Rp 2 milyar? Bener tidak? Kan undangannya cuma 2000.
Tapi kalau benar sampai Rp 2 milyar ya kelewatan.
Meski pakai pengamanan, kan sudah ada paspampres yang
jumlahnya lebih dari 1000, belum lagi polisi yang
sudah digaji.

Kalau ada 10 ribu pejabat yang seperti itu mengawinkan
anaknya tiap tahun, berarti ada 10.000 x Rp 2 M = Rp
20 trilyun per tahun untuk kawinan doang...:) Uang
pejabat itu kan ujung2nya dari negara juga.

Di lain pihak 5 juta balita kelaparan. Sebagian sudah
mati karena busung lapar.

Kata Nabi, orang yang suka menasehati orang, tapi dia
sendiri tidak melaksanakannya, maka akan disiksa di
neraka.

Nah kalau ada pejabat menasehati rakyat untuk
sederhana, tapi dia sendiri foya2. Rasanya bagaimana
ya?

--- Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 1. Saya gak dapat undangan he he he .... :P
> Gak tahu yang temen deket/angkatannya,
> kayaknya sich kemarin ada yang dapat smsnya.
> Udah lain kelasnya mbak.  Maklum selebrity :)
> 
> 2. Ada reply menarik nich, mongo dibaca,
> boleh setuju, boleh nggak .... :P
> 
> Yang pasti temen yang kirim ini langsung
> didapuk jadi wedding organizer heuheueu ...
> 
> ===
> Konteks sederhana itu lupa disebut, buat presiden,
> 2m itu sederhana....
> Bandingkan dengan anak dan cucu pak harto, 7 hari 7
> malam...
> 
> Sekarang orang semakin sinis aja ya.... kalo ngasih
> komentar....
> Susah lho kalo presiden ngawinin anaknya dengan
> budget minim, bisa-bisa
> aspek keamanan kurang memadai...
> 
> Belum itungannya udah harga bbm mahal, listrik
> mahal. Sekarang untuk pesta
> kawinan, di Jakarta untuk menu standard, per pax
> (per orang) udah 50.000 an
> kalo pakai gubuk-gubukan 100.000 kalo 1000 orang
> yang datang (500 undangan)
> aja udah 100.000.000. kalo presiden....
> 
> Itu kalo rakyat umum yang datang, kalo yang datang
> khan duta-duta besar...
> bisa jadi satu orang cost-nya 250.000 atau lebih.
> 
> Gak usah dipikirin... dulu waktu sultan yogya
> menikahkan anaknya... tiap
> pengusaha, hotel dll. Kena pungutan upeti...
> 
> "sederhana mintanya... ini undangan dari sulta..."
> Yang jadi unsure intrinsik-nya... elu masih mau
> bisnis di yogya khan...
> Bayar dong upeti...
> 
> Kalo presiden... hm.....
> 
> Gak usah sirik-lah,
> Kalo mau berjuanglah jadi presiden...
> 
> Soal himbauan... kita gak usah munafik. Siapa yang
> kalo ultah gak ngarep
> dapat kado?
> 
> Semua orang sudah alamiah mau dapat kado yang bagus.
> 
> Dan semakin mau dianggap special oleh penerima kado.
> Pemberi kado akan
> berlomba-lomba kasih kado "khusus" bin special. So
> it will also be natural
> to give the president "unforgettable gift" for his
> beloved girl wedding.
> 
> Yang gua heran adalah, sebagai pengamat politik.
> Bukannya membantu
> menjelaskan posisi presiden yang sulit untuk menekan
> biaya pernikahan
> anaknya... sehingga rakyat yang kelaparan tidak
> geram...
> 
> Malah menyadarkan rakyat untuk... wah ini tidak
> adil... lalu anarkis....
> 
> Mudah-mudahan benar memang 2 milyar itu sudah
> diusahakan untuk sesederhana
> mungkin... tugas kita yang membantu menjelaskan ke
> orang awam...
> 
> Bandingkan dengan artis Hollywood, pernikahan mereka
> 'biasanya' diatas 1
> juta dollar.
> 
> Fyi, sekarang, untuk undangan di gedung balai
> prajurit, dengan 1000 undangan
> bisa mencapai 400 juta. Itu dengan pengamanan ala
> kadarnya. Lagi, konteks
> sederhana itu perlu dilihat kepada siapa...
> 
> 
> Mr. R (nama disamarkan)
> Pro-status quo [anti anarkis]
> He he he...
> 
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Kalau saya jadi bingung nih mau komentar (tapi
> pengen komentar
> hehehe... lagi pusing nulis). Masalahnya saya tidak
> tau lengkap
> kondisinya, mungkin ada yang bisa ngasih info lebih
> lanjut? Misalnya:
> 
> - jumlah undangan 2000 orang atau 2000 undangan?
> Kalau 2000 undangan
> kan harus siapin makan buat sekitar 4500 orang.
> Kalau 2000 orang
> paling tidak siapin makan buat 2400 orang. Mungkin
> untuk acara
> perkawinan ini, dianggap kurang layak kalau tamu
> dijamu dg nasi rames
> (mungkin ada tamu negara juga?). Dan bingung juga
> kali kalau
> mengundangnya terlalu pilih2, soalnya baik SBY
> maupun Aulia Pohan
> pasti punya banyak teman baik dan kolega, belum juga
> teman kedua
> pengantin.
> 
> - biaya2 yang tercakup kan macem2, apa 2 M itu sudah
> termasuk
> "antaran", dokumentasi, baju pengantin,
> pernak-pernik hiasan, acara
> dari midodareni sampe resepsi, dll.. nggak jelas.
> 
> - Uang 2 M itu mungkinkah patungan antara 2
> keluarga? bukan cuma dari
> SBY. Semoga bukan uang sumbangan dari pengusaha.
> 
> - Pernah ada nggak sebelumnya Presiden atau pejabat
> tinggi mantu yang
> ngasih tau biayanya pada publik? Mungkin ini sudah
> ada niat baiknya.
> Juga dg pernyataan bahwa dia tidak menerima
> bingkisan dan memanfaatkan
> Istana Bogor shg tidak perlu menyewa gedung/hotel.
> 
> - Jadi polemik karena (mungkin) ekspektasi kita yang
> tinggi. Maunya
> presiden cuma melaksanakan resepsi buat keluarganya
> saja, atau tamu
> diberi nasi rames saja. Jadi begitu dengar 2 M
> langsung kecewa. Kalau
> misalnya biayanya 1 M, masih marahkah kita? Layaknya
> berapa ya? kalau
> 200 juta, masih terlalu mewahkah? Atau tidak usah
> mengadakan walimah
> saja sekalian?
> 
> Yah, memang resiko SBY sebagai public figure
> terlebih sebagai kepala
> pemerintah di sebuah negara yang lagi berdarah2.
> Mungkin juga karena
> adanya information gap. Sehingga kalau seorang
> Presiden melakukan
> sesuatu, maka orang akan menjudgenya berdasarkan apa
> yg dia lihat atau
> apa yang dia inginkan seorang Presiden (dikepalanya)
> seharusnya
> lakukan, walau dia tidak tau bgmn situasi sebenarnya
> yang dihadapi
> sampai Presiden mengambil keputusan itu. Apalagi isi
> kepala orang
> berbeda2, thus ekspektasi berbeda2. Saya dengar, ini
> salah satu alasan
> mengapa Presiden AS selalu punya public relations
> yang sangat handal.
> 
> Kalau soal jumlah kekayaannya dan pejabat negara
> lainnya, bukankah
> sudah didata oleh KPKPN (bener nggak sih
> singkatannya?), dan dipublish
> bbrp waktu yl (saya nggak ingat berapa kekayaan
> SBY).
> Soal gaji, kalau presiden saya nggak ngerti... kalau
> menteri -ini
> kalau nggak salah ingat- sekitar 35 juta (yang bagi
> sebagian menteri
> ini merupakan penurunan penghasilan dibanding
> sebelum jadi menteri,
> yah itu pilihan mereka...).
> 
> Mas Ari, hajatannya mulai besok.. lha sampeyan nggak
> baca undangan tho? ;)
> 
> salam,
> 
> fau
> PS. btw, kalau anggaran DPR th depan disetujui,
> artinya akan sebesar
> 1,1 triliun. Dirata2 thd jumlah anggota kl. 540,
> maka satu anggota
> menelan 2 M pertahun. Wah, sama atau lebih dari gaji
> CEO di Jakarta?
> Dan jangan lupa: mereka dapat pensiun seumur
> hidup... hiks. bravo DPR!
> 
> 
> 
> 
=== message truncated ===


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke