BANGSA DEWEK YANG CINTA NEGARA LEBIH MENGERTI KEBUDAYAAN SENDIRI. 
Jangan pakai penjajah dari luar. Memang kalau pemimpin memikirkan penghasilan 
untuk diri sendiri inilah penjajah yg merusak - ini seperti jaman VOC 
diIndonesia. Tetapi merekapun mengerti bahwa untuk mendapat penghasilan harus 
ada produksi - dan karena itu infra strutur dari produksi sangat teratur - dan 
mereka dapat membangun kemakmuran. Tetapi dalam keadaan demikian penghidupan 
sosial dari penduduk sangat rendah dan hampir below poverty level waktu itu.
Kesalahan ekonomie Suharto oleh karena tidak cukup pemimpin yg educated - semua 
investment hanya untuk kesenangan penduduk - pembangunan jalan2 tol, taman2 
berwisata.gedong2 yg istimewa - Tetapi investment dalam pertanian., industrie, 
produksi bahan dasar semua tidak dilakukan atau tidak mungkin dilakukan sebab 
terlalu dimakan pemimpin sendiri. Memang investment demikian longterm tetapi 
kalau ingin membangun negara - maka negara harus memasukkan kapital untuk 
longterm Penduduk cipil hanya memasukan kapital untuk shortterm - karena mereka 
tidak sanggup untuk menunggu 10 tahun sampai dapat ppenghasilan. 
Untuk longterm pemerintah bisa pinjam uang dan meminta interest yg lunak - 
tetapi kalau dari 100% keuangan yg diberikan hanya 10 % diinvest dan 90% masuk 
kantong sendiri - pembangunan longterm tidak ada. Kalau investment shortterm 
memang mungkin masih dapat kelihatan penghasilannya tetapi kalau longterm n- 
waktu akan menghilangkan hasilnya.
Hutang2 dari negara yg seperti Indonesia  achirnya uang pinjaman ludes tanpa 
ada produksi dan harus pinjam lagi ---- Disini siapa yg salah.
Pengalaman saya dalam longterm investment kalau tidak dicolong - penghasilan 
dari investment pasti akan dapat mmelunaskan hutang2. Indonesia lagi musuhi US 
atau EU dan minta China - percuma ahli2 keuangan masih EU dan US dan China 
masih pinjam uang dari worldbank. Kalau EU dan US dimusuhi siapa yg mau 
menanggung kalau hutang tidak dibayar - seperti hutang2 dari negara Afrika - 
kan negara donor yg harus bayar hutang2 ini kepada bank2 swasta mereka yg 
memberikan kapital
Silahkan berpikir kalau ayam yg harus betelur sebelumnya dia mulai bertelur 
sudah dimasak  yah siapa yg salah - inilah pemimpin2 jaman Suharto yg pintar 
show off dan memamerkan kekayaan kosong. [contoh Pertamina]
Andreas


Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
laah yang nyalahin and ngomelin pihak lain sapa seh?

Buanyak rakyat ini kan bodoh soal ekonomi anu lah ekonomi ini lah, 
termasuk saya gaptek soal ekonomi (terlalu awam). Reaksi yang timbul 
setelah saya (yg awam) membaca artikelnya pak Sony/pak Revrisond 
Bawasir itu adalah pertanyaan simple itu. Itu bisa juga berarti 
alangkah teganya ya pemimpin bangsa ini kok menjajah rakyatnya 
sendiri... siapa yg nyalahin negara/pihak lain?

Kalo pak Andreas bilang lebih baik standing on your own feet, itu 
artinya lebih baik dijajah oleh bangsa sendiri?

Saya pikir mending dijajah negara lain..karena penjajahan sekarang 
beda ama dulu (sekarang jg dah terjajah kok).  ya sewa aja pemimpin 
dari luar negeri gitu..sewa Mahathir..ato Lee Kwan Yew, 
dll..he..he..privatisasi gituuu. Tanggung-tanggung amat! Kalo dah 
begini, bisa dipastikan..para pejabat akan berkoar soal nasionalisme 
yang selama ini udah mati.

Mau belajar dimana, gak ada urus...

--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> setuju pak andreas.... memang lebih gampang menyalah-nyalahkan
> pihak lain, ketimbang introspeksi diri...
> 
> ekonom malaysia semuanya didikan barat dan jepang, apa ekonomi
> malaysia dijajah barat atau jepang....?
> 
> apa bisa belajar ekonomi segala rupa cuma ngendon di jakarta atau
> yogya atau medan....?
> 
> salam,
> 
> 
> At 08:45 PM 6/27/05 -0700, you wrote:
> >Saya kira standing on your own feet selalu lebih baik daripada 
harus 
> >tergantung negara lain. Yg membikin negara miskin adalah cinta 
negara atau 
> >cinta dir sendiri - dan ini diIndonesia yg terachir lebih 
penting. 
> >Mengenai ekonomie ini hanya soal perhitungan kala pemimpin cinta 
negara 
> >maka mathematicnya dipakai untuk membangun negara kalau hanya 
untuk 
> >dirisendiri maka mathematic untuk diri sendiri.
> >Ekonomie adalah simpla mathematic - kalau penjualan tidak ada 
kita tidak 
> >boleh berbelanja. Pengeluaran harus lebih rendah dari penghasilan 
atau 
> >setindak2nya break even. Negara2 seperti Indonesia dimana 
pemimpinnya 
> >cinta diri sendiri mathematic penghasilan untuk diri sendiri 
selalu bagus 
> >at the cost of the nation. 40 tahun [hampir setengah abad] begini 
mana 
> >bisa diperbaiki dalam 1-5 tahun -Apalagi tidak semua pemimpin 
insjaf. 
> >Mereka hanya berpikir hari sekarang keruk duit - besok adalah 
tanggung 
> >jawab lain orang. Inilah mentalitet pemimpin Indonesia sekarang. 
Ini 
> >persoalan dipersulit dgn tingkat pendidikan yg rendah dari para 
pemimpin2 
> >- Hasilnya kalian merasakan - pemerintah hanya ingin pameran 
kekayaan 
> >kosong dgn pembangunan mewah yg tidak perproduksi. Negara2 yg 
ingin dan 
> >sudah maju invest dalam bidang produksi dan bidang konstruction 
untuk 
> >kemewahan adalah yg terachir.
> >Silahkan kalian berpikirlah sebelum ngomel dijajah - kesalahan 
adalah 
> >didalam disisendiri dan bukan ditangan negara asing.
> >Andreas
> >
> >Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Jadi, secara ekonomi mending dijajah Belanda daripada di jajah
> >bangsa sendiri ya?..




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke