Refleksi: Selamat hari Ulang Tahun!

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/02/taj01.html


"Sinar Harapan" 
Empat Tahun Melayani Pembaca


Di tengah-tengah persaingan media yang demikian ketat, tak terasa Harian Umum 
Sore Sinar Harapan hari ini telah empat tahun hadir mengunjungi para pembacanya 
sejak terbit kembali, 2 Juli 2001. Sekadar mengingatkan, harian ini memang 
menghidupkan kembali Sinar Harapan (1961-1986) yang ditutup oleh pemerintah di 
bawah Presiden Soeharto pada Oktober 1986. 

Tentulah penerbitan kembali harian ini bukan sekadar rehabilitasi politik atau 
bernostalgia, kehadirannya hingga kini dan seterusnya merupakan perwujudan 
idealismenya. 

Visi dan misi yang terungkap dalam motto "Memperjuangkan Kemerdekaan dan 
Keadilan, Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih" tetap relevan dan 
penting, justru di saat bangsa dan negara ini tengah membangun diri mewujudkan 
civil society. Nilai-nilai itu merupakan kredo, menjadi warna dan jiwa dalam 
berbagai rubrikasinya, sehingga itulah yang membedakannya dengan koran sejenis. 

Bagaimana pun, kita masih berada dalam masa transisi, yaitu suatu periode 
peralihan dari sebuah sistem politik yang otoriter ke demokrasi, dari sistem 
perencanaan yang cenderung terpusat ke desentralisasi. Pada masa-masa inilah 
berbagai potensi kerawanan atau kerinduan akan masa lalu masih sangat kuat, 
bahkan dapat menjadi sebuah kekuatan yang cukup besar bila cita-cita reformasi 
mandek atau gagal dilaksanakan.

Harus diakui, situasi kita belumlah terlalu baik, meski telah delapan tahun 
meninggalkan krisis keuangan yang melanda negeri ini tahun 1997 dan tujuh tahun 
tumbangnya rezim Orde Baru. Berbagai kerusakan ekonomi sebagai dampak krisis 
itu hingga kini belum semua pulih. Bahkan di banyak tempat, kerusakan berbagai 
infrastruktur juga belum tertangani, bahkan cenderung terbengkalai. Situasi itu 
masih ditambah kehancuran akibat bencana tsunami di NAD dan Sumut, gempa bumi 
di berbagai daerah dll. 

Hari-hari ini kita menyaksikan tingkat ketidaklulusan Ujian Nasional SLTP dan 
SLTA yang tinggi, jumlah pengangguran yang bertambah 600.000, krisis BBM di 
berbagai daerah, para koruptor yang melawan dan bukannya bertobat dll. Sungguh 
berbagai kejadian itu dapat membuat kita menjadi putus asa, lemah dan 
kehilangan semangat. Namun, dalam situasi ini Sinar Harapan akan tetap 
mengibarkan bendera harapan menuju masa depan bersama yang cerah, dalam 
menghadapi situasi yang sulit ini. 

Potensi konflik di berbagai daerah juga tetap menganga, meski kita melihat 
upaya-upaya rekonsiliasi di Poso, Papua, dan perundingan damai untuk Aceh. 
Ancaman aksi para teroris juga tetap besar, begitu pun ancaman disintegrasi di 
Papua. Di tengah tantangan mewujudkan perdamaian nasional dan rekonsiliasi 
dalam agenda politik nasional tersebut, Sinar Harapan akan tetap menerapkan 
jurnalistik perdamaian. Dengan tema ini, Sinar Harapan akan menjadi media yang 
mengembangkan budaya politik, budaya ekonomi, nilai-nilai masyarakat yang 
beradab, faham kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara.

Sebagai harian yang terbit sore hari, Sinar Harapan dituntut untuk menanggapi 
berbagai masalah penting dengan lebih waspada dan selangkah lebih maju (one 
step ahead), dan dapat menjadi media yang dipakai sebagai acuan bagi 
pengambilan keputusan esok hari. Ini merupakan tantangan, karena di 
tengah-tengah serbuan berbagai media elektronik (televisi, radio, dan media 
internet) breaking news bukan lagi hal yang dapat diandalkan. Namun inilah 
pergulatan yang dihadapi oleh berbagai surat kabar di seluruh dunia, dan 
tantangan untuk mengembangkan bentuk-bentuk jurnalisme yang baru. Namun apa pun 
itu, Sinar Harapan akan tetap menatap lebih jauh ke depan melalui berbagai 
analitis yang prediktif, dengan tetap menawarkan jalan keluar yang konstruktif. 

Berbagai tantangan dan dinamika dalam masyarakat dan dunia media itu 
sesungguhnya merupakan cerminan akan perlunya kita semua berubah, menyesuaikan 
diri dengan hal-hal yang baru terjadi di sekitar kita. Berubah bukan berarti 
ikut hanyut, tetapi bagaimana agar dapat tetap ikut memberi warna dan rasa, 
bahkan ikut mengarahkan perubahan itu agar menuju tujuan yang diharapkan 
bersama. Dalam kaitan ini, Sinar Harapan akan tetap berbenah, memperbaiki diri, 
dan berusaha memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada para pembaca, nara 
sumber, pemasang iklan, biro iklan, rekanan dan semua pihak yang terlibat 
dengan harian ini. 

Dalam kaitan ini, menyambut empat tahun kehadirannya, Sinar Harapan akan tampil 
dengan format baru 8 (delapan) kolom, dari semula 9 (sembilan) kolom, dengan 
desain yang lebih cerah, dan itu akan diluncurkan pada 19 Juli mendatang. Ini 
semua demi menyajikan tampilan yang lebih menarik, dan memudahkan pembaca 
menikmati informasi yang disampaikan.

Di atas itu semua, Sinar Harapan berterima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan 
para pembaca, pemasang iklan dan semua pihak selama empat tahun ini. Biarlah 
interaksi dan kerja sama kita dapat tetap langgeng hingga tahun-tahun ke depan. 
*** 
 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke