Ini ada amunisi tambahan untuk diskusi tentang kurikulum sejarah 2004.

Kurikulum 1994 Versus 2004

Oleh Asvi Warman Adam

Departemen Pendidikan Nasional belum menerapkan kurikulum 2004 untuk bidang 
studi sejarah dan kembali menggunakan kurikulum 1994.

Keputusan dikeluarkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) setelah 
berdiskusi dengan DPR setelah sebelumnya menerima masukan dari beberapa pelaku 
sejarah seperti Jusuf Hasyim dan Taufiq Ismail. Alasannya, kurikulum 2004 tidak 
membahas pemberontakan PKI 1948 dan 1965. Pertanyaannya, tepatkah kebijakan itu?

Terus berganti

Sejak Indonesia merdeka, kurikulum sejarah silih berganti. Tahun 1945-1951, SMA 
menggunakan kurikulum AMS (Algemene Middelbare School) zaman Hindia Belanda. 
Kurikulum berikut, kurikulum 1952, dinilai terlalu akademis, kurang 
memerhatikan keterampilan siswa.

Menyusul kurikulum SMA Gaya Baru 1964 yang mulai dimasuki unsur politik karena 
pendidikan harus berdasarkan Pancasila dan Manipol (Manifesto Politik UUD 1945 
terdiri dari Sosialisme ala Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, 
Kepribadian Indonesia).

Pada awal Orde Baru belum terjadi perubahan fundamental pada Kurikulum 1968 
meski pendidikan sudah bertujuan memperkuat keyakinan beragama. Pada kurikulum 
1975, pendidikan sejarah bukan saja dijiwai moral Pancasila, tetapi juga 
menekankan pentingnya nilai-nilai 1945 bagi generasi muda. Dalam kurikulum 1984 
ditegaskan, pendidikan harus mendukung pembangunan di segala bidang. Sebagai 
manusia pembangunan, anak didik harus memiliki jiwa patriotisme.

Itu sebabnya secara terpisah juga diajarkan Pendidikan Sejarah Perjuangan 
Bangsa (PSPB). Tujuannya antara lain agar siswa menyadari/meyakini: a) 
Penjajahan Belanda menyebabkan rakyat Indonesia menderita; b) Kebenaran 
perjuangan pahlawan mengusir penjajah; c) Pemaksaan kehendak PKI untuk 
menghancurkan NKRI melalui aksi-aksi sepihak; d) Kesatuan-kesatuan aksi melawan 
PKI didorong keberanian membela kemerdekaan dan keadilan, e) Orde Baru 
mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.

Penyusunan PSPB didominasi sejarawan dari Pusat Sejarah ABRI dan menonjolkan 
keberhasilan tentara memadamkan serial pemberontakan, termasuk nama-nama 
operasional dan komandan. Semua harus dihafal siswa. Kritik muncul, antara lain 
dari Abdurrachman Surjomihardjo. Tahun 1985 Nugroho Notosusanto, arsitek 
sejarah resmi ini, meninggal dan 1994 PSPB tidak ada lagi.

Sarat pengetahuan

Kurikulum sejarah 1994 ternyata sarat pengetahuan, dianggap kurang relevan bagi 
Indonesia, seperti sejarah peradaban kuno di Eropa (Yunani, Romawi) dan Amerika 
(Inca, Maya, Aztec) serta perbandingan kebudayaan kedua benua itu.

Guru-buru mengeluh, bahan ajar terlampau banyak, waktu amat sedikit, dan 
dinilai tidak menarik. Tahun 1999 sejarah peradaban Amerika Latin dan 
perbandingannya dengan Yunani, Romawi dihilangkan.

Dalam kurikulum 1994 pemberontakan G30S/PKI diajarkan sejak siswa kelas VI 
sekolah dasar (SD). Dalam kurikulum 2004, peristiwa berdarah 1965 belum 
diajarkan di tingkat SD.

Pada era reformasi muncul kritik terhadap sejarah resmi Orde Baru, terutama 
berkaitan dengan fakta yang disembunyikan. Guru dan siswa pun bingung, 
mengikuti informasi di buku, koran, radio, atau televisi.

Direktorat Sejarah dan Pusat Kurikulum Depdiknas bersama para pakar menyusun 
Kurikulum Berbasis Kompetensi, yang lalu berganti nama Kurikulum 2004.

Kurikulum 2004 bukan sekadar sejarah perjuangan angkatan bersenjata. Berbagai 
pemberontakan dan upaya memadamkan dilihat dari perspektif lebih luas. Jadi, 
PRRI/Permesta dan DII/TII tidak disebut lagi, tetapi digunakan rumusan yang 
lebih komprehensif. Di SMP diberikan deskripsi G30S/1965, di SMA ditampilkan 
aneka pendapat soal G30S dan dampak sosial politik dari peristiwa itu.

Jadi, kurikulum 2004 bidang sejarah lebih maju, obyektif, dan demokratis dari 
kurikulum pada masa Orde Baru. Seyogianya Mendiknas membaca kembali dengan 
cermat kurikulum itu.

Asvi Warman Adam, Ahli Peneliti Utama LIPI

Dikutip dari KOMPAS, 01 Juli 2005

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke