Konkret saja Pak,

Miminal dari kita sendiri, ayo siapa yang ada kelebihan rezeki sedekahkan
kepada lingkungan terdekat kita.

Kalau individu-individu, ataupun keluarga-keluarga sudah mulai bisa seperti
ini, Insya Allah hal-hal seperti cerita Detic.com tidak terjadi lagi.

AMGD
----- Original Message -----
From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[email protected]>; "lisi"
<[EMAIL PROTECTED]>; "sabili" <[EMAIL PROTECTED]>; "yisc_al-azhar"
<[EMAIL PROTECTED]>; "padhang-mbulan"
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 06, 2005 2:59 PM
Subject: [yisc_al-azhar] Meninggal Tak Bisa Tebus Obat, Rakyat Miskin
Meradang


> Di Detik.com diberitakan seorang gadis miskin
> meninggal karena tak bisa menebus obat di RSCM.
> Sebelumnya, Khaerunnisa, 3 tahun, juga meninggal
> karena ayahnya tak punya uang untuk berobat.
>
> Lalu di manakah gembar-gembor yang dikumandangkan
> Menkominfo di Televisi-televisi bahwa sesudah harga
> BBM dinaikan maka dana kompensasinya akan diberikan
> kepada rakyat miskin berupa pendidikan dan kesehatan
> gratis?
>
> Kemanakah rakyat menuntut jika janji-janji tersebut
> tidak ditepati?
>
> Atau mungkin janji itu hanya angin surga seperti
> sebelumnya?
>
>
> Meninggal Tak Bisa Tebus Obat, Rakyat Miskin Meradang
> Fitraya Ramandhanny - detikcom
>    Jakarta - Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK)
> menuntut pemerintah benar-benar merealisasikan program
> pengobatan gratis. Tuntutan disampaikan menyusul
> meninggalnya Nurhayati (23), warga Tambora, Jakpus di
> RSCM pada Selasa, 5 Juli 2005.
>
> Sikap diskriminatif RSCM yang tidak mengizinkan
> Nurhayati mendapat pengobatan gratis dinilai SRMK
> menjadi salah satu faktor yang membuat penderitaan
> gadis itu semakin berat.
>
> "Janji-janji pemerintah SBY-Kalla mewujudkan
> pengobatan gratis bagi rakyat miskin, bohong. Kita
> pertanyakan, sampai kapan rakyat kecil terus
> diperlakukan seperti ini," kata Ketum Dewan Pimpinan
> Nasional SRMK Mario Sitompul kepada wartawan di
> Sekretariat SRMK, Jl. Tebet Timur Dalam II, Jakarta,
> Rabu (6/7/2005).
>
> Padahal untuk Nurhayati yang datang dari keluarga
> miskin, pengobatan gratis sangat dibutuhkan. Nurhayati
> meninggal dunia pukul 04.20 WIB, Selasa, setelah lima
> hari dalam perawatan yang menurut keluarga korban
> hanya dilakukan ala kadarnya.
>
> Korban dibawa ke RSCM pada 1 Juli 2005 pukul 10.00 WIB
> oleh keluarga korban yang didampingi Ketum DPN SRMK
> Mario Sitompul. Saat itu korban dalam kondisi sakit
> yang merupakan komplikasi kurang gizi, TBC, dan
> paru-paru kotor yang sudah dalam kondisi kronis.
>
> "Satu hari sebelum kami mengantar Nurhayati, kami
> sebetulnya sudah mengirim surat permohonan pembebasan
> biaya kepada pimpinan RSCM," ungkap Mario.
>
> Sayangnya, ketika tiba di UGD pada Jumat (1/7/2005),
> mereka mendapati kenyataan keluarga korban harus
> membayar administrasi untuk masuk ruang perawatan
> sebesar Rp 763 ribu.
>
> Keluarga korban dan SRMK kemudian berdebat dengan
> pihak administrasi UGD dan mencoba meyakinkan korban
> adalah keluarga miskin. Saat itu mereka juga
> menunjukkan surat keterangan miskin dari RT, RW,
> kelurahan, dan puskesmas. Namun RSCM hanya mengakui
> kartu keluarga miskin (Gakin) yang tidak dimiliki
> keluarga korban.
>
> Tinus, saudara laki-laki korban, mengatakan, setelah
> berdebat, Nurhayati akhirnya diizinkan masuk ruang
> rawat Irna B lantai 5 dengan menandatangani surat
> pernyataan utang. Nurhayati kemudian mendapatkan tiga
> kali rontgen, tiga kantong darah, infus, dan tiga
> butir obat.
>
> Namun malamnya, pihak rumah sakit memberikan resep
> obat yang harus ditebus oleh keluarga korban sebesar
> Rp 1.205.300. Resep ini urung ditebus karena ketiadaan
> biaya dan kartu Gakin.
>
> Kondisi Nurhayati semakin memburuk sejak hari itu dan
> akhirnya meninggal dunia pada 5 Juli 2005.
> Nurhayati kini telah dimakamkan di TPU Tegal Alur dan
> keluarga korban belum menyelesaikan biaya
> pemakamannya.
>
> Menindaklanjuti peristiwa ini, pada 11 Juli 2005, SRMK
> bersama elemen petani, buruh, pemuda dan mahasiswa
> se-Jabotabek akan melakukan demonstrasi ke kantor
> Menko Kesra dan KPK. Di kantor Menko Kesra mereka akan
> menuntut perwujudan program kesehatan gratis. Mereka
> akan membawa fakta-fakta kasus Nurhayati. Sedangkan di
> kantor KPK, mereka akan menuntut maksimalisasi fungsi
> KPK dalam mendukung kesejahteraan melalui uang sitaan
> para koruptor. (umi)
>
>
http://jkt.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt.detiknews.com/index.php/
detik.read/tahun/2005/bulan/07/tgl/06/time/14521/idnews/397742/idkanal/10
>
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
>
>
>
> __________________________________
> Yahoo! Mail
> Stay connected, organized, and protected. Take the tour:
> http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html
>
>
>
> -------------------------------------------------------------------------
>
> PESANTREN LIBURAN 2005 " Kala Media Menggoda Remaja" [klas 3 SMP s/d 3
SMU]
> Wisma Haji ciloto Puncak, 14-17 Juli 2005, Daftarkan sekarang juga !
> Informasi lengkap, Sekretariat YISC Al-Azhar tlp/fax 021-7247444
> Rabbit (0813-1013647), Fadli (08176049860)
>
> * 34 Tahun YISC Al-Azhar (16 Mei 1971 - 16 Mei 2005) *
> -------------------------------------------------------------------------E
mail attachments are not permitted
>
> Jadi Anggota Milis : [EMAIL PROTECTED]
> Berhenti sbg Anggota Milis : [EMAIL PROTECTED]
> Menghubungi Moderator : [EMAIL PROTECTED]
> URL to this page: http://groups.yahoo.com/group/yisc_al-azhar
> Kunjungi website YISC Al-Azhar di http://www.yisc.or.id
> VISI : MENUJU KOMUNITAS BELAJAR DAN BERAKHLAK
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke