Saya kira pendapat anda bisa diterima..
Tetapi religi aka nmenyadari kesalahannya dan bangkit melawan sekuler 
liberal kelak..

Sang


--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Memang disinilah ada persilangan, antara akidah murni tiap agama, 
dan bentuk real politis agama agama yang ada (organized religions).
>  
> Juga dalam agama Katholik, pernah kita kenal, gerakan sosio 
ekonomis, yang sering diterjemahkan dengan "theologi pembebasan". Ini 
terutama diamalkan oleh para rohaniwan di Latin Amerika karena 
melihat pemerasan sosio ekonomi disana.
> Tetapi, kalau tak salah Vatican sendiri tak happy dengan gerakan 
ini.
>  
> Gereja sebagai pimpinan resmi, tak mempunyai posisi terhadap 
globalisasi. Demikian jugalah agama agama lain secara institusi.
>  
> Saya yakin, seperti Anda juga, bahwa kalau kita masing masing hidup 
sesuai penggilan bapak agama kita masing masing, kita akan berhadap 
hadapan dengan kapitalis besar dan para pelaku globalisasi.
>  
> Namun, apa yang terjadi? 
>  
> Karena agama agama secara resmi tidak mempunyai alternatif terhadap 
globalisasi dan konsep liberal kapitalis yang kian merajalela ini, 
maka gerakan gerakan lain, yang lebih realistis dalam mengambil 
posisi, terutama golongan kiri, greens, dan kelompok anti kapital, 
yang mengambil initiatif untuk mengingatkan kita akan bahaya dampak 
globalisasi yang merajalela. Di Eropa, terkenal gerakan yang 
bernama "ATTAC",
>  
> Di USA sendiri, seperti Anda tahu, para penyandang kapital, adalah 
kelompok religious (protestant) yang malah kadang kadang sangat 
konservatif dan ultra kanan.
>  
> Di Eropa, saya tak melihat, mendengar dan merasakan, derap langkah 
para agamawan untuk menghadang dampak ini. Yang dipertentangkan 
malah, agama lawan agama, seolah, Islam mewakili kaum tertindas dan 
Kristen/Non Islam mewakili kapital. Islam lawan Barat.
>  
> Secara real kita lihat, bahwa para teroris TIDAK mewakili Islam, 
para kapitalis TIDAK mewakili agama Kristen atau budaya Barat. Yang 
terlanda tiap hari disini, adalah manusia Kristen, manusia Barat, 
yang tiap hari gemetar kehilangan pekerjaan. Ratusan telah 
memperbanyak barisan penganggur di Eropa.
>  
> Yang melarat di Rusia, dan kian hari kian banyak, adalah umat 
Kristen orthodox (Kristen Rusia), yang ada diatas adalah kelompok 
Putin dkk,  juga Kristen.
>  
> Yang melarat di Amerika Latin adalah para proletar Katholik. Yang 
menindas juga penganut Katholik saleh yang tiap minggu ke gereja.
>  
> Mungkin Sidharta, Yesus dan nabi Muhammad tak akan membuang muka 
akan kemelaratan manusia. Namun para pengikut mereka, hanya sekedar 
melipat tangan dan melihat apa yang terjadi.
>  
> Sri Paus sibuk menyiapkan pengangkatan Paus yang almarhum menjadi 
orang suci, namun takbanyak berbuat atau berkata mengenai ketidak 
adilan ya ketimpangan sisio ekonomi, dimana Afrika kian kelaparan 
dibawah sengatan matahari yang terik dan tanah yang kian gersang...
>  
> Salam
>  
> danardono
>  
>  
> 
> 
> Sang <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> From: Danardono HADINOTO
> Jadi, bukanlah agama (Tuhan) versus ekonomi, tetapi pemilik dana 
dan 
> faktor ekonomi versus kaum pekerja dan greens.Globalisasi tak dapat 
> dilawan dengan Kitab Suci. Ini adalah masalah ekonomi sosial, bukan 
> masalah theologi. Juga Sri Paus tak pernah mengecam globalisasi, 
> beliau lebih mengecam pengguguran bayi. Pimpinan agama Protestant 
> juga tak pernah memerangi globalisasi. Juga mullah dari Iran tak 
> membenci globalisasi sui generis. Mereka membenci kapitalis dari 
> negara negara non Islam...
> 
> Sang:
> Saya mungkin ada beberapa kesesuaian dgn anda, permasalahan 
> globalisasi emang cenderung sicioekonomic bukan cuma antara agama 
dgn 
> globalisasi, tetapi agama juga merupakan sebuah sistem ekonomi 
> sosial, dalam arti kala lain agama punya peran dalam program 
> kemiskinan.. Yang jadi persoalan adalah seberapa jauh agama punya 
> peranan sentral? 
> 
> Kalo agama dan pihak agamawan mampu menyediakan alternatif, saya 
kira 
> agama akan jadi rival yg nyata dan utama terhadap kapitalisme 
global, 
> sebab sistem ekonomi berpatokan dgn hubungan vertikal pada Yang 
Atas, 
> bukan hanya horizontal sejajar dgn sesama insan, pelaku ekonomi, 
> stakeholder dan pemerintah.. Artinya kejujuran, kebaikan dan 
> kemurahhatian dan harapan , amaliah juga keimanan dgn berpatokan 
pada 
> prinsip morality agama ( persaudaraan, kasih sayang dan kebaikan 
> tanpa pamrih)adalah semestinya bagian dari sosio-ekonomi dan itu 
ada 
> dalam aspek agama manapun, tidak terkecuali.. 
> 
> Sementara pelaku Global kapital adalah manusia-manusia spekulasi 
> beresiko menanam modal dalam proyek besar-kecil, yg tujuannya 
adalah 
> profits laba yg jika tidak diperoleh, dia akan bangkrut minimal 
tidak 
> berkembang.. sehinga untuk menghindari ketidak beruntungan, mereka 
> cendrung berprilaku individu tanpa peduli sekitar dan bebas 
dibiarkan 
> ( laiseez-Faire) menanamkan modal dan mengembangkan karya tanpa 
perlu 
> berfikir kebaikan bersama… disini muncul bentrokan nilai antara 
> pelaku ekonomi agamawan dan pelaku bissnis kapitalist sekuler dan 
hal 
> ini akan makin meruncing dimasa depan, tersebab perbedaan nilai-
nilai 
> yg dianut…
> 
> Itulah sebabnya saya menjadikan semua corak agama akan jadi rival 
> bagi Kapitalisme sekuler liberal.. Di America banyak para priest yg 
> mengharapkan kembalinya jaman spirituil Gerejani yg pegang peranan 
> dan memandang peradaban sekarang adalah peradaban setan yg perlu 
> dicuci dgn darah dan perang… artinya mereka mengharapkan ada 
> pergantian civilization dgn yg lebih mencirikan religi..
> 
> Thesis Huntington hanyalah hasutan bagi Barat untuk memandang Islam 
> dan Timur selaku ancaman, sebab Dia yg berdarah Yahudi melihat 
> ancaman dari bangsa AraB Islam  terhadap Israel yg Yahudi dan 
> disusunlah thesis yg kontroversial itu.. Dan Dia berhasil mengadu 
> domba antara barat dan Islam hingga detik ini..
> 
> 
> Sang
> 
> 
> 
> 
> 
> From: Danardono HADINOTO <rm_danardono@>
> Date: Tue Jul 5, 2005  3:56 pm 
> Subject: Ant: [ppiindia] Ekonomi, Kristenisasi dan Kapitalisme. 
>         
> Sebuah pemikiran dan tinjauan yang menarik.Dalam beberapa hal, saya 
> melihat aspek yang lain (belum tentu lebih benar, hanya lain), 
dimana 
> saya akan coba memberikan pandangan pendek:
> 
> "DH: Pertentangan (atau pertemuan?) yang terjadi, adalah 
> multidimensional, dan tak sekedar dalam satu lapiran, agama versus 
> agama. Sikap antipati di Eropa terhadap apa yang mereka 
> namakan "fundamentalis" Islam (di Austria dan Jerman 
> disebut "Islamisten"), bukanlah sikap manusia Kristiani terhadap 
> Islam sui generis, namun sikap manusia Eropa dengan Civilisation 
> Barat (Abendland) terhadap Islam (Orientalismus). Pada saat yang 
sama 
> rata rata orang Eropa juga allergi terhadap sikap pimpinan gereja, 
> yang dianggap tidak realistis dalam ucapan ucapan atau peringatan 
> (anti perceraian dimana di Vienna saja angka perceraian mencapai 
> 60,1% per annum).Agama agama monotheist tidaklah, seperti yang saya 
> lihat, menjadi satu front menghadapi liberalisme kapital, karena 
> partai partai Konservatif di Eropa rata rata adalah disisi 
> enterpreneur, jadi kapital. Agama Yahudi, sebagai agama monotheist 
> tak pernah muncul vis-a-vis kapitalisme apapun. kekuatan politis 
yang 
> mencoba menghadang kapitalisme liberal adalah partai Sosial dan 
kaum 
> Hijau (the Greens). Totally a religious
> 
> DH: Sikap pelaku ekonomi yang kuat memakan yang lemah, sudah ada 
> dizaman pertengahan, dimana gereja masih mutlak berkuasa, dan belum 
> dikenal sekularisme. Yang bangkit melawan kekuasaan gereja yang 
> berkolaborasi dengan kaum bangsawan dan tuan tanah, adalah dua 
> golongan:1) petani yang tertindas dan 2) kaum burgoisie, yang 
adalah 
> kaum menengah yang kemudian mengembangkan industrialisme, yakni 
para 
> tukang, pedagang, bankers, dlsb.  Mereka membutuhkan ruang gerak 
yang 
> bebas kungkungan. Juga disini tak ada motif keagamaan samasekali, 
> sebab mereka seringkali sangat saleh. Para industriawan Eropa, 
> kebanyakan adalah keluarga yang saleh dan pelaku agama yang taat. 
> Sebaliknya, yang paling niragama, adalah kaum buruh yang dahulu 
> (sebelum 80an) mengorganisasikan diri dalam partai partai kiri
> 
> ."DH: Di Eropa, fenomena globalisasi datang dari pengusaha besar 
dan 
> pemilik dana banks, funds, indusri berat). Ini bukan hal yang 
> dimasalahkan didalam atau diluar gereja. Penganut globalisasi ada 
> yang sekularist ada yang taat bergereja atau beragama. Juga para 
> pemilik dana dari Arab saudi yang memperkir dana mereka di fund 
fund 
> internasional yang gentayangan di mana mana, adalah pengikut agama 
> yang saleh. tentu banyak pula yang berpikiran sekularist.Juga 
> diantara musuh globalisasi, banyak kaum sekularist dan mereka yang 
> tak menyukai pengaruh pimpinan agama.Jadi, bukanlah agama (Tuhan) 
> versus ekonomi, tetapi pemilik dana dan faktor ekonomi versus kaum 
> pekerja dan greens.Globalisasi tak dapat dilawan dengan Kitab Suci. 
> Ini adalah masalah ekonomi sosial, bukan masalah theologi. Juga Sri 
> Paus tak pernah mengecam globalisasi, beliau lebih mengecam 
> pengguguran bayi. Pimpinan agama Protestant juga tak pernah 
memerangi 
> globalisasi. Juga mullah dari Iran tak membenci globalisasi sui 
> generis. Mereka membenci kapitalis dari negara negara non Islam...
> Salam
> 
> danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> Kita menjalani kehidupan dengan apa yang 
> kita peroleh, tetapi kita menciptakan 
> kehidupan dengan apa yang kita berikan. 
> 
> (Winston Churchill)
> 
>               
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke