...blesss bubar! jangan buat keputusan dadakan gitu ah.

--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lebih bagus lagi bila Depag dibubarkan!
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Friday, June 24, 2005 7:13 AM
> Subject: [ppiindia] Re: Said Agil Akhirnya Ditahan
> 
> 
> > Bagus. Tahan aja.
> > Smoga bisa jadi pelajaran bahwa jadi menteri itu mesti mengerti 
dan
> > menguasai management biar gak dikadalin bawahan. Berfikir positive
> > yang tidak proporsional. Ini menteri yang tak punya visi dan misi
> > yang baik dari awalnya...:-). Ini menunjukkan jadi menteri itu
> > berat, kursi panas. Kayaknya sih sistemnya dah bener, tetapi dasar
> > orangnya yang keblenger. Jadi orang2nya yang mesti dibenahi. Masa
> > sih menteri gak ngerti prosedur di departemennya sendiri?. Ya
> > ampuuuun..(gayaknya si 'swiper')
> >
> > wassalam,
> >
> > --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >> http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=112986
> >>
> >>
> >>
> >>  Said Agil Akhirnya Ditahan
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Jumat, 24 Juni 2005
> >> JAKARTA (Suara Karya): Mantan Menag Said Agil Husein Al Munawar
> > akhirnya ditahan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana
> > penyelenggaraan haji yang dikelola Depag. Penahanan dilakukan 
Kamis
> > malam di rutan Bareskrim Mabes Polri di Jakarta.
> >>
> >> Said terlihat turun dari ruang pemeriksaan di lantai 5 menuju ke
> > tempat penahanan di lantai I Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul
> > 20.05 WIB. Dia didampingi anggota keluarga, pengacara, dan 
penyidik.
> >>
> >> Wartawan yang sempat melihat kejadian itu segera memburu Said
> > untuk meminta keterangan. Wawancara tak sempat bisa dilakukan, 
namun
> > sejumlah fotografer dan kamerawan sempat mengambil gambar Said.
> >>
> >> Saat itu, Said yang kemarin sudah menjalani pemeriksaan ketiga
> > selama 11 jam mulai pukul 09.00 WIB, sekilas terlihat lelah. Dia
> > mengenakan baju putih dan celana gelap. Salah satu anggota
> > keluarganya terlihat membawa tas berukuran agak besar.
> >>
> >> Salah seorang pengacara Said, Sugeng Teguh Santosa, ketika
> > dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan penahanan Said 
ini.
> > Namun dia menolak memberi keterangan rinci.
> >>
> >> Sejauh ini, belum diperoleh konfirmasi yang jelas di ruang 
tahanan
> > mana Said ini ditahan. Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa
> > sel tahanan yang akan digunakan Said adalah sel yang sebelumnya
> > pernah digunakan mantan Kabulog Beddu Amang. Terkabar, ruang 
tahanan
> > itu sejak tiga atau empat hari lalu sudah dibersihkan. Menurut
> > beberapa petugas jaga, waktu itu, ruangan tersebut akan digunakan
> > oleh mantan pejabat negara.
> >>
> >> Sebelumnya, Said mengakui bahwa dua produk Keputusan Menteri 
Agama
> > (KMA) tentang Dana Abadi Umat (DAU) menyalahi prosedur, yakni 
tidak
> > melalui Sekjen Depag. Said tidak mengecek terlebih dahulu sebelum
> > dua KMA itu dia tanda tangani. Dia berkilah, itu karena dia selalu
> > berpikir positif.
> >>
> >> Dua KMA itu adalah KMA No 274/2002 tentang Hasil Pengelolaan Dana
> > Abadi Umat dan KMA No 275/2002 tentang Besaran Biaya 
Penyelenggaraan
> > Ibadah Haji. Kedua KMA ditandatangani Said pada 1 Agustus 2002.
> >>
> >> Menurut Said kepada wartawan di Mabes Polri, sesaat akan 
menjalani
> > pemeriksaan, Kamis pagi, tuduhan kepada dirinya bermuara pada
> > KMA. "Namun setelah saya klarifikasi ke Sekjen, semalam (Rabu),
> > ternyata dua produk KMA itu menyalahi prosedur," katanya.
> >>
> >> Kuasa hukum Said, Ayuk Fadlun Shahab, menambahkan bahwa proses
> > pembuatan KMA itu melalui biro teknis di masing-masing direktorat,
> > kemudian diajukan ke biro hukum. Setelah biro hukum menyatakan
> > persetujuan, katanya, KMA lalu dibawa ke Sekjen.
> >>
> >> Setelah itu, KMA diteruskan kepada Dirjen, lalu ditandatangani
> > Menag. Namun kedua KMA itu ternyata hanya dibubuhi satu paraf, 
yakni
> > paraf Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Taufik Kamil.
> > Padahal seharusnya KMA diparaf Sekjen dan Dirjen.
> >>
> >> Kuasa hukum Said yang lain, Wijaya, menambahkan bahwa penyidik
> > Mabes Polri belum menemukan bukti perbuatan melawan hukum yang
> > dilakukan Said. Wijaya menyebutkan, dua KMA yang menyalahi 
prosedur
> > itu secara hukum administrasi tidak salah dan tidak bertentangan
> > dengan peraturan perundang-undangan di atasnya.
> >>
> >> "KMA itu juga bukan penyalahgunaan wewenang," katanya. Namun
> > Wijaya mengakui, kedua KMA itu menyalahi prosedur. Karena itu,
> > katanya, sistem di Depag harus dibenahi. (Joko Sriyono)
> >>
> >> [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> > 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia 
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> > 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke