>
>CMIIW,
>Indosat dibesarkan dg proteksi dan monopoli Mas.. (modalnya dulu juga
>dari mana?). Dia bukan perusahaan yg dibangun dengan modal swasta dan
>perjuangan berat. Dan ini bisnis "basah". Maksud saya, posisi Indosat
>jauh lebih beruntung daripada banyak BUMN lainnya, sebab marketnya
>high-income class (nggak rewel banget kalo tarif dinaikkan), nggak
>perlu subsidi2an, fixed cost (dan sunk cost) saya duga nggak semahal
>PLN atau Telkom (kabel transmisi). Pada saat dilepas/privatisasi,
>Indosat sudah mantap di market, sudah jadi pemenang unggul yang tidak
>akan mampu dikejar kompetitor baru. Satelindo pun sebagian sahamnya
>dimiliki Indosat. The road is so clear.
========

ada beberapa bisnis yang secara alamiah memang menggiurkan.... orang
bilang "ditinggal tidur aja, duit tetap mengalir masuk ke kantong...." nggak
seperti kalau kita harus jaga toko....

contohnya adalah telekomunikasi, jalan tol, rokok (upps, maaf buat yang anti),
dan makanan-minuman.....

modal yang diperlukan pun relatif tak besar (tak termasuk sunk cost seperti
semen atau tambang)..... sementara pasarnya begitu besar dan terus
berkembang....

untuk telekomunikasi mungkin yang agak besar untuk belanja barang modal
(capex = capital expenditure) untuk beli alat-alat baru yang cepat usang
karena perkembangan teknologi begitu pesat....

jadi, betul bisnis telekomunikasi adalah bisnis yang basah....
sebetulnya tanpa monopoli pun pemain-pemainnya bisa untung besar....
buktinya indosat itu untungnya bisa naik berlipat ganda kan...? padahal
monopoli sudah tak ada....

kebetulan regulasi pemerintah di bidang telekomunikasi juga agak
lumayan.... sehingga pasar terbentuk lumayan sehat.... the road is
so clear, tentu saja karena itu singapura mau membeli indosat....
otherwise pasti melirik pun kagak mau....


>Misalnya PLN. Jelas lebih tidak beruntung posisinya, lha ada kewajiban
>subsidi, price cap, pelanggan dari segala segmen, high sunk cost, dsb.
>
>Saya sih sebenarnya nggak masalah dg bonus2an, cuma tergelitik melihat
>jumlahnya yang luar biasa. Beberapa komisaris tidak mempunyai
>kepemilikan saham lho.
>
>Saya agak tidak mengerti dg sistem BOD dan DEKOM di BUMN2 Indonesia,
>karena kok kayaknya beda banget dg sistem di negara2 lain. Prof saya
>dulu pernah menjadi komisaris (istilahnya Director tapi bukan
>Executive/Managing Director) di perusahaan publik besar di US dan juga
>di Jepang. Dia bilang dia tidak digaji, cuma diberi uang rapat yang
>jumlahnya kecil (kl. $2,000-3,000 setiap rapat dan rapat itu hanya 2-5
>kali setahun). Bonusnya adalah saham, sehingga mereka merasa belong to
>performansi perusahaan tsb.
>
>Untuk kasus Indosat ini. Umpamanya Mas Nugroho beruntung, tahun lalu
>diangkat jadi komisaris oleh Meneg BUMN (kadang2 pemberitahuannya
>cukup lewat SMS). Kemudian anda rapat 2 minggu sekali, kadang di Jkt
>kadang di Spore, tentu saja digaji tiap bulan (jumlahnya lebih dari
>lumayan, plus uang rapat juga). Maka tahun ini anda berhak dapet bonus
>3 milyar rupiah. Selamat deh...
>
>Mungkin kita ikutan melamar lowongan direktur dan komisaris yg baru2
>ini diposting sama mbak Ida? Yah lebih keren daripada ikutan "Ari
>Wibowo Mencari Pembantu". hehehehe.. j/k
>
>Itu saja keheranan saya. Tanpa menganggap bahwa mereka kerjaannya
>mudah sekali, saya cuma mengingatkan bahwa ada fakta perusahaan ini
>telah menjadi penikmat monopoli dalam waktu yg sangat lama.
>
>salam,
>
>fau
======

kalau soal good corporate governance saya sepenuhnya setuju dengan
anda.... tempo hari ada teman saya yang menjadi asisten menteri bumn...
gaji resminya cuma 10 juta sebulan.... suatu hari ada rups sebuah bumn
yang sudah go public, dan dia disuruh hadir mewakili pak menteri.... anda tahu
berapa duit yang dia peroleh dari sekadar menghadiri rups itu....? Rp 50 
juta....
padahal teman saya itu komisaris pun bukan.... banyak deh cerita-cerita
seperti itu kalau mau dikumpulkan dari bumn-bumn kita....

salam,



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke