http://www.suarapembaruan.com/News/2005/06/24/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Kurikulum Sejarah Akan Diganti
JAKARTA - Pemerintah akan mengganti kurikulum sejarah tahun 2004 karena dinilai
banyak yang tidak sesuai. Salah satu fakta sejarah, pemberontakan PKI tidak
masuk dalam kurikulum, sehingga harus segera disempurnakan. Sembari menunggu
perbaikan kurikulum, khusus untuk pelajaran sejarah mulai tahun ajaran 2005/
2006, kembali menggunakan kurikulum 1994.
Demikian hasil rapat koordinasi bidang kesejahteraan rakyat yang dipimpin Menko
Kesra Alwi Shihab di Jakarta, Kamis (23/6). Dalam rapat tersebut dihadiri
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, serta Menteri Kebudayaan dan
Pariwisata Jero Wacik.
Dijelaskan Alwi, penggunaan ini harus dilakukan untuk tidak menghapuskan
fakta-fakta sejarah yang ada.
"Kurikulum 2004 yang belum disahkan tetapi sudah digunakan di sekolah-sekolah,
tidak diperkenankan menggunakannya khusus untuk mata pelajaran sejarah.
Buku-buku sejarah yang masih menggunakan kurikulum 2004 akan dilarang
penggunaannya," kata Alwi.
Dijelaskan, sesuai dengan PP no 19 tahun 2005, penetapan standar sejarah akan
dilakukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Menurut Bambang Sudibyo,
BSNP akan diminta memprioritaskan standar sejarah dalam agenda kerjanya.
Dengan demikian ada pegangan yang jelas untuk pengajaran sejarah di sekolah.
Penggantian kurikulum sejarah ini tidak akan menghentikan uji coba kurikulum
2004 yang lebih dikenal kurikulum berbasis kompetensi (KBK) di sekolah-sekolah.
"Uji coba dapat terus dilanjutkan, kecuali untuk mata pelajaran sejarah,"
tegasnya.
Standar sejarah sendiri akan dilakukan dengan meminta masukan dari berbagai
pihak. Menurut Jero Wacik, penulisan ulang sejarah Indonesia yang sekarang
tengah dikerjakan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) dapat menjadi masukan
bagi BSNP.
Selain itu, direkomendasikan untuk melakukan kunjungan lapangan dalam
pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah. Selama ini pelajaran sendiri sangat
terpaku pada buku, dan mengabaikan situs-situs sejarah yang ada. Padahal bila
siswa diajak berkunjung langsung, pemahaman mereka jauh lebih baik.
Sangat Prihatin
Secara terpisah Ketua Center Indonesia Community Studies (CICS) Arukat
Djaswadi, mengaku sangat prihatin dengan lambannya pemerintah merespon tuntutan
perubahan kurikulum sejarah. Kurikulum 2004 sendiri sudah berjalan selama tiga
tahun, tetapi revisi baru dilakukan sekarang.
"Hal ini disebabkan karena pejabat-pejabat kita tidak menyadari ada kejanggalan
dalam kurikulum sejarah 2004. Kami bertemu DPR bulan lalu dan mereka sangat
terkejut ketika mengetahui hal itu," katanya.
Peristiwa pemberontakan PKI, jelas Arukat, merupakan peristiwa bangsa yang
sangat penting di masa lalu sehingga tidak mungkin dihapus tanpa alasan yang
jelas.
Dia berpendapat penghapusan sejarah semacam ini merupakan sebuah konspirasi dan
bukan sebuah ketidaksengajaan.
Penulisan sejarah memang menimbulkan berbagai kontroversi karena kepentingan
penguasa. Padahal sejarah mempunyai esensi sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang
lebih menekankan pada fakta sejarah dan sumber-sumber sejarah.
Budayawan Taufik Ismail melihat penghapusan fakta sejarah seperti itu sama
dengan cara-cara yang dipakai PKI. Dalam merebut kekuasaan, PKI sering memakai
cara dengan memutar balikkan fakta dan berdusta.
Dengan menghapus pengetahuan sejarah dari otak generasi muda, mereka akan lebih
mulus bergerak menuju perebutan kekuasaan dengan kekerasan. (A-22)
Last modified: 24/6/05
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/