LD:
Oh perlu karena Tuhan itu Maha Tahu gak semua manusia itu pinter
(mudah dikasih tau, mudah diberi pelajaran). Tuhan menciptakan
manusia yang bermacam-macam (sengaja menciptakan perbedaan), maka
diberikan juga ajaran hukum yang bermacam-macam. Dari yang lembut
sampai yang keras. Banyak manusia yang tidak merasa kecil, bukan?
Bukankah reward and punishment merupakan suatu keharusan dalam
mendidik? Allah adalah Maha Guru.
Yang pasti dalam ajaran Islam, meski Tuhan menghukum kepada orang2
yang pantas di hukum (karena dia adalah Sang Hakim Yang Maha Adil),
kehidupan dunia manusia bukanlah suatu hukuman, hanya merupakan
tahapan dalam rencana penciptaanNya (tak ada dosa asal).
>
> Salam
>
> Danardono
wassalam,
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/