Menanggapai pernyataan ibu Fauziah:
> > -Bank BCA dibeli siapa?

Kemudian dia menyatakan tak ada perusahaan AS di situ,
setahu saya pembelinya adalah Farallon dari AS.
Mengenai perusahaan yang lain, pembelinya adalah
"sekutu" AS. Ingat, AS tidak pernah bermain sendiri.
Tapi selalu membentuk aliansi dengan negara sekutunya
seperti pada perang dunia II atau pun pada perang
Iraq.

Mengenai pernyataan ibu Fauziah bahwa dia sering
mengkritik pejabat World Bank, IMF, dsb, memang
pekerjaan ibu Fauziah apa? Dan kira2 ada hasilnya
tidak "kritik" ibu Fauziah? Maaf, menurut saya
hasilnya: nothing! Sebab setahu saya justru lembaga2
tsb berhasil membuat bangsa Indonesia terlibat hutang
sebesar Rp 1.400 trilyun dan menghabiskan lebih dari
40% APBNnya hanya untuk cicilan hutang.

Selain itu, lembaga2 tsb selalu memberi syarat seperti
mata uang harus mengambang sehingga bisa dipermainkan
oleh spekulan valas (Spekulan valas George Soros
memberi pidato bersama2 kepala negara anggota IMF pada
pertemuan IMF di Hong Kong tahun 1997 dan "ribut"
dengan Mahathir) serta menjual BUMN atau pun sumber
daya alam untuk dikelola perusahaan2 Barat.

Hutang Indonesia dibuat terus membesar, tapi lembaga2
IMF, World Bank, dsb mendapat hasil lebih besar dari
pengurasan kekayaan alam di Indonesia oleh perusahaan2
"partner" mereka. Jadi walau Indonesia tak mampu
membayar misalnya hutang ribuan trilyun, tapi mereka
berhasil menjarah kekayaan alam Indonesia sebesar
puluhan ribu trilyun.

Menyaksikan sepak terjang lembaga2 tsb, saya heran ibu
Fauziah bersemangat membela mereka.

Memang elit pimpinan kita bersalah. Tapi itu juga tak
lepas dari tekanan economic hitmen serta ekonom antek
asing yang menganjurkan untuk terus memperbesar hutang
dan menggadaikan BUMN serta kekayaan alam negara.

--- Yopie Peranginangin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bu Fauziah...
> 
> Anda terlalu naif dan lugu (kayak Pemerintah
> Indonesia dong), saat
> melogika-kan bantuan dalam bentuk utang oleh IMF dan
> WB (untuk kasus Aceh).
> Emang-nya utang-utang tersebut gak harus dibayar
> yang kemudian menjadi
> senjata mereka untuk mempenetrasikan
> program-program-nya????
> 
> (Sembari menggeleng-gelengkan
> kepala....hushhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh)
> 
> ----- Original Message -----
> From: "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Thursday, June 30, 2005 2:47 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Wawancara dengan John
> Perkins (Economic Hitman)
> 
> 
> > --- In [email protected], "Yopie
> Peranginangin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > >
> > > > Ah berarti saya toh yang dituduh antek Amrik
> sama Pak Yopie. :D
> > > > Malas ah meladeni orang ngaco yang percaya
> dukun. Not worth it at all.
> > > > PS. Pak Yopie pernah nggak berani mengkritik
> policy IMF, WB dan US
> > > > DIDEPAN PEJABAT2NYA? I did many times, and
> still are doing that
> > until now.
> > >
> > > Momentum untuk berbicara didepan para pejabat
> Lembaga-Lembaga lintah
> > darat
> > > (IMF, WB dan US) tersebut tidak pernah ada.
> Kalau ada kesempatan, bukan
> > > hanya kritik yang kami lakukan tapi meminta
> mereka untuk
> > meninggalkan bumi
> > > Indonesia. Akhirnya, kami hanya melakukan kritik
> dan makian terhadap
> > mereka
> > > dijalanan saja, karena sebatas itu yang dapat
> kami lakukan....
> > >
> >
> > Oya? Semoga kalau anda mendapatkan kesempatan itu,
> anda tidak
> > mempermalukan diri sendiri. Anda tahu kan kalau
> Indonesia itu salah
> > satu member IMF dan waktu krisis memanfaatkan
> haknya buat mendapatkan
> > talangan dana.
> >
> > Sekarang anda bilang dong ke pemerintah Indonesia:
> keluar dari
> > keanggotaan IMF dan WB. Itu lebih ampuh daripada
> marah berdasarkan emosi.
> >
> > Btw, kalau WB, ADB, dan US mesti jauh2 dari bumi
> Indonesia, kemaren
> > Aceh tsunami itu memang bisa ditangani kita
> sendiri? Jangan egois.
> > Mentang2 melihat sisi buruknya, anda melupakan
> objektivitas.
> > Emang anda pikir orang2 yang kerja disana cuma
> barisan orang tolol?
> > Kalau Perkins ngawur dalam memproyeksi pertumbuhan
> demand listrik
> > Indonesia, pantas saja dia masih dipuja orang2,
> karena lebih
> > berdasarkan kebencian yang mengaburkan
> objektivitas dan logika.
> >
> > Note: kalau anda memang membaca semua posting saya
> disini tentu anda
> > tahu kalau saya pernah tulis bahwa saya percaya
> bahwa persekongkolan
> > itu ada (makanya ada agen intelijen ditiap negara)
> tetapi saya tidak
> > langsung percaya kalau logikanya lemah sekali.
> >
> > Pergerakan kapital internasional itu tidak
> dipengaruhi oleh satu dua
> > faktor (mungkin Pak Danar yang ahli dibidang
> financial investment bisa
> > lebih pas menjelaskannya). Kalau kita pikir bahwa
> IMF itu adalah
> > semata2 kepanjangan tangan para kapitalis AS,
> sehingga maksa2
> > privatisasi BUMN Indonesia spy bisa dicaplok
> mereka, kita lihat fakta:
> > -Indosat dibeli siapa?
> > -Telkom dibeli siapa?
> > -Satelindo dibeli siapa?
> > -Bank BCA dibeli siapa?
> 
> Disini muncul lagi keluguan anda (bagaimana mungkin
> seorang intelektual
> punya pemikiran sedangkal ini).....
> 
> Dalam logika pergerakan Kapital Internasional dalam
> mekanisme pasar, setelah
> melakukan deregulasi dan penerapan praktek-praktek
> Privatisasi, maka siapa
> yang kuat modalnya maka dia akan berjaya. Dalam
> konteks ini US melalui
> dominasi-nya di IMF (punya 18% suara coy) disoroti
> perannya dalam "melibas"
> semua regulasi-regulasi yang menghalangi proses
> pergerakan Kapital. Setelah
> semuanya beres, silahkan bertarung!!! Geblek!!!!
> 
> > Ada perusahaan AS nggak disana? It's a matter of
> profit orientation
> > mechanism.
> > Lagian kalau seperti kata Perkins, bahwa tujuan
> IMF dan WB adalah
> > menjeratkan negara2 miskin kedalam utang, alangkah
> bodohnya mereka.
> > Kalau saya meminjamkan uang saya ingin uang saya
> kembali bukan
> > orangnya jadi nggak bisa bayar, sampe2 nanti saya
> harus memberikan
> > diskon utang.
> 
> 
> > Kalau saya lebih kuatir akan arus globalisasi yang
> terlalu besar, yang
> > bisa mematikan pemain2 kecil (ini pernah Pak Danar
> dan saya bahas
> > disini). Tapi itu hubungannya dg perdagangan LN.
> Dan memang US memang
> > mempraktekkan beberapa unfairness policies (dan
> saya katakan hal ini
> > didepan salah satu direktur US Treasury).
> 
> Tuh kan?????
> 
> 
> > Orang mengkritik itu harus memenuhi 2 kaidah
> sekaligus: offense and
> > defense. Kritik pasti bersifat offense. Nah,
> bisakah kita defense our
> > critiques? Bukan dg melingkar2 dg permainan kata2
> tetapi logikanya
> > kosong atau malah fakta mengatakan sebaliknya.
> Tetapi dg argumen
> > cerdas sehingga yang dikritik mau mikir apa
> kesalahannya.
> 
> > Kalau menurut saya ada hal2 yang kita perlukan
> dari masyarakat
> > internasional. Kita tidak boleh egois dan emosi
> buta. Karena kalau
> > kita bertindak tidak adil (misalnya
> menasionalisasi perusahaan asing
> > di Indonesia) pikirkan dampaknya ke bangsa
> Indonesia lainnya:
> > exportir, perajin yang menjual karyanya ke LN, WNI
> yang sedang di LN,
> > aset2 perusahaan milik Indonesia di LN, dll.
> Memang anda rela kalau
> > Pertamina dicaplok begitu saja sama Cina dan
> Vietnam karena "mengeruk
> > kekayaan alam mereka"? Rakyat Indonesia itu
> banyak, bukan anda sendiri.
> 
> 
> 
> > Yang perlu diperbaiki adalah internal kita dan
> kepandaian melihat
> > kedepan. IMF sudah keluar dari Indonesia. Kalau
> ada perbaikan, maka
> > itu karena pemerintah kita melakukan hal yang
> benar. Kalau ada
> > keburukan, maka itu juga karena masih banyak yang
> salah didiri kita.
> > Memang susah melihat jerawat dimuka sendiri.
> 
> Udah terbukti, bahwa negara-negara penerima dana
> utang IMF dan WB, tidak
> bisa melepaskan diri dari krisis-nya....
> 
> > > Masalahnya, banyak intelektual Indonesia yang
> seharusnya bekerja untuk
> > > kemaslahatan rakyat, tapi menjadi kaki tangan
> untuk melegitimasi
> > penetrasi
> > > program-program IMF, WB dan US, dengan berupaya
> membangun opini yang
> > > menyesatkan.
> 
> 
> > Dan itu contohnya saya? Hahahahaha....
> > Cara anda menyimpulkan saja sudah sangat lucu...
> > Tapi mungkin anda ini sudah sangat pinter.
> 
=== message truncated ===


Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke