begitulah
tim ekonomi bethara kala
otak-ical/hilang
kampungan
salam

--- In [email protected], "Jimmy Okberto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Selalu saja cari Kambing Hitam;
> :: Salah Kalkulasi lah
> :: Salah Konglomerat BBM lah
> :: Salah Pertaminalah 
> 
> Basi-basi, memangnya kumpulan Pemerintah orang bego yang ga bisa
> kalkulasi ...
> 
> :: Sesuai azas dari Rakyat , oleh Rakyat, untuk Rakyat, Rasain 
Sendiri
> !!
> 
> -----Original Message-----
> From: Ambon [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
>  
> SUARA KARYA
> 
>             Rizal Ramli
>             Kelangkaan BBM karena Salah Kalkulasi 
> 
>             PERTEMUAN KONSULTASI - Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono
> menyalami Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur 
Wahid
> yang didampingi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar
> Kartasasmita dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie, 
dan
> Ketua DPR Agung Laksono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu 
(6/7).
> Pertemuan Presiden dengan para pimpinan lembaga tertinggi dan 
tinggi
> negara itu membahas krisis BBM. (Ant/Ali Anwar) 
> 
>             Kamis, 7 Juli 2005
>             JAKARTA (Suara Karya): Kelangkaan bahan bakar minyak 
(BBM)
> sekarang ini merupakan dampak salah kalkulasi dan salah manajemen 
yang
> dilakukan pemerintah. 
> 
>             Namun kesalahan tersebut menjadi sangat fatal justru 
karena
> menyangkut persoalan vital dan melibatkan hajat hidup orang 
banyak. 
> 
>             Karena itu, kata mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli,
> pemerintah harus lebih jeli lagi dalam melihat masalah kelangkaan 
BBM
> ini. Terlebih masalah tersebut juga sudah terjadi pada pemerintahan
> terdahulu. "Saat saya menjabat sebagai Menko Perekonomian, 
kelangkaan
> BBM juga hampir terjadi. Tapi saya cepat melakukan tindakan hingga
> akhirnya kelangkaan BBM tidak sampai terjadi," tuturnya kepada 
Suara
> Karya di Jakarta, kemarin. 
> 
>             Rizal menyebutkan, kelangkaan BBM sebenarnya sudah 
terjadi
> sejak awal pemerintahan Presiden Yudhoyono. "Pada saat itu 
pemerintah
> tidak jadi menaikkan harga BBM karena takut rakyat marah. 
Akibatnya,
> kelangkaan baru terasa sekarang," katanya. 
> 
>             Di lain pihak, ekonom Iman Sugema mengimbau pemerintah 
agar
> segera mengganti pejabat yang bertanggung jawab atas kelangkaan 
BBM saat
> ini. Dia mengingatkan, tindakan itu beralasan karena BBM adalah 
faktor
> vital yang harus dikelola dengan baik. 
> 
> 
>             "Kalau terjadi kelangkaan seperti sekarang, itu berarti
> mereka yang duduk di kabinet tidak mampu mengelola BBM dengan baik.
> Karena itu, solusi yang harus dilakukan adalah mengganti atau 
memecat
> menteri dan pejabat yang berkaitan dengan kelangkaan BBM ini," 
kata Iman
> saat dihubungi Suara Karya, kemarin. 
> 
>             Solusi lain, menurut Iman, adalah melakukan 
reengineering
> (mengkaji ulang) kebijakan di berbagai bidang, termasuk 
perminyakan. 
> 
>             Dalam kesempatan terpisah, ekonom Aviliani berpendapat 
bahwa
> satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi kelangkaan BBM sekarang 
ini
> adalah menaikkan harga jual komoditas tersebut. "Menaikkan harga, 
itu
> solusi paling utama yang bisa dilakukan agar Pertamina menjadi 
sehat dan
> tidak tambah parah," katanya. 
> 
>             Tapi Aviliani menekankan, jika solusi itu memang akan
> ditempuh pemerintah, sosialisasi harus terlebih dahulu dilakukan. 
Jika
> tidak, kenaikan harga BBM justu melahirkan masalah lain yang tak 
kalah
> memusingkan pemerintah karena rakyat menentang dan marah. 
> 
>             Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
membantah
> bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sekarang ini akibat 
kesalahan
> kebijakan. "Tidak. Kelangkaan BBM ini terkait dengan kondisi
> situasional," katanya usai bersilaturahmi dengan pimpinan lembaga 
tinggi
> negara di Kantor Kepresidenan di Jakarta, Rabu. 
> 
>             Hadir pada silaturahmi itu, Ketua MPR Hidayat Nur 
Wahid,
> Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ketua 
BPK
> Anwar Nasution, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, dan Ketua 
Mahkamah
> Konstitusi Jimly Asshidiqie. 
> 
>             Menurut Presiden, dalam silaturahmi tersebut dibahas 
masalah
> fundamental yang dihadapi negara, khususnya kenaikan harga minyak 
dunia
> yang berimplikasi sangat serius terhadap APBN. 
> 
>             Presiden menuturkan, permintaan akan BBM tidak bisa
> diprediksi. Di lain pihak, harga minyak dunia terus membumbung. 
Belum
> lagi nilai rupiah turun terhadap dolar. Ini semua sangat 
berpengaruh
> terhadap kelangkaan BBM," katanya. (Yons/Kentos)




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke