Saya setuju kritik Anda pada politik Amerika sebagai Instiutsi 
Negara, tapi jika mencampuradkukkannya dengan lembaga HAM?? Sebagai 
institusi, keduanya tentunya berbeda.

Salam,
 


--- In [email protected], "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear,
> 
> Berkelit dengan kata "OKNUM", ntu mah biasa sebagai tameng. 
Sebenarnya oknum
> kan hanya partikel atau bagian. Secara logika, gimana 
mau "mengelola" HAM
> tingkat dunia, wong ngelola "OKNUM"nya sendiri udah gak bisa. Kalau 
nggak,
> coba deh tindak tuh si "OKNUM", seadil-adilnya, kan nggak pernah 
ada tuh.
> Bandingkan dengan "oknum" Saddam Husein, yang ternyata 
penanganannya telah
> merusak negara lain serta rakyatnya. Jelaslah bahwa kata "oknum" 
hanya
> digunakan ketika perlu menyembunyikan keadaan yang sebenarnya, 
ketika
> keidakadilan tidak bisa ditegakkan oleh yang mengaku 
sebagai "Penegak
> Kebebasan". Tentu saja hal ini tidak akan objektive.
> 
> Salam,
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "m_hikam" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Saturday, June 25, 2005 2:56 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Lagi, Lembaran-Lembaran Al-Quran Dinistakan 
di
> Tennessee, AS
> 
> 
> > Ikutan ahh,
> > Kita bisa mengerti bahwa bagi kaum muslim, al Qur'an punya posisi
> > tersendiri. Orang-orang yang teruus mengeksplorasi al Qur'an 
melalui
> > pelbagai kajian, dan penafsiran sebenarnya juga mengindikasikan
> > betapa "dahsyatnya" al Qur'an itu sendiri.
> >
> > Yup, kita setuju bahwa kasus seperti penistaan al Qur'an harus
> > ditindak karena setidaknya:
> > 1. melanggar hukum
> > 2. memiliki pretensi besar timbulnya konflik
> > 3. menjadi terapi kejut
> > 4. menjaga kontrol publik
> >
> > Tapi yang sering keliru justru pengeneralisasian oknum.Nah, ini
> > justru malah terbukti banyak ruginya. Sama seperti kasus korupsi 
oleh
> > bebrapa oknum di sebuah institusi, tidak harus kemudian mngatakan
> > seluruh oarang di bawahnya juga terlibat, tanpa bukti dan
> > penyelidikan. Lalu disimpulkan untuk membubarkan institusinya. 
Lebih
> > mudah memperbaiki ketimbang nikin yang baru lho; intinya perbaikan
> > moral, etika kerja, komitmen, integritas, de el el. Dan tentu, 
lebih
> > kuat, jika disertai political will.
> >
> > Salam,
> >
> >
> > MHM
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> > > Kalau melihat kondisi ini, kita patut bertanya : dimana posisi 
HAM
> > di
> > > masyarakat AS? Bagaimana mau menyebarkan HAM dan demokrasi, 
kalau
> > sendirinya
> > > juga pelanggar HAM dan demokrasi?Sapu yang kotor tidak akan 
dapat
> > > membersihkan kotoran......Kita lihat apa yang akan dilakukan
> > oleh "BIANG
> > > KEROK" HAM itu, untuk meyelesaikan masalah ini.....
> > >





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke