http://www.indomedia.com/bpost/072005/1/nusantara/nusa1.htm


Tidak Ada Perwira Menentang Sutanto


Jakarta BPost
Kapolri Jendral Da'i Bachtiar membantah adanya isu sejumlah perwira tinggi di 
Mabes Polri menyusun gerakan bawah tanah menentang pencalonan tunggal Komisaris 
Jenderal Sutanto sebagai kapolri menggantikan dirinya.

"Saya tegaskan, dengan disaksikan semua perwira tinggi di Mabes Polri, tidak 
ada perwira tinggi di Mabes Polri yang akan melakukan manuver terkait calon 
tunggal Sutanto sebagai kapolri," tegas Da'i, di Gedung Rupatama Mabes Polri, 
Jakarta, Kamis (30/6).

Penegasan Da'i Bachtiar itu disampaikan kepada wartawan seusai membacakan 
pidato menjelang HUT Polri. Semua petinggi Mabes Polri saat itu ikut 
mendampinginya, termasuk nama-nama yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon 
Kapolri bersaing dengan Sutanto, seperti Kommjen Makbul Padmanegara, dan Komjen 
Adang Dorodjatun. Semua perwira tinggi yang mendampingi kapolri menganggukan 
kepala tanda setuju dengan apa yang ditegaskan kapolri.

Da'i meminta semua pihak agar tidak mempolitisir proses pergantian kapolri dan 
membawa-bawa orang Polri dalam manuver politiknya. "Mari kita serahkan pada 
mekanisme yang ada. Kita semua berdoa semoga prosesnya berjalan lancar," 
katanya.

Menurut dia, isu-isu adanya gerakan dari dalam tubuh Polri untuk mengoyang 
pencalonan tunggal Sutanto sebagai kapolri sengaja dihembuskan pihak-pihak 
tertentu yang ingin mendapatkan keuntungan. "Padahal, di dalam Polri sendiri 
tidak ada itu. Semua mau menerima. Tidak ada perebutan jabatan kapolri," tandas 
Da'i. 

Ditegaskan perbedaan pendapat merupakan dinamika untuk memperoleh kemajuan. 
"Dulu waktu saya malah sempat di TUN-kan segala. Tapi semua selesai dan kerja 
bareng lagi dengan kompak. Tidak ada perebutan jabatan di Polri. Kalau sekarang 
pemimpinnya rebutan jabatan, gimana anak buahnya. Apa tidak ikut rebutan juga. 
Tidak ada itu rebutan jabatan," selorohnya sambil diikuti derai tawa.

Kunjungi Sutanto 

Sementara itu, beberapa anggota Komisi III DPR yang melakukan fit and proper 
test, kemarin, mengunjungi kediaman Sutanto, di kawasan elit, Pondok Indah, 
Jakarta Selatan. 

Seusai berkunjung, para Komisi III --tergabung dalam Tim 10-- yang menilai 
Sutanto memang kapabel untuk diangkat jadi kapolri. Bahkan, sohib dekat 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ini dapat nilai excellent. 

Kediaman Sutanto yang berada di Jl Pinang Perak II TA 2, Pondok Indah, cukup 
luas dan asri dengan taman yang indah. Rumahnya juga diramaikan dengan puluhan 
jenis burung. Sebuah mobil Toyota Alphard dan mobil dinas Toyota Camry diparkir 
di rumah mewah tersebut. JBP/ugi/dtk


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke