Pertama, saya kurang sreg dengan klasifikasi terkenal
dan tidak terkenal. Kenapa sih Anda selalu menyebut
"orangnya tidak dikenal." Itu tidak relevan dengan
topik bahasan. Kesannya elitis. Kasihan sekali
rakyat/orang kecil yang tidak diangkat oleh media
massa, sehingga tidak dikenal. 

Kedua, main pelintir dan main potong? Beberapa orang
bisa berbeda pendapat tentang hal ini. Hartono Ahmad
Jaiz ini juga sudah menulis beberapa buku (mungkin
Anda kurang familiar dengan buku-buku ini, meski
dijual bebas). 

Meski tak pernah membeli buku-bukunya, sepintas saya
pernah baca, cara membahasnya juga cukup sistematis,
meski mungkin tidak sangat akademis. Saya tak ingat
persis dari pesantren mana, tapi setahu saya Hartono
ini juga didikan pesantren.

Jadi, untuk fairnya, mungkin kita semua harus baca
buku-buku kedua orang ini: Nurcholish Madjid dan
Hartono Ahmad Djaiz. Sehingga perbandingannya lebih
komplit.




--- Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
> At 04:50 AM 7/4/05 -0700, you wrote:
> >Hartono Ahmad Jaiz itu mantan wartawan Harian
> >"Pelita."
> >
> >Pernah sekantor dengan saya, karena saya juga
> >ex-Pelita. Di Pelita ini ada berbagai orang dari
> >bebagai latar belakang keislaman, ada yang PPP
> >(banyak, karena sejarahnya Pelita memang pernah
> milik
> >PPP), ada yang NU (Slamet Efendi Yusuf), ada HMI
> >(Akbar Tanjung, Abdul Gafur), banyak pula yang
> Golkar
> >(Pelita akhirnya dibeli Golkar).
> >
> >Tapi nggak usah melihat dari siapa orangnya. Tapi
> >lihat apa yang dikatakan/ditulisnya.
> >
> >Bukankah Sayidina Ali RA pernah mengatakan: "Aku
> akan
> >menerima kebenaran itu dari siapapun, meski dari
> >seorang anak kecil sekalipun". Jadi, yang penting
> >adalah message-nya, bukan orangnya.
> >
> >Salam,
> >Rio
> =====
> 
> ooooh bekas wartawan rupanya.... di tempat saya juga
> ada syubah asa, wartawan senior yang jago agama.....
> 
> resminya dia sudah pensiun, tapi kadang-kadang masih
> datang mengedit tulisan atau menulis kolom....
> kemudian
> ngobrol dengan kami yang muda-muda sambil makan
> siang
> di resto padang dekat kantor....
> 
> dia jebolan pesantren dan fasih kitab kuning.... gak
> pernah
> tuh komentar miring tentang pemikiran agama orang
> lain,
> apalagi menyangkut seorang nurcholish madjid....
> 
> malah dia mendorong tumbuhnya pemikiran-pemikiran
> baru di bidang keagamaan.... terutama di kalangan
> anak-
> anak muda....
> 
> jadi, ucapan sayidina ali sih seratus persen
> betul....
> 
> tapi kalau orangnya gak dikenal, terus tulisannya
> juga
> main potong dan pelintir begitu, ya bagaimana...?
> 
> salam,
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke