--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
>  
> Kampung akherat (tujuan setelah mati) cuma dua: Sorga dan Neraka. 
> Satu jalan, ujungnya berbelah dua..kita harus milih. Satu (dengan 
> sgl cabangnya) menuju sorga. Satunya lagi (dengan sgl cabangnya 
juga 
> menuju neraka)
> 
> Kalau kampung dunia (Surabaya, Jogya, Jakarta, etc), memang banyak 
> jalan alternatif dibuat manusia karena dunia memang tempatnya 
> manusia berkarya. Tapi kalo diakherat, manusia gak bisa berkarya 
> buat jalan alternatif. Mau tak mau harus mengikuti satu jalanNya 
> yang melimpah ruah dengan segala petunjuk/alternatifNya.
> 
> Apa yang kita mau LAKUKAN adalah PILIHAN kita. Jadi, ini juga 
> merupakan kesatuan "tauhid"...:-)
> 
> wassalam
> -----------------------
> 
> DH: Mungkin kita dapat buat metaphora ini: tujuan (surga atau 
neraka), adalah satu bagi semua penumpang. Misalnya Surabaya (bukan 
malang, Purwokerto dll. Jalan: rel kereta yang menghubungkan Jakarta 
dan Surabaya, adalah agama yang kita pilih, agama disni adalah 
wahana, bukan tujuan. Pantura atau jalanselatan, keduanya akan 
sampai.
> 
> Nah, yang mBak katakan hanya satu dalam menjalani perjalanan, tak 
ada alternatif, adalah: menjalaninya dengan baik. pasti akan sampai. 
Islam secara benar, Kristen secara benar, Buddha secara benar.
> 
> Agama itu sendiri, TAK menjamin sampai tidaknya. Bangsa kita ter-
seok seok puluhan tahun, belum kunjung berhasil membangun jatidiri 
mulia, walau telah memilih agama.
> 
> Salam
> 
> danardono 
> 
>  
> 
> Kita menjalani kehidupan dengan apa yang 
> kita peroleh, tetapi kita menciptakan 
> kehidupan dengan apa yang kita berikan. 
> 
> (Winston Churchill)
> 

Lina:
Lanjut ah mbah, lagi ada waktu....

Mbah pernah menganalogikan agama sebagai kendaraan..dan sekarang 
mbah menganalogikan sebagai jalanan (rel KA). Pikiran macam begini, 
menurut saya sih pikiran orang pengaruh sekularis and/or pluralis 
atau duniawi sekali (seperti kutipan dari W. Churchill tsb) Memang 
di Barat, pikiran ini sangat dominan. Menganggap agama itu untuk 
urusan pribadi saja (urusan moral saja), kalau untuk urusan lain, 
agama harus dikantongin. Bisa di lihat ketika Mbah 
menanggapi "ekonomi Islam"...:-)

Islam tidak bisa dibandingkan dengan agama-agama lain. Islam terdiri 
atas tiga prinsip: Keyakinan (Akidah Tauhid),Hukum (syariah), dan 
Budi Pekerti (Akhlak). Muslim yang (mencoba utk) sempurna tidak 
memisahkan diantara ketiganya.

Jadi kalau hanya bicara soal moral, itu hanya membicarakan satu 
prinsip dalam Islam yaitu Akhlak. Saya kira bicara soal moral, 
standard dari masing-masing agamapun ada persamaan dan perbedaan. 
Semisal, agama mana yang mengajarkan moral universal utk menghormati 
dan santun kepada nabi-nabi Allah dalam proporsinya masing-masing.

Namun ketika bicara pada hal Akidah dan Hukum, perbedaannya menjadi  
sangat substantif. Misal dalam hal hukum, bagi umat Islam..membagi 
waris telas jelas pembagiannya menurut AlQur'an, namun bagi non-
Islam (misalkan Kristen) harus membuat hukum sendiri krn tidak ada 
rujukan dalam Bible. Bagi Budhapun, mereka hanya mengikuti hukum 
yang dibuat negara. Pada hal perbankan, Islam mengisyaratkan bagi 
hasil bukan 'bunga', bagaimana dengan agama lain? terserah negara...

Agama ada untuk diambil faedah dan manfaatnya. Kalau ada agama hanya 
menyediakan ajaran moral saja...itulah "agama-agama". Namun agama 
apa yang menyediakan semua aspek kehidupan? 

Kalau kembali kepada sejarah, di Abad ke-8 (atau sebelumnya?) orang-
orang di Barat telah gagal memahami jalan pikiran atau menaruh 
empati terhadap leluhur mereka. Ada yang putus dalam hubungan mereka 
dengan leluhurnya. Kemajuan ilmu dan tekhnologi telah mengakibatkan 
peradaban Barat mengabaikan dan memandang rendah agama (Kristen) di 
Eropah pada Abad Pertengahan. Mereka menjadi Amnesia...tidak mampu 
menarik garis penghubung dengannya. Mereka tidak bisa menjembatani 
antara agama (Kristen)nya dengan kemajuan ilmu. Mereka harus 
memisahkan keduanya.

Dengan latar belakang sejarah seperti itu, sangatlah wajar bila 
Sekularis and/or Pluralis menjadi dominan (karena mereka tidak 
mengenal nenek moyang mereka: Adam as, Ibrahim as, Musa as, Isa as, 
dan Muhammad SAW).

Namun yang aneh adalah ketika seseorang mengaku sebagai umat Islam 
dan mengamini pluralisme tsb. Atau mungkin karena mereka sedang 
berpolitik...:-). Dan kita dimilis ini tidak untuk berpolitik kan? 
(tidak mencari pendukung)...sekedar curhat...

Akhirul kalam saya kutipkan puisinya cak huttaqi dari www.huttaqi.com

   Satu-satu
 
Lewat satu-satu ...
tak bisa dua,
tak bisa tiga...
cuma satu yang boleh lewat...
 
Lewat Muhammad,
tak bisa lewat Isa,
tak bisa lewat Budha,
tak bisa lewat Ali,
tak bisa lewat Abu Bakar,
tak bisa lewat Umar,
tak bisa lewat Utsman,
cuma lewat Muhammad
 
Lewat satu-satu..
tak bisa lewat lainnya,
Hanya lewat Aku...
 
Melalui Aku engkau mengenal Aku,
melalui Aku engkau melihat Aku,
Melalui Aku engkau mendengar Aku,
Melalui Aku engkau boleh masuk pintuKu...
 
Tok..tok..tok...
Siapakah itu didepan pintu ?
 
aku huttaqi...
Keluarlah!!! ..
tak ada huttaqi di sini..
 
Tok-tok-tok
Siapakah itu di depan pintu?
Engkau sendiri..
Masuklah !
satu-satu
satu-satu
 
bukan susunan, 
bukan kumpulan,
tak ada sesuatu yang menyamai
 
 
huttaqi

wassalam,
Lina







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke