http://www.suarapembaruan.com/News/2005/07/02/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY 

Tak Lulus SMA, Diterima Universitas

JAKARTA - Adanya siswa yang sudah dinyatakan lulus seleksi di universitas, 
namun tidak lulus ujian nasional menunjukkan terjadinya kesalahan dalam sistem 
dan penentuan kriteria kelulusan. Demikian pendapat pengamat pendidikan dari 
Lab School Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Arief Rachman di Jakarta, Sabtu 
(2/7) pagi. 

Sementara itu, Kepala Balitbang Depdiknas Mansyur Ramli di Jakarta, Sabtu, 
mengatakan, kejadian lulus seleksi universitas, tapi tidak lulus ujian nasional 
hal yang tidak terlalu memusingkan. Mendiknas sudah mengimbau universitas dan 
sekolah setingkat SMP untuk menerima siswa yang belum lulus ujian nasional. 

"Menteri sudah memberikan imbauan agar mereka yang tidak lulus diterima secara 
bersyarat karena mereka akan mengikuti ujian nasional kedua pada bulan Agustus. 
Ini biasa di luar negeri. Ada penerimaan bersyarat sebelum dia memenuhi semua 
persyaratan," katanya. 

Lebih lanjut Arief mengatakan, logikanya ketika seseorang lulus pada ujian di 
tingkat yang lebih tinggi maka ujian di level bawah pasti lulus. 

Ternyata tidak begitu. Artinya ada yang salah pada sistem di atas dan di bawah 
bila ini terjadi dalam jumlah yang besar. Tapi, kalau ini hanya terjadi pada 
sebagian kecil siswa, mungkin anak itu sedang sakit saat ujian nasional. 


Hak Sekolah 

Menurut Arief, bila siswa tidak lulus ujian nasional dengan nilai ambang 
seharusnya kepala sekolah berani meluluskannya. Sebab meskipun pemerintah sudah 
menetapkan batas kelulusan dengan nilai 4,25, tapi pihak sekolah punya hak 
untuk menentukan kelulusan. 

Secara terpisah, mantan Rektor IKIP Jakarta Conny Semiawan melihat situasi 
pendidikan sekarang kacau, sehingga muncul keanehan-keanehan. 



"Pada situasi normal orang pasti berpendapat kalau yang lulus seleksi di 
universitas pasti lulus ujian di SMA. Tapi, sekarang tidak karena universitas 
harus membuat satu keputusan di tengah ketidakjelasan ujian nasional. Jadi, 
keanehan-keanehan mulai muncul. Saya sangat prihatin dengan kejadian seperti 
ini," katanya. 


12 Siswa 

Sementara itu, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Gadjah Mada (UGM) 
Yogyakarta menerima laporan sedikitnya 12 calon mahasiswa yang diterima lewat 
ujian masuk (UM) UGM ternyata tidak lulus ujian nasional SMA. Jumlah itu 
diperkirakan meningkat karena tahun ini UGM menerima sekitar 1.800 mahasiswa 
lewat jalur UM UGM. 

Hal itu disampaikan Kepala Humas UGM Suryo Baskoro kepada wartawan di 
Yogyakarta, Jumat. 

''Sampai hari ini (Jumat-Red) kami sudah menerima laporan 12 calon mahasiswa 
UGM dimungkinkan urung masuk UGM karena tidak lulus ujian nasional. Namun, 
kesempatan masih terbuka jika mereka lulus pada ujian nasional tahap kedua yang 
direncanakan Agustus mendatang," katanya. 

Dikatakan, pada pertengahan April lalu UGM menggelar seleksi penerimaan 
mahasiswa baru, lewat UM UGM, di sembilan kota di Indonesia. Syaratnya, calon 
mahasiswa memiliki prestasi di sekolah dengan meraih juara pertama sampai 
kelima, mulai dari kelas I, II dan III, serta lulus ujian tertulis yang 
diselenggarakan UGM. 

Menurut Suryo, meskipun pada ujian nasional pertama mereka tidak lulus, namun 
UGM tidak secara otomatis mencabut namanya dari daftar calon mahasiswa karena 
mereka berjanji menempuh ujian nasional tahap kedua. 

''Mereka akan rugi kalau tidak memanfaatkan kesempatan ujian nasional tahap 
kedua dengan baik, sebab kesempatan kuliah di UGM masih ada,'' ujarnya. 

Ketika ditanya asal calon mahasiswa yang tidak lulus ujian nasional itu, Suryo 
menjawab diplomatis, dari luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan luar 
Jawa, seperti Medan, Makassar, Kalimantan Selatan, dan Indonesia bagian timur. 

Dikemukakan, registrasi siswa yang harus menempuh ujian nasional tahap kedua 
bisa menyusul sejauh mereka menyampaikan konfirmasi kepada pihak panitia. 

Dia juga mengharapkan pengumuman kelulusan ujian nasional tahap kedua tidak 
terlalu lama karena akan mengganggu proses perkuliahan. Alasannya, masa kuliah 
di UGM sudah mulai dilaksanakan awal September 2005. 

''Jika nanti pengumuman hasil ujian nasional tahap kedua dilakukan setelah awal 
September berarti mahasiswa akan ketinggalan kuliah. Untuk ini dibutuhkan 
ketegasan dan kebijakan dari pemerintah pusat," ujarnya. 

Dikemukakan, calon mahasiswa yang melaporkan dirinya tidak lulus ujian 
nasional, tapi diterima lewat UM UGM sudah mulai mempersiapkan diri di 
Yogyakarta. 

"Kenyataannya memang demikian, bahkan ada yang sudah mulai kos. Mungkin mereka 
yakin dengan lulus tes masuk UGM ujian nasional juga pasti lulus, sementara 
kenyataannya tidak demikian," ucapnya. (A-22/SKA/A-16) 


Last modified: 2/7/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke