ada satu kesalahan kecil tapi fatal dalam logika pemikiran di bawah ini. 
kesalahan itu mengingat saya kepada seorang pandir yang kehilangan kuncinya di 
sebuah kamar gelap.  si pandir bukan berupaya menyalakan lampu,  tapi ia keluar 
dari kamar yang gelap itu dan mencari kuncinya di kamar lain yang terang. 
artinya, penerapan hukum memerlukan tempat perkara (locus-delicti?). makanya, 
sulit dilaksanakan hukum potong tangan atas soeharto sebab hukum syariah ini 
hanya berlaku secara lokal saja di aceh.
 
FS  


Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pengen tahu.. bakal ada ga koruptor yang dipotong
tangan. Paling2 juga maling2 kecil yang ditangkap.
Atau cambuk untuk pejudi2 kecil kayak yang di Aceh.
Potong dulu tangan Soeharto yang sudah menguras habis
kekayaan negeri ini. Dia Islam, haji pula. Dan anaknya
Tommy Soeharto tuh.. selain dipotong tangannya karena
korup, dirajam juga karena berzinah dengan Sandy Harun
saat  masih jadi istri Setiawan Djody.

Hukuman barbar gini ga akan bisa menyentuh kalangan
atas. Buktinya, yg dihukum duluan rakyat kecil.
Soalnya mereka yg jadi target untuk uji-coba hukuman.

Nggak penting!!!

--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hukuman "barbar" itukan hanya dikenakan pada
> "PENJAHAT". Jika tidak berbuat jahat tidak akan
> kena.
> 
> Hukuman potong tangan bagi koruptor itu lebih baik.
> Lebih murah memberi makan 1 orang, ketimbang
> koruptor
> itu korupsi trilyunan rupiah dan menyengsarakan
> jutaan
> orang. Contoh, penelitian LPEMUI menyatakan korupsi
> di
> Bea Cukai sebesar Rp 7 trilyun. Kalau dibagikan Rp 1
> juta per orang kan ada 7 juta rakyat yang dapat
> menerimanya.
> 
> Nah karena dikorupsi, maka yang 7 juta itu tak dapat
> bagian, akhirnya sebagian mati busung lapar.
> 
> Jadi lebih baik memotong tangan koruptor daripada
> korupsi merajalela. Penjara sudah tidak efektif
> lagi...
> 
> 
> --- irwank2k2 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > --- In [email protected], "kim3hook"
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Hukum moderen itu bukan berdasarkan emosional.
> > > Jika si pencuri/koruptor itu dipotong tangannya,
> > dia
> > > akan menjadi beban masyarakat karena kapasitas
> sbg
> > > manusia yang normal tidak akan bisa bekerja lagi
> > dg
> > > tangannya, bilamana dia sadar atas kesalahannya.
> > 
> > IMHO, masalahnya bukan pada jenis hukuman itu
> > emosional, 
> > barbar atau tidak; tapi pada keberpihakan jenis
> > hukuman tadi
> > pada pelaku kejahatan.
> > 
> > Problem berikutnya, dengan penegakan hukum seperti
> > sekarang,
> > rasanya hukuman model begitu memang belum waktunya
> > diterapkan.
> > Yang lebih mendesak adalah pembersihan aparat
> > penegak hukum
> > (hakim, jaksa, penyidik) dan pihak" terkait (mis:
> > pengacara).
> > 
> > Karena kalau tidak, nantinya yang mencicipi
> > 'nikmat'-nya hukuman
> > tersebut hanya wong cilik lagi.. yang amat lemah
> > posisinya di mata
> > hukum tanpa 'bargaining position' apapun.
> >  
> > > Ada baiknya kita sebagai generai baru Indonesia,
> > kita
> > > buang hukum yang barbar dan menydutkan kehidupan
> > > seseorang
> > 
> > Bagaimanapun juga, kita amat dipengaruhi latar
> > belakang (pendidikan,
> > lingkungan, pengalaman hidup) yang  membentuk
> > 'kepentingan' kita.
> > 
> > Wassalam,
> > 
> > Irwan.K
> >  
> > > --- In [email protected], A Nizami
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > Saya setuju hukuman cambuk, karena lebih
> > efektif.
> > > > Hukum cambuk mampu membangkitkan rasa malu
> bagi
> > pelaku
> > > > kejahatan. Kalau hukuman penjara, selain buang
> > duit
> > > > untuk makan dan nginap narapidana, juga jadi
> > sarang
> > > > homoseks. Di penjara, para penjahat bisa
> saling
> > kenal
> > > > satu sama lain dan membuat jaringan mafia.
> > > > 
> > > > Untuk koruptor kakap, selain dicambuk,
> dipotong
> > tangan
> > > > lah biar kapok.
> > > > 
> > > > Salam
> > > > 
> > > > 
> > > > --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > 
> > > > > Makanya tugas kita semua supaya hukum cambuk
> > > > > (syariah?) ini berlaku 
> > > > > buat rakyat gede/kelas kakap juga,
> > didepartemen
> > > > > apapun, siapapun.
> > > > > Mungkin or gak mungkin, bergantung rakyatnya
> > > > > juga...memang. Kan 
> > > > > idealnya kekuasaan berada ditangan
> > > > > rakyat...he..he...
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 



            
__________________________________ 
Yahoo! Mail Mobile 
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. 
http://mobile.yahoo.com/learn/mail 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



                
---------------------------------
Yahoo! Mail
 Stay connected, organized, and protected. Take the tour

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke