mbak fau,

setahu saya sudah tak ada proteksi dan monopoli di industri
telepon.... terutama di sektor seluler dan sambungan internasional
yang ditekuni indosat.... dan indosat sekarang sudah jadi milik
singapura....

"monopoli" yang masih bertahan adalah di sambungan tetap
(fixed phone) yaitu telkom....

justeru di sektor seluler dan sambungan internasional ini kita
menyaksikan mekanisme pasar (kapitalisme nih...) diterapkan
dengan baik.... ada banyak pemain + peraturan pemerintah
berjalan cukup baik....

dan hasilnya....? pelaku bisnis (pengusaha) dan konsumen
(rakyat) sama-sama untung.... semua perusahaaan yang
menjadi operator keuntungannya terus bertambah....
konsumen juga menikmati aneka layanan yang lengkap dan
murah....

sebaliknya tengoklah di sektor sambungan tetap.... pertumbuhan
jumlah satuan sambungan telpon (sst) merayap seperti keong....
akibatnya saudara-saudara kita yang tinggal di pelosok susah
sekali mau pasang telepon di rumah.... kegiatan ekonomi
terhambat, dst, dst....

dulu sudah ada kebijakan mengundang investor asing di sektor
sambungan tetap lewat sistem kso (kerjasama operasi).... tapi
belakangan kebijakan itu bubar.... telkom mem-buyback semua
kso dan hasilnya seperti sekarang....

mbak fau, rasanya kita lebih layak protes kalau telkom yang
bagi-bagi bonus, kalau lihat kinerja direksinya yang bikin gemas....

salam,


At 03:39 AM 6/24/05 +0100, you wrote:
>Jumlah bonus petingginya benar2 wow ya...
>Wajar nggak ya sebagai perusahaan yang sebelumnya (atau masih?)
>mendapatkan begitu banyak privilege dari pemerintah (proteksi,
>monopoli, dll) atas nama kepentingan rakyat, tetapi kemudian yang dapat
>untung lebih hanya ke segelintir orang saja?
>
>Wah, nanti saya dimarahin sama orang indosat nih..
>
>salam,
>:) fau
>
>http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=175129
>
>Tahun lalu, lanjutnya, Indosat meraih laba bersih Rp 1,633 triliun.
>Komposisi saham Indosat saat ini terdiri atas 14,7 persen milik
>pemerintah, STT 39,82 persen, dan sisanya milik publik.
>
>Untuk remunerasi komisaris, lanjut Hasnul, Indosat akan membagikan Rp
>14,197 miliar. Angka itu belum termasuk bonus Rp 3,623 miliar. Direktur
>utama mendapat Rp 8,295 miliar, wakil Dirut Rp 6,254 miliar, dan bonus
>Rp 5,650 miliar. "Untuk direksi lain, masing-masing dapat remunerasi Rp
>5,650 miliar dan bonus senilai Rp 1 miliar," jelasnya.



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke