Saya tidak tertarik pada "Bagaimana manusianya". Saya hanya 
tertarik "Bagaimana dan yang mana ajaranNya" .

Bagaimana bisa bertemu di SATU tempat, kalau yang satu mengamalkan 
iman Tauhid yang satu mengamalkan iman Trinitas? Yang ada adalah 
bertemu di satu tempat...:-)))

wassalam,
--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bagaimana manusia ya umat mengaplikasikan ajaran agama yang 
diimaninya, adalah dasar kegagalan kemanusiaan didunia ini. Mengapa 
kesengsaraan dan kemaksiatan yang merajalela. Agama itu sendiri, tak 
layak diperdebatkan, baik keabsolutannya ataupun kebenarannya. 
Karena bukan disini letak masalah.
>  
> Saya yakin, tak ada agama, yang tidak mengajarkan kemuliaan. walau 
dengan cara dan bahasa berbeda.
>  
> Namun, kemuliaan ini, hanya benar menjadi kemuliaan, melalui 
tangan manusia. Kita berdua, tak mempromosikan agama, tetapi 
keharusan menjalankan agama secara benar. Kita semua menjadi 
salesman/saleswoman dari jalan yang benar.
>  
> Kebenaran sang Pencipta berada diatas kebenaran kebenaran manusia, 
yang hanya dicapai indrawi sebagian, karena keterbatasan kemampuan 
bathiniah manusia. Setiap manusia yang mengamalkan kemuliaan melalui 
ajaran yang diimaninya, akan bertemu di SATU tempat yang sama, 
disisi yang sama.
>  
> Salam
>  
> danardono
>  
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> Bagaimana manusia mengaplikasikan ajaran agamanya masing-masing, 
itu 
> tidak menjadi pembicaraan ini. Hmmm..saya dan mbah disini masing-
> masing menjadi salesman/woman untuk mempromosikan agama masing-
> masing...:-).
> 
> "Ajaran agama apa yang comprehensive?" Bukannya," Kalau kita yang 
> mengikuti ajaran agama tsb scr comprehensive".
> 
> Mestinya Ulil juga diberi tau, tatkala Islam sebagai ajaran tidak 
> bisa disalahkan, lalu banyak orang menyalahkan orang Islamnya utk 
> menunjukkan ketidak absolutan ajaran Islam...:-)
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Danardono HADINOTO 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > 
> > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> >> Agama ada untuk diambil faedah dan manfaatnya. Kalau ada agama 
> hanya > menyediakan ajaran moral saja...itulah "agama-agama". 
Namun 
> agama > apa yang menyediakan semua aspek kehidupan? 
> >     
> >    DH: Apabila kita ikuti ajaran secara mencakup 
(comprehensive), 
> cukup sekali menjadi dasar hukum kehidupan kita. Contoh jelas kita 
> lihat, bahwa disemua negara mayoritas Islam, yang memiliki hukum 
> yang rinci, kekacauan dalam kehidupan tetap sama dengan negara 
yang 
> menganut agama lain. Kejahatan dan kekacauam moral di Mesir, 
> Pakistan, Bangla desh, Tunisia, Marokko, Saudi dll, tak lebih dan 
> tak kurang dari Thailand, Jerman, Korean, Nepal, Bhutan, Austria. 
> Dengan tambahan: negara negara Eropa barat, yang tak memiliki 
hukum 
> agama yang rinci memiliki kehidupan yang teratur...
> >    Aneh kan?
> 
> LD:Kejahatan dan kekacauan moral tidak terjadi di Eropa Barat?
> Mungkin benar kalau kita sepakat mengatakan free sex, homs N lez, 
> dll bukan kekacauan moral. Apa betul tidak ada kejahatan di Eropah 
> Barat seperti mafia-mafia. Kejahatan mereka sangat teroganisir dan 
> mendunia. Dimana Zionis-Zionis itu berkembang subur? Apa itu bukan 
> kejahatan? Kejahatan dan kekacauan moral yang terjadi dinegara 
> mayoritas Islam karena mereka tidak mengaplikasikan hukum agamanya 
> secara comprehensive. 
> 
> >    ----------------------------------------------------
> > 
> > Kalau kembali kepada sejarah, di Abad ke-8 (atau sebelumnya?) 
> orang-> orang di Barat telah gagal memahami jalan pikiran atau 
> menaruh > empati terhadap leluhur mereka. Ada yang putus dalam 
> hubungan mereka > dengan leluhurnya. Kemajuan ilmu dan tekhnologi 
> telah mengakibatkan > peradaban Barat mengabaikan dan memandang 
> rendah agama (Kristen) di > Eropah pada Abad Pertengahan. Mereka 
> menjadi Amnesia...tidak mampu > menarik garis penghubung 
dengannya. 
> Mereka tidak bisa menjembatani > antara agama (Kristen)nya dengan 
> kemajuan ilmu. Mereka harus > memisahkan keduanya.
> >     
> >    DH: negara negara yang menganut Islam tak pernah memisahkan 
> agama dan negara, namun tetap tak berhasil membangun budaya moral 
> sampai kini. Negara kita adalah contoh soal terjelas..
> 
> LD:
> Secara praktek, negara kita telah memisahkan agama dan negara ato 
> masih "malu-malu kucing" mau kemana karena ada "macan" yang 
> mengintai.
> >    -------------------------------------
> >    
> > 
> > Dengan latar belakang sejarah seperti itu, sangatlah wajar bila 
> > Sekularis and/or Pluralis menjadi dominan (karena mereka tidak 
> > mengenal nenek moyang mereka: Adam as, Ibrahim as, Musa as, Isa 
> as, 
> > dan Muhammad SAW).
> >     
> >    DH: Adam Abraham dll, adalah hal hal yang dipercayai suku 
suku 
> Semit. Budaya yang bukan Semit pasti tak mengenalnya, seperti 
> Jepang, Korea, India, Tiongkok. Abraham bukan nenek moyang bangsa 
> Indonesia, Bhutan, Nepal, Tiongkok, India, Jepang, malaysia, 
> Singapura, Brunei, dll. Kita berasal dari wilayah Yunnan, yang 
> datang ribuan tahun silam. Juga bangsa bangsa di samudra Pacific 
> bukjan keturunan Abraham. Kita bukan suku Semit.
> 
> LD:
> Bagi manusia yang tidak "mengenal/mengetahui" siapa Adam dan 
mengapa 
> Tuhan (dari semua bangsa) menurunkan nabi-nabinya yang memang 
telah 
> dipilih Allah dari suku Semit, tidak akan mengerti buat apa agama 
> ini. Sehingga mereka mengatakan agama itu candu, agama itu biang 
> kerok, agama itu harus dikantongin bila mau hidup bernegara...:-). 
> Mereka suka mencampur adukkan antara arti akidah & agama namun di 
> sisi lain suka memisahkan hal2 yang seharusnya tidak dipisahkan. 
Ini 
> tidak adil karena tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya...:-)))
> 
> wassalam,
> Lina
> 
> 
> >  
> > 
> >
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> Kita menjalani kehidupan dengan apa yang 
> kita peroleh, tetapi kita menciptakan 
> kehidupan dengan apa yang kita berikan. 
> 
> (Winston Churchill)
> 
>               
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke