Sebuah pesan moral yg bagus...
 
 
COBAAN SEBUAH CANGKIR
 
    Dulu aku bukan cangkir. Dulu aku adalah segumpal tanah liat. 
Kemudian tuanku mengambilku dan mulai meremas-remas serta membentuk 
aku. Rasanya sakit sekali. Aku memohon agar dia menghentikannya, 
tetapi dia hanya tersenyum sambil berkata, "Belum selesai !"
 
    Kemudian aku ditempatkan pada semacam alat yg berbentuk putaran 
dan tuanku memutar-mutar diriku. Aku mulai merasa mual dan tidak 
tahan lagi, tetapi akhirnya putaran itu berhenti. Baru saja aku 
menarik nafas lega karena mengira segala sesuatunya sudah berakhir, 
tuanku menempatkan aku di atas panggangan. Aku tidak mengerti mengapa 
dia mau memanggang aku; aku berteriak-teriak memohon agar dia 
menghentikannya. Melalui kaca panggangan itu, samar-samar aku bisa 
melihat, tetapi dia hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan 
kepalanya dan berkata, "Belum selesai !"
 
    Akhirnya selang beberapa saat tuan itu datang dan mengeluarkan 
aku. "Aduh enaknya," aku menarik nafas lega. Tiba-tiba saja, tuan 
mengangkatku lagi dan mulai menggosok-gosok tubuhku dengan amplas dan 
sikat. Lalu dia mengambil kuas dan debunya begitu tebal sehingga 
rasanya aku hampir pingsan. Kemudian dia mulai memberi corak dan 
warna pada sekujur tubuhku. Aku memohon agar dia berhenti, tetapi dia 
melanjutkannya sambil berkata, "Belum selesai !"
 
    Sekali lagi aku ditempatkan di panggangan. Yang ini panasnya dua 
kali labih panas daripada yg pertama. Aku tahu aku akan tersedak. Aku 
memohon dan memohon, aku menangis dan menangis; tetapi tetap saja dia 
tersenyum dan berkata, "Belum selesai !"
 
    Aku mulai merasa putus harapan. Aku tak sanggup lagi. Aku tak 
tahan lagi. Bagiku segala-galanya sudah berakhir. Aku memutuskan utk 
menyerah. Kemudian pintu terbuka dan tuanku berkata, "Sekarang sudah 
selesai!"
 
    Tubuhku diangkat dan diletakkan diatas rak utk beristirahat. 
Setelah itu tuanku menghampiri aku dengan membawakan cermin dan 
menyuruhku melihat ke cermin. Aku hampir tidak bisa mempercayai 
penglihatanku sendiri. Kataku, "Wah, bagus betul cangkir itu."
 
    Kemudian tuanku menjelaskan : "Aku ingin engkau mengerti bahwa 
aku tahu ketika aku meremas dan membentukmu, engkau merasa sakit. Aku 
tahu bahwa alat pemutar itu membuatmua merasa mual. Tetapi jika kau 
tidak kusentuh, engkau akan mengering dan tetap saja berupa seonggok 
tanah liat. Tanpa kepribadian. Aku tahu bahwa berada di dalam 
panggangan itu rasanya panas sekali, tetapi jika itu tidak kulakukan, 
kau akan hancur berantakan.
 
    Aku tahu kau tidak suka disikat dan dilukis, tetapi jika itu 
tidak kulakukan maka kau tidak memiliki warna. Ah, aku tahu 
panggangan yg kedua itu lebih panas! Tetapi jika kau tidak kumasukkan 
ke situ, maka kau tak akan bisa menentang tekanan hidup. Engkau tidak 
bisa bertahan lama.
 
    Jadi, ketika kau mengira segalanya begitu sulit, aku masih 
memelihara engkau. Sejak semula aku sudah tahu kau akan menjadi 
seperti apa. Di benakku aku tahu seperti apa hasil yang akan 
kuperoleh sejak pertama kali aku menyentuhmu!"
 
-Pengarang tak dikenal






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke